10 Juni 2026

Jadwal Sangat Padat, Prabowo Minta Maaf ke 8 Dubes Asing

KoranRakyat.co.id – Dikarenakan jadwal kegiataan Presiden terlalau padat sehingga penerimaan surat kepercayaan delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) sehingga penerimaan  mengalami penundaan  dan Prabowo minta maaf.

Dilansir Inilah.com, Presiden RI Presiden Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada    negara sahabat yang menyerah kan surat kepercayaan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).

Disebutkan permohonan maaf tersebut disampaikan karena para duta besar baru diterima secara resmi oleh Presiden setelah beberapa waktu bertugas di Indonesia.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta mengatakan Prabowo secara langsung menyampaikan permintaan maaf kepada para diplomat tersebut saat prosesi penyerahan surat kepercayaan berlangsung.

“Tadi Presiden sudah juga menyampaikan, pertama beliau meminta maaf atas keterlambatan ini kepada seluruh para dubes,” kata Anis kepada wartawan usai acara di Istana Merdeka.

Jadwal Presiden yang Sangat Padat

Anis menegaskan keterlambatan penerimaan surat kepercayaan bukan karena pemerintah sengaja menunda proses kredensial para duta besar. Menurut dia, hal itu semata-mata disebabkan padatnya agenda Presiden sejak dilantik.

Ia menjelaskan Prabowo selama beberapa bulan terakhir disibukkan dengan berbagai agenda pemerintahan, termasuk penanganan dinamika global yang membutuhkan perhatian khusus.

“Dan murni lebih banyak karena faktor jadwal yang sangat padat dari beliau. Tidak ada niat sama sekali untuk menunda-nunda pemberian kredensial ini,” ujarnya.

Menurut Anis, Presiden juga harus memberikan perhatian terhadap berbagai perkembangan internasional yang berdampak pada Indonesia sehingga sejumlah agenda protokoler mengalami penyesuaian waktu.

“Sama sekali enggak, murni karena masalah jadwal yang sangat padat saja sejak dari pelantikan dan situasi fokus beliau kepada penanganan situasi global yang benar-benar membutuhkan konsentrasi penuh,” lanjutnya.

Delapan Dubes Memahami Situasi

Lebih lanjut, Anis mengungkapkan para duta besar yang hadir memahami kondisi yang dihadapi Presiden Prabowo. Karena itu, tidak ada keberatan ataupun persoalan diplomatik terkait keterlambatan penerimaan surat kepercayaan tersebut.

Menurutnya, para diplomat juga memahami bahwa banyak negara saat ini tengah menghadapi tantangan global yang membuat kepala negara harus memprioritaskan sejumlah agenda strategis.

“Bagus semuanya. Mereka bisa mengerti situasinya dan karena pada dasarnya situasi seperti ini juga pada umumnya, karena situasi global seperti sekarang ini, orang bisa mengerti situasinya,” kata Anis.

Istana Pastikan Tidak Ada Masalah Diplomatik

Anis menegaskan hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat tetap berjalan baik dan penerimaan surat kepercayaan para duta besar berlangsung lancar.

Ia memastikan tidak ada persoalan diplomatik yang muncul akibat keterlambatan tersebut.

“Jadi tidak ada, tidak ada masalah pada dasarnya,” ungkap Anis.

Penyerahan surat kepercayaan merupakan salah satu tahapan penting dalam hubungan diplomatik. Melalui prosesi tersebut, seorang duta besar secara resmi diakui oleh kepala negara penerima sebagai perwakilan sah negaranya untuk menjalankan tugas diplomatik di negara penempatan. (*)