Herman Deru Sebut Sumsel Zero Konflik, Kader NU Diminta Perkuat Moderasi dan Kerukunan

Palembang|KoranRakyat.co.id –– Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menegaskan pentingnya menjaga moderasi, toleransi, dan kerukunan masyarakat dalam pembekalan Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan II yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel di Balai Diklat Keagamaan Palembang, Jumat (29/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Herman Deru menilai kader NU memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah derasnya arus perubahan zaman dan perkembangan teknologi informasi.

Kegiatan PD-PKPNU sendiri menjadi bagian dari upaya penguatan kaderisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Sumsel agar mampu melahirkan kader yang adaptif, moderat, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Dalam pembekalannya, Herman Deru mengungkapkan dirinya telah 31 tahun menjadi pengurus NU di Sumsel dan banyak memperoleh pelajaran dari organisasi tersebut. “Saya sudah 31 tahun menjadi pengurus NU di Sumsel. Saya sendiri mendapat banyak ilmu dan kita yakini bahwa organisasi ini memiliki hirarki yang jelas,” katanya.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan kultur masyarakat saat ini berlangsung sangat cepat sehingga kader NU dituntut mampu menghadapi tantangan tersebut dengan bijak. “Kita merasakan ada perubahan yang cepat. Kultur kita berubah, belum lagi teknologi yang membuat arus informasi begitu deras sehingga ada beberapa budaya yang bergeser,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini NU memiliki posisi strategis di Sumsel sehingga para kader harus mampu menjadi aktor perubahan. “Hari ini NU mendominasi di Sumsel. Kita sebagai kader murni juga harus menjadi aktor, bukan hanya hanyut oleh perubahan,” katanya.
Herman Deru juga menyoroti pentingnya menjaga kondisi Sumsel yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat konflik yang rendah meskipun masyarakatnya sangat beragam. “Saya menyadarkan kita untuk bersyukur karena Sumsel zero konflik. Padahal kita ini multikultur. Karakter Sumsel religius dan toleran, budaya Melayu santun, tradisi gotong royong kuat, Islam moderat tumbuh baik, stabilitas sosial dan kerukunan masyarakat tetap terjaga,” ucapnya.
Menurut Herman Deru, kondisi tersebut dapat terjaga karena adanya sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat. “Pesan saya, jaga dan perluas toleransi. Kita harus menjadi kader pengurus NU yang solutif, memberikan jalan keluar, bukan menjadi kompor,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan kehidupan modern juga memunculkan sikap individualistis di tengah masyarakat, terutama setelah pandemi Covid-19. “Kadang kita menghadapi penyakit individualis. Sejak Covid-19 penyakit itu makin besar. Nahdliyin harus menjadi terapis bagaimana agar penyakit ini bisa dikurangi,” katanya.
Selain itu, Herman Deru menegaskan pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara pembangunan fisik dan pembangunan manusia. “Pembangunan harus seimbang, tidak cukup hanya fisik, tapi juga manusia dan moral,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi langkah NU yang aktif dalam pembangunan sosial kemasyarakatan melalui pembangunan klinik, perpustakaan, dan berbagai kegiatan lainnya. “Kita Nahdliyin harus menjadi penggerak pembangunan. Ini langkah baik dan saya senang melihatnya,” katanya.
Di akhir pembekalan, Herman Deru menyampaikan tiga kunci utama yang harus dimiliki kader NU, yakni konsisten, konsekuen, dan kecepatan. “3K kuncinya, yakni konsisten, konsekuen, dan kecepatan. Integritas itu penting, tapi lebih penting lagi perilaku sejajar dengan ucapan,” tandasnya.
Ia berharap Lakpesdam NU Sumsel dapat terus berkembang dan memiliki posisi tersendiri di tingkat nasional. “Terima kasih atas waktunya. Mudah-mudahan Lakpesdam mendapatkan tempat tersendiri secara nasional dan terus berkembang,” pungkasnya.
Ketua Lakpesdam NU Sumsel, H. Hernoe Roesprijadji, S.IP., M.H., M.Si., mengatakan pelatihan kader sangat penting agar organisasi dapat berjalan dengan baik. “Ilmu adalah pemimpin amal. Karena itu kader perlu bergerak dan perlu adanya pelatihan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Sumsel KH Hendra Zainudin mengucapkan terima kasih atas kehadiran Herman Deru yang juga memberikan pembekalan dalam kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru atas kehadirannya. Bahkan beliau sebagai Mukhtasar PBNU Sumsel juga memberikan pembekalan dan menjadi narasumber dalam PD-PKPNU ini,” ujarnya.(*)
