2 Mei 2026

Kunjungan Wisatawan Wonosobo Naik, Dampak Ekonomi Tembus Miliaran Rupiah

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Lonjakan kunjungan wisatawan mewarnai sektor pariwisata Kabupaten Wonosobo selama libur Lebaran 2026 yang berlangsung pada 22–29 Maret.

Data tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, Kamis (2/4/2026).

Berdasarkan rekapitulasi yang dihimpun, jumlah kunjungan ke berbagai Daya Tarik Wisata (DTW) mencapai 225.222 kunjungan. Dari jumlah tersebut, 225.076 merupakan wisatawan nusantara dan 146 wisatawan mancanegara.

Capaian ini menunjukkan peningkatan sekitar 62 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut turut dipengaruhi oleh optimalisasi sistem pendataan di seluruh objek wisata, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta.

Tak hanya destinasi wisata, rangkaian event dalam Festival Mudik Wonosobo 2026 juga mencatat peningkatan signifikan.

Total kunjungan pada berbagai kegiatan event mencapai 304.928 orang, terdiri dari 304.836 wisatawan nusantara dan 92 wisatawan mancanegara, atau naik sekitar 39 persen dibandingkan tahun 2025.

Tingginya angka kunjungan event dipicu oleh antusiasme masyarakat yang besar serta strategi promosi yang masif, sehingga meningkatkan viralitas Festival Mudik Wonosobo 2026.

Selain itu, penyelenggaraan kegiatan yang tersebar di 23 titik turut memperluas jangkauan wisatawan di berbagai wilayah.

Meski demikian, jumlah wisatawan mancanegara yang menghadiri event mengalami penurunan. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor global, seperti kondisi geopolitik, ketidakpastian kebijakan perjalanan internasional, isu keamanan di beberapa negara, hingga fluktuasi ekonomi dunia yang berdampak pada minat wisatawan asing untuk bepergian ke luar negeri.

Secara keseluruhan, total kunjungan wisatawan selama periode libur Lebaran 2026 mencapai 530.150 orang, yang terdiri dari 529.912 wisatawan nusantara dan 238 wisatawan mancanegara.

Para wisatawan mancanegara tersebut berasal dari berbagai negara, antara lain Pakistan, India, Palestina, Prancis, Italia, Belanda, Amerika Serikat, Kanada, Belgia, Thailand, Malaysia, Filipina, Jepang, Korea Selatan, China, Afrika Selatan, dan Australia.

Selain peningkatan jumlah kunjungan, dampak ekonomi yang dihasilkan juga cukup besar. Perputaran uang selama Festival Mudik Wonosobo 2026 diperkirakan mencapai Rp4.247.145.000 atau sekitar Rp4,2 miliar.

Di tingkat Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Wonosobo menempati posisi ketiga sebagai daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak selama libur Lebaran 2026, setelah Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Klaten.

Fahmi Hidayat menyebut capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, komunitas, hingga masyarakat.

“Peningkatan ini menjadi indikator positif bahwa sektor pariwisata Wonosobo terus tumbuh dan memiliki daya tarik yang kuat. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan, pengelolaan destinasi, serta inovasi event agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga tren positif tersebut dengan peningkatan kualitas tata kelola destinasi dan manajemen event secara berkelanjutan.

Berbagai pembenahan akan terus dilakukan, mulai dari infrastruktur pendukung, kapasitas sumber daya manusia, hingga sistem pengelolaan destinasi dan penyelenggaraan event yang lebih terintegrasi.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk memperkuat tata kelola destinasi wisata agar lebih tertib, bersih, dan berdaya saing. Selain itu, manajemen event juga akan terus kami tingkatkan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, sehingga setiap kegiatan mampu memberikan dampak optimal baik dari sisi kunjungan maupun ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fahmi Hidayat menyampaikan apresiasi kepada para wisatawan yang telah memilih Wonosobo sebagai tujuan selama libur Lebaran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh wisatawan yang telah berkunjung dan menikmati berbagai destinasi serta event di Wonosobo. Kehadiran Anda menjadi energi positif bagi kebangkitan sektor pariwisata daerah,” ungkapnya.

Di sisi lain, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama periode kunjungan masih terdapat kekurangan dalam pelayanan, baik di destinasi wisata maupun dalam pelaksanaan event.

“Kami menyadari masih terdapat beberapa hal yang perlu kami benahi. Untuk itu, kami memohon maaf atas layanan yang belum maksimal dan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” tutupnnya. (Diskominfo Wonosobo/Aris)