Ditengah Konflik Timur Tengah Makin Memanas, Masyumi: AS-Israel Harus Dilawan Terhadap Serangan

KoranRakyat.co.id —-Ditengah konflik Timur Tengah yang makin memanas, ketua Umum Partai Masyumi Ahmad Yani manyerukan agar AS-Israel harus dilawan,.
Dilansir Inilah.com Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Masyumi menyerukan semua negara mendorong agar aksi militer yanh dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan Timur Tengah segera dihentikan.
Menurut Masyumi, meningkatnya ketegangan di Iran telah membawa konsekuensi besar, baik dari sisi ekonomi global maupun kondisi sosial masyarakat dunia.
“Alih-alih menciptakan perdamaian, AS dan Israel justru menyulut perang dan penderitaan bagi umat manusia,” tegas Ketua Umum Masyumi, Ahmad Yani dalam pernyataannya yang dikutip, Rabu (1/4/2026).
Selain itu, Masyumi turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon yang sedang menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.
Masyumi memandang insiden tersebut sebagai peringatan penting bagi kedaulatan Indonesia sekaligus bukti bahwa konflik di kawasan tersebut semakin memburuk dan berisiko tinggi.
Partai ini juga menegaskan bahwa praktik penjajahan harus dihapuskan sesuai amanat konstitusi, sehingga Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk membela negara-negara yang menjadi korban agresi. “Dunia harus mengakhiri era impunitas dan standar ganda yang hanya menguntungkan pihak kuat,” ujar Ahmad Yani.
Di sisi lain, Masyumi mendorong penguatan peran Organisation of Islamic Cooperation sebagai kekuatan geopolitik negara-negara Islam agar mampu menjadi penyeimbang dalam dinamika global.
Masyumi menilai Indonesia berada pada posisi strategis untuk memimpin upaya konsolidasi negara-negara Muslim agar lebih solid dalam menghadapi tekanan geopolitik dunia.
Lebih lanjut, Masyumi menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi arah kebijakan pemerintah agar tetap selaras dengan konstitusi serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam hubungan internasional. (*)
