23 Juni 2026

Wamenpar Apresiasi Dieng Caldera Race, Dorong Wonosobo Jadi Ikon Sport Tourism

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara ambil bagian dalam ajang Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Event lari lintas alam tersebut kembali digelar dengan menyuguhkan lintasan yang melintasi kawasan pegunungan dan perkebunan teh sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah.

Penyelenggaraan event tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa. Menurutnya, Dieng Caldera Race tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mampu memadukan sektor pariwisata, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Dieng Caldera Race 2026. Caldera Race lebih dari sekadar ajang lari, melainkan pengalaman yang memadukan olahraga, alam, dan budaya dalam satu rangkaian yang berkesan,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa saat menyerahkan penghargaan kepada para pelari Dieng Caldera Race 2026 di Perkebunan Teh Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (21/6/2026).

Ia menilai kehadiran event olahraga berbasis destinasi seperti Dieng Caldera Race memiliki dampak yang luas terhadap sektor pariwisata. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan tersebut juga berdampak pada tingkat hunian hotel, geliat usaha masyarakat, serta pertumbuhan pelaku UMKM di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Wonosobo yang menjadi pintu gerbang menuju kawasan Dataran Tinggi Dieng dinilai memiliki kekuatan besar sebagai destinasi wisata. Lanskap pegunungan, budaya masyarakat yang masih terjaga, serta keramahan warga menjadi daya tarik yang sulit ditemukan di daerah lain.

Pada pelaksanaan tahun ini, Dieng Caldera Race mempertandingkan empat kategori lomba, yakni 10 kilometer, 25 kilometer, 45 kilometer, dan 85 kilometer. Para peserta diajak melintasi sejumlah lokasi ikonik seperti Perkebunan Teh Tambi, Gunung Sindoro, Puncak Sikendil, hingga Gunung Sibuthak.

“Pada akhirnya, Dieng Caldera Race bukan hanya sebuah ajang lari, tetapi juga menjadi media promosi pariwisata yang sangat efektif. Saya memberikan apresiasi kepada penyelenggara dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang konsisten mendukung penyelenggaraan acara ini,” kata Wamenpar.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenpar juga mengajak para peserta untuk menikmati berbagai destinasi wisata lain yang ada di Wonosobo. Salah satu yang menjadi perhatian adalah agrowisata Perkebunan Teh Tambi yang menawarkan pengalaman edukatif mengenai budidaya dan pengolahan teh.

“Saya tadi berkeliling di Pabrik Teh Tambi. Agrowisata ini sangat menjanjikan karena menghadirkan pengalaman edukatif. Setelah mengikuti lomba, para pelari dapat melanjutkan perjalanan bersama keluarga untuk menikmati wisata edukasi yang menarik,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penyelenggaraan event tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi daerah, melainkan juga sebagai upaya meningkatkan kualitas destinasi sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan sebuah event tidak semata diukur dari kontinuitas penyelenggaraannya, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat sekitar.

“Dalam kesempatan lain Bupati Wonosobo menyampaikan bahwa setiap penyelenggaraan Dieng Caldera Race, seluruh penginapan di Wonosobo terisi penuh. Bahkan kini mulai banyak investasi di sektor perhotelan yang masuk ke Wonosobo. Inilah salah satu bukti nyata bahwa penyelenggaraan event mampu menggerakkan ekonomi daerah,” ucap Wamenpar.

Ia berharap Dieng Caldera Race dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon sport tourism nasional yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Tentu masih banyak hal yang dapat kita kembangkan bersama. Kementerian Pariwisata siap memperkuat kolaborasi untuk mendukung pengembangan sport tourism di Indonesia sekaligus semakin memperkenalkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakat Indonesia kepada dunia,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat. Mendampingi Wamenpar Ni Luh Puspa, hadir pula Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata Ni Komang Ayu Astiti serta Plt. Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Yusuf Hartanto. (Kementerian Pariwisata RI/Aris)