9 Agustus 2026

Gebernur Sumsel : MUI Diharapkan Jadi Peneduh Umat dan Pengawal Kehidupan Beragama Berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis

KoranRakyat.co.id —-Gubernur Sumatera Selatan mengharapkan agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan period ke depan terus memperkuat perannya sebagai lembaga yang menjadi peneduh umat, penjaga kerukunan.

Harapan Gubernur Sumatera Selatan tersebut disampaikan  melalui Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Edward Chandra, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Sumatera Selatan yang berlangsung di Asrama Haji Palembang, Jumat (7/8/2026). mengharapkan

Pada bagian lain Gubernur memesankan agar MUI juga  sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.

Mengutip laman  muisumsel.or.id dalam sambutannya, Edward Chandra mengatakan bahwa MUI memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, kehadiran MUI diharapkan mampu menjadi peneduh keberagaman, menjaga harmoni kehidupan beragama, serta memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat Sumatera Selatan yang majemuk.

mui.or.ac

Menurutnya, MUI selama ini telah menjadi mitra pemerintah dalam memberikan pencerahan keagamaan, membimbing umat, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan MUI harus terus diperkuat demi menjaga stabilitas sosial dan kehidupan beragama yang damai.

“Peran MUI sangat strategis dalam memberikan tuntunan kepada umat. MUI diharapkan terus menjadi lembaga yang memberikan kesejukan, menjaga persatuan, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan agar MUI senantiasa mengawal umat dengan berpedoman kepada Al-Qur’an dan hadis sebagai sumber utama ajaran Islam. Dengan menjadikan kedua pedoman tersebut sebagai landasan dalam berdakwah dan memberikan fatwa, MUI diyakini akan mampu memperkuat akidah umat, membangun akhlak yang mulia, serta menjadi penuntun dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern.

Edward Chandra menambahkan, pemerintah memberikan apresiasi atas kontribusi MUI yang selama ini terus menjaga persatuan umat, membangun komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat, serta ikut berperan dalam mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Sementara itu, Ketua MUI Sumatera Selatan, Prof. Aflatun Muchtar, menegaskan bahwa MUI akan terus berkomitmen menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai pelayan umat melalui pendidikan, pembinaan, dan dakwah yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadis.

Menurutnya, tantangan umat Islam saat ini semakin kompleks sehingga dibutuhkan penguatan pendidikan keagamaan yang berkelanjutan. Karena itu, MUI akan terus berusaha memberikan berbagai upaya pendidikan, pembinaan, dan pencerahan kepada masyarakat agar memiliki pemahaman Islam yang benar, moderat, dan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat.

“MUI akan tetap berusaha memberikan segala upaya pendidikan, pembinaan, dan pencerahan kepada umat agar kehidupan beragama semakin baik serta tercipta masyarakat yang berakhlak mulia, rukun, dan saling menghormati,” katanya.

Ia menjelaskan, MUI tidak hanya berperan dalam mengeluarkan fatwa, tetapi juga menjadi wadah musyawarah para ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan. Oleh sebab itu, penguatan kelembagaan MUI menjadi bagian penting dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Prof. Aflatun berharap pelaksanaan Musda XI MUI Sumatera Selatan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga mampu melahirkan program-program strategis yang semakin memperkuat dakwah, pendidikan umat, pemberdayaan masyarakat, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai lembaga lainnya.

Musyawarah Daerah XI MUI Sumatera Selatan menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi program kerja sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan. Selain memilih kepengurusan baru periode 2026–2031, forum ini diharapkan menghasilkan gagasan-gagasan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Dengan semangat kebersamaan dan persatuan, MUI Sumatera Selatan diharapkan terus menjadi rumah besar umat Islam yang menghadirkan kesejukan, memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sumatera Selatan yang religius, maju, dan sejahtera.

Kandidat Ketua

Palembang|KoranRakyat.co.id —  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda)   7–9 Agustus 2026 di Asrama Haji yang akan dibuka langsung Gubernur  Sumatera Selatan Dr. H Herman Deru MM.

Salah satu agenda utama dalam rangkaian Musda adalah pemilihan Ketua Umum lima tahun kedepan dengan sistem pemilihan formatur sesuai tradisi yang berlaku selama ini dalam organisai para ulama dari berbagai organisasi keislaman.

Sehari menjelang pembukaan, nama-nama kandidat calon ketua umum sepertinya tidak jauh dari lingkungan MUI itu sendiri baik dari pengurus harian maupun Dewan Pertimbangan MUI  serta kandidat dari Ormas keislaman seperti NU.

Sebelum pelaksanaan Musda,  beberapa waktu yang lalu jajaran MUI Sumsel telah melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru untuk melaporkan dan membahas pelaksanaan Musda yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus MUI Sumsel atas peran yang selama ini dijalankan dalam menjaga kondusivitas kehidupan beragama di Sumatera Selatan.

Menurut Herman Deru, hingga saat ini hubungan antarorganisasi kemasyarakatan Islam di Sumsel tetap berjalan harmonis. Bahkan, organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah mampu menjaga soliditas dan kebersamaan di bawah pengawasan serta pembinaan MUI Sumsel.

“Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa kinerja MUI Sumsel selama ini telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat di Sumsel,” ujar Herman Deru.

Terkait pelaksanaan Musda, Herman Deru berharap proses pemilihan kepengurusan dapat berlangsung kondusif dengan mengedepankan kualitas dan kapasitas figur yang akan memimpin MUI Sumsel pada periode mendatang. Ia juga meminta seluruh persiapan kegiatan segera dimtangkan agar pelaksanaannya berjalan tepat waktu dan sukses.

Pantauan KoranRakyat.co.id di lapan  sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai calon potensial Ketua MUI Sumsel. Mereka dinilai memiliki pengalaman organisasi, kapasitas keilmuan, serta rekam jejak yang kuat dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat.

Bursa calon juga diramaikan oleh Dr H Deni Priansyah, yang saat ini menjabat Wakil Ketua PWNU Sumatera Selatan. Akademisi sekaligus aktivis organisasi tersebut dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan dan memiliki jaringan luas di kalangan pesantren, perguruan tinggi, serta organisasi kemasyarakatan Islam.

Terdapat juga nama yang dianggap potensial Drs Kemas Badaruddin Ali. Akademisi UIN Raden Fatah Palembang tersebut dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia sehingga dinilai mampu membawa perspektif baru bagi MUI Sumsel dalam menghadapi tantangan keumatan di masa mendatang.

Tokoh pendidikan  yang nama juga  mencuat adalah Dr KH Rasyidin Hasan, yang saat ini menjabat sebagai Rois PCNU Kota Palembang. Tokoh yang aktif dalam dunia pendidikan dan dakwah tersebut dikenal memiliki pengalaman panjang dalam organisasi keagamaan serta kedekatan dengan berbagai elemen umat Islam di Sumatera Selatan.

Terdapat juga nama  mantan Kanwil Kemenagn Sumatera  Utara  yang disebut memiliki peluang Dr KH Abdul Amri Siregar, mantan Ketua PWNU Sumatera Selatan. Sosok ulama senior ini dikenal memiliki pengalaman luas dalam membangun organisasi keagamaan dan melakukan pembinaan umat di berbagai daerah di Sumsel.

Selain itu, juga muncul nama mantan Sekretaris  MUI Sumsel dua periode, Dr KH Supadmi Kohar MM. CH CPHt  yang saat ini menjabat Ketua Dewan Pendidikan Sumatera Selatan. Supadmi juga tercatat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan MUI Sumsel.

dok

Siap Jalankan Amanah

Dr KH Supadmi Kohar MM. CH CPHt  yang saat ini menjabat Ketua Dewan Pendidikan Sumatera Selatan. juga tercatat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan MUI Sumsel saat dihubungi KoranRakyat.co.id menyatakan siap kalau diamanahi Ummat. “Kalau diamanahi, InsyaAllah kita jalankan.”

Doktor  psycolpogy Islam dengan  Certified Hypnotherapist dan  Certified Professional Trainer ini ketika ditanya KoranRakyat.co.id  dengan berdiplomasi  menjawab  bahwa posisi sebagai ketua MUI merupakan amanah ummat yang  kolektif  kolegial didukung oleh birokrasi  pemerintahan setempat. “Kalau Ummat memberikan amanah melalui perwakilan sesuai dengan aturan,  InsyaAllah kita terima dan itu juga untuk kepentingan  Ummat,” jelas Supadmi Kohar beberapa hari lalu.

“Dengan dukungan dua unsur ini, diyakini roda organisasi komunitas ulama ini akan berjalan dengan baik” Ustadz Padmi menguatkan.

Dengan latar belakang akademisi dan aktivis  organisasi kemasyarakatan, sosok ini juga pernah diamanahi ketua Dewan Masjid Indonenesia (DMI) Sumsel dan dianggap sejumlah kalangan  berpotensi dan diharapkan  mampu menjebatani dua ormas  keislaman NU dan Muhammadiyah.  (*)