10 Juni 2026

Wonosobo Bidik Investasi Sektor Pertanian dan Pariwisata Lewat WIBF 2026

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo mempertemukan investor, pelaku usaha besar, UMKM, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan dalam Wonosobo Investment Business Forum (WIBF) Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Bupati Wonosobo, Selasa (9/6/2026).

Forum tersebut menjadi wadah memperkuat kolaborasi investasi sekaligus mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya membuka peluang investasi yang mampu mendukung pengembangan sektor pertanian, pariwisata, dan usaha mikro sebagai pilar utama perekonomian Wonosobo.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengatakan bahwa Wonosobo memiliki posisi yang strategis untuk melakukan transformasi ekonomi dengan memanfaatkan berbagai potensi lokal yang dimiliki. Menurutnya, kekayaan alam, sektor pertanian, budaya, serta sumber daya manusia perlu dioptimalkan agar mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Sejalan dengan arah pembangunan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengusung tema pembangunan tahun 2027, yakni “Modernisasi dan Hilirisasi Pertanian untuk Transformasi Pariwisata Berkelanjutan”.

“Agar wisatawan tinggal lebih lama dan belanjanya kembali kepada masyarakat, kita membutuhkan rantai pasok lokal yang kuat. Di sinilah pertanian memegang peranan penting,” ujar Afif.

Ia menjelaskan, modernisasi pertanian yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan konsistensi produksi. Melalui penerapan precision farming, greenhouse, serta sistem irigasi tetes, produk hortikultura Wonosobo diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sektor perhotelan, restoran, dan kafe secara berkelanjutan.

Selain modernisasi, pemerintah daerah juga mendorong hilirisasi komoditas unggulan seperti kentang, kopi, dan carica agar tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah.

Sebagai tindak lanjut forum investasi tersebut, dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dengan sejumlah investor yang berminat mengembangkan usaha di Wonosobo. Penandatanganan dilakukan bersama PT Bersama Rancang Karya Indonesia dan PT Sumber Kasih Indonesia yang diwakili Komisaris perusahaan, Supardi Sukanta.

Salah satu rencana investasi yang mendapat perhatian dalam forum tersebut adalah pembangunan Hotel Santika di Kabupaten Wonosobo.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara perusahaan besar dan pelaku usaha mikro sebagai upaya memperkuat kemitraan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan mampu membangun rantai nilai ekonomi yang lebih kuat, mulai dari proses produksi, pengolahan, pemasaran hingga perluasan akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

PT Tambi menerima Apresiasi Realisasi Investasi Tertinggi, PT Surya Sejati memperoleh Apresiasi Penyerapan Tenaga Kerja Terbanyak, sedangkan PT Phoenix Agung Pratama mendapatkan Apresiasi Tertib Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Terbaik.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga kepatuhan pelaporan investasi.

WIBF 2026 juga diisi dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat. PT Turrima Agro Mas menyerahkan 150 paket pupuk dan insektisida guna mendukung produktivitas sektor pertanian, sementara CV Gemilang Kencana memberikan bantuan alat pertanian dan peralatan rumah tangga.

Ketua BPC HIPMI Kabupaten Wonosobo, Matranto, menyampaikan bahwa forum investasi ini tidak hanya berhenti sebagai ruang diskusi dan pertemuan pelaku usaha, tetapi menjadi awal dari berbagai program konkret yang akan ditindaklanjuti setelah kegiatan berlangsung.

Menurutnya, PT Turrima Agro Mas berencana melakukan survei lokasi untuk pembangunan pabrik pupuk di Kabupaten Wonosobo. Sementara itu, PT Yospar Grawista Tama menyatakan minat untuk mengembangkan destinasi wisata baru di wilayah Wonosobo.

“Forum ini mempertemukan pengusaha besar, investor dari dalam maupun luar negeri dengan masyarakat Wonosobo untuk bersama-sama memajukan sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM. Yang terpenting, tindak lanjutnya harus nyata dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Matranto menambahkan, kerja sama dengan PT Agronesia Multi Resources akan diarahkan pada pengembangan pasar ekspor komoditas pertanian Wonosobo. Pada tahap awal, komoditas yang diproyeksikan memasuki pasar ekspor adalah sawi dan kubis, yang selanjutnya dapat berkembang ke komoditas kentang dan cabai.

Di sisi lain, PT Bogasari Flour Mills akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM serta kelompok PKK guna meningkatkan keterampilan pengolahan pangan dan memperkuat daya saing produk lokal.

Bupati Afif berharap berbagai kesepakatan dan komunikasi yang telah terbangun selama forum investasi dapat segera diwujudkan dalam bentuk investasi nyata yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita pastikan forum ini tidak berhenti sebagai seremoni. Harus ada langkah nyata, investasi yang tumbuh, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Masa depan Wonosobo dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya. (Diskominfo Wonosobo/Aris)