30 Agustus 2026

Tradisi Sakral di Puncak DCF 2026, 13 Anak Bajang Ajukan Permintaan Unik Sebelum Diruwat

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Prosesi Ruwatan Rambut Gimbal menjadi puncak Dieng Culture Festival (DCF) XVI 2026 di Kompleks Candi Arjuna, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (29/8/2026). Sebanyak 13 anak bajang dari sejumlah daerah mengikuti prosesi adat yang menjadi salah satu tradisi paling dinantikan dalam gelaran tahunan tersebut.

Ke-13 anak tersebut berasal dari Banjarnegara, Wonosobo hingga Batang. Mereka menjalani prosesi ruwatan rambut gimbal yang dipercaya masyarakat Dieng memiliki tata cara khusus dan tidak dapat dilakukan sembarangan.

Dalam kepercayaan lokal, rambut gimbal yang tumbuh secara alami pada anak-anak tidak boleh langsung dipotong. Sebelum menjalani pencukuran, anak bajang harus menyampaikan permintaan tertentu yang kemudian dipenuhi oleh keluarga maupun pihak yang menyelenggarakan ruwatan.

Permintaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian tradisi. Setelah permintaan dipenuhi, barulah prosesi pemotongan rambut dilakukan.

Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa sekaligus Ketua Pelaksana DCF 2026, Alif Faozi, mengatakan permintaan dari anak-anak yang mengikuti ruwatan tahun ini cukup beragam. Beberapa di antaranya bahkan berupa barang yang dekat dengan kehidupan anak-anak masa kini.

“Permintaan mereka beragam, mulai dari kambing, sepeda listrik, ayam kalasan, makanan, hingga telepon seluler,” kata Alif di media center DCF, Jumat (28/8/2026).

Menurut Alif, prosesi pencukuran bukan sekadar seremoni, tetapi berkaitan erat dengan keyakinan masyarakat setempat mengenai asal-usul rambut gimbal.

“sesuai kepercayaan masyarakat kami, rambut gimbal tumbuh karena sebuah titipan leluhur Dieng, Kaladete, maka harus dikembalikan melalui tata cara adat,” imbuhnya.

Untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan tradisi tersebut tanpa terbebani persoalan biaya, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memberikan fasilitasi terhadap pelaksanaan ruwatan rambut gimbal dalam rangkaian DCF 2026.

Fasilitasi tersebut juga tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari kawasan Dieng maupun Kecamatan Batur. Anak bajang dari sejumlah daerah lain turut mendapatkan kesempatan mengikuti prosesi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Banjarnegara, Tursiman, mengatakan tahun ini terdapat 13 anak yang mendapatkan bantuan pencukuran rambut gimbal.

“Tahun ini ada 13 anak yang kita bantu pencukurannya. Peserta tidak hanya berasal dari kawasan Dieng atau Batur, tetapi juga ada yang dari Kabupaten Wonosobo hingga Cilacap. Seluruh biayanya ditanggung oleh panitia,” ujar Tursiman.

Sebelum prosesi pencukuran dilakukan, seluruh permintaan anak bajang telah dipenuhi oleh panitia.

“Semua permintaan yang aneh-aneh maupun modern sudah kita cukupi semua. Harapannya setelah pencukuran ini mereka tumbuh menjadi anak yang sehat dan tidak rentan sakit,” tambahnya.

Berikut daftar 13 anak bajang yang mengikuti Ruwatan Rambut Gimbal DCF 2026 beserta permintaan masing-masing:

  1. Malayeka Rafana Arabella, 8 tahun, asal Bandingan, Sigaluh, Banjarnegara meminta sepeda listrik warna pink.
  2. Anindie Cheryl Shaheenna, asal Mlandi, Kertek, Wonosobo meminta dua ekor kambing kecil, jantan dan betina.
  3. Andien Checilia Shaquilla, asal Mlandi, Kertek, Wonosobo meminta dua ekor kambing kecil, jantan dan betina.
  4. Khanza Azkadina Sarvenaz Mahsana, asal Gatak Sari, Wonosobo meminta satu set peralatan makan sebanyak enam buah seperti milik ibunya.
  5. Winda Aulia, asal Buntu, Bakal, Batur, Banjarnegara meminta sepeda listrik warna pink.
  6. Mafaza Nuha Raisa, asal Pandansari, Wanayasa, Banjarnegara meminta sepeda warna ungu untuk jalan-jalan di Dieng.
  7. Hafizah Zia Almahira, asal Mekarsari, Garung, Wonosobo meminta laptop dan sepasang ayam kalasan.
  8. Aurellia Aisha Ramadhani, asal Metawana, Pagentan, Banjarnegara meminta perosotan dan ayunan warna pink.
  9. Umi Fatimatuz Zahro, asal Deles, Bawang, Batang meminta sepeda listrik warna pink serta dua ekor ayam hidup, jantan dan betina.
  10. Alvi Zahidatul Vardah, asal Gembol, Pejawaran, Banjarnegara meminta selendang kecil dan besar, bebas kecuali warna hijau, serta HP Redmi Note 14 8 GB.
  11. Laira Anindya Maryam, asal Krakal Taman Karangluhur, Kertek, Wonosobo meminta cukur rambut di Dieng.
  12. Herlista Zoya Elmeera, asal Sembungan, Sedayu, Wonosobo meminta dua ekor ikan hias, 2 kg daging bebek, dan sepeda warna pink.
  13. Lilla Chandra Kusuma, asal Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara meminta motor trail dan dicukur rambutnya.

Ruwatan rambut gimbal menjadi salah satu bagian penting dalam DCF karena mempertemukan tradisi masyarakat Dieng dengan ruang pariwisata. Di tengah kemeriahan festival, prosesi tersebut tetap menempatkan nilai adat dan kepercayaan masyarakat sebagai bagian utama yang dipertahankan. (Aris)