24 Juni 2026

Kalau Ijazah Jokowi Tidak Selesai secara Transparan, Semoga tidak Berpotensi Kerusuhan Sosial

KoranRakyat.co.id —Persoalan dugaan  Ijazah Palsu milik Joko Widodo (Jokowi) presiden  ke-7 RI masihsaja menyita perhatian masyarakat dengan berbagai asumsi dan interpretasi sesuai dengan  kepentingan masing-masing. Bahkan  Amien Rais mantan  ketua PR RI mengingatkan kalau ijazah Jokowi tidak selesai secara transparan,bukan tidak mungkin berpotensi kerusuhan sosial .

Dilansir Jakartasatu.com Ketua Majelis Syura Partai Ummat Prof Amien Rais kembali melancarkan serangan pedas kepada mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kontroversi ijazah Fakultas Kehutanan UGM yang dinilainya palsu. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada Senin (28/7/2025), Amien bahkan memperingatkan potensi kerusuhan sosial jika masalah ini tidak diselesaikan secara transparan.

Politikus senior itu menuduh Jokowi telah “terjebak ke dalam lingkaran setan kebohongan” karena tidak mau mengakui dugaan kepalsuan ijazah S1 dari Fakultas Kehutanan UGM.

“Bagi manusia yang memang sudah kecanduan dengan kebohongan, perilaku prinsipnya adalah ‘fake it till you make it.’ Teruslah berbohong dengan menjual kepalsuan sampai tujuan busukmu tercapai,” ujar Amien dengan nada keras.

Mengutip pakar bernama Arthur Markan PhD, Amien menjelaskan dampak psikologis dari kebiasaan berbohong, termasuk peningkatan adrenalin, detak jantung cepat, dan tekanan darah tinggi. Ia bahkan mengklaim melihat perubahan fisik pada Jokowi.

“Jokowi terlihat wajahnya masih pucat dan dua kelopak matanya tidak lagi normal seperti ketika masih menjadi presiden,” kata Amien.

Yang paling mengejutkan, Amien memberikan peringatan keras bahwa kasus ijazah palsu ini berpotensi memicu kerusuhan sosial. Ia menilai rakyat Indonesia yang kini menghadapi kehidupan ekonomi semakin berat bisa tersulut amarah jika kasus ini tidak ditangani transparan.

“Rakyat kita termasuk pemuda dan mahasiswanya itu cinta damai dan tidak menyukai kerusuhan. Tetapi kalau ijazah palsu Jokowi tidak diselesaikan secara transparan, bisa-bisa menjadi titik pemicu kemarahan rakyat,” tegas Amien mengingatkan.

Mantan Ketua MPR itu bahkan mengkritik kemungkinan keputusan sepihak dari Bareskrim yang menyatakan ijazah Jokowi asli tanpa proses transparan.

“Akibatnya bisa di luar imajinasi kita,” ancamnya.

Amien juga menyindir tajam acara reuni angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM yang dihadiri Jokowi pada 26 Juli lalu. Ia menyebut acara tersebut sebagai “dagelan politik asal-asalan” yang dimaksudkan untuk mencari saksi bahwa ijazah Jokowi asli.

“60-an orang datang ke Fakultas Kehutanan UGM, semua berbaju warna biru dengan name tag yang dikalungkan di leher. Banyak yang umurnya jauh di bawah umur Jokowi, yakni 64 tahun. Jadi jelas ini adalah oknum-oknum yang dimasukkan entah dari mana,” tuding Amien.

Ia menilai langkah tersebut justru kontraproduktif dan menunjukkan Jokowi serta timnya “tidak cukup cerdas membaca dan menyimpulkan kondisi masyarakatnya sendiri.”

Dalam bagian yang paling viral, Amien menggunakan istilah “gazah” (akronim dari “enggak punya ijazah”) untuk menyindir Jokowi. Ia bahkan mengutip pantun dari masa mudanya di Pandu Hizbul Wathan Muhammadiyah Solo.

“Ada gazah, ada semut. Semut masuk kuping gazah, gazah jadi kalang kabut,” kata Amien sambil tertawa.

Namun di akhir, ia memberikan nasihat dengan nada yang lebih lembut: “Mas Jokowi, kalau memang Anda tidak punya ijazah asli, Anda tidak perlu jadi gazah yang kalang kabut. Tenang saja, karena kita semua hamba Allah hanya menjalani takdirnya.”

Amien menegaskan bahwa kebenaran ijazah Jokowi harus dibuktikan melalui pengadilan dengan pemeriksaan laboratorium forensik kepolisian. Ia yakin para pelapor memiliki kemampuan forensik digital, teknologi telematika, dan kriptografi yang mumpuni untuk mengungkap kebenaran.

Kontroversi ijazah Jokowi memang telah menjadi isu yang berlarut-larut dan kembali mencuat menjelang berakhirnya masa jabatan presiden. Serangan Amien Rais kali ini dinilai sebagai yang paling keras dan komprehensif, bahkan sampai memperingatkan potensi kerusuhan sosial.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Jokowi belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan dan serangan keras dari Amien Rais tersebut. (*)