30 Agustus 2026

Camat Cambai Sambut Positif Program Desa Binaan PSGA UIN RF untuk Mencegah Pernikahan Dini  

Prabumulih|KoranRakyat.co.id —— Camat Cambai, Hendri, SH, menyambut hangat dan mengapresiasi penuh pelaksanaan program Desa Binaan yang diinisiasi oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Fatah Palembang.

Kegiatan edukatif tersebut berlangsung di dua lokasi secara beriringan, yakni Aula Serbaguna Desa Pangkul dan Aula Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, pada Rabu (26/8/2026).

Mengusung tema “Membangun Kecerdasan Melalui Literasi Informasi Untuk Mencegah Pernikahan Dini”, agenda ini diikuti oleh puluhan warga desa, para orang tua, serta siswa-siswi usia sekolah yang menjadi sasaran utama edukasi.

Camat menegaskan bahwa persoalan pernikahan di bawah umur masih menjadi tantangan nyata yang dihadapi oleh sejumlah desa di wilayah Kecamatan Cambai. Banyak anak-anak usia sekolah yang terpaksa menghentikan pendidikannya karena terjebak dalam pernikahan dini, padahal mereka memiliki potensi besar dan masa depan yang masih panjang.

“Sesuai dengan regulasi dan ketentuan undang-undang yang berlaku saat ini, batas usia minimal untuk melangsungkan pernikahan adalah 19 tahun. Karena itu, kami bersama jajaran perangkat desa dan kelurahan sangat menyambut baik inisiatif dari PSGA UIN Raden Fatah. Kami berharap program seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut dengan agenda-agenda pemberdayaan masyarakat lainnya,” tegas Hendri.

Sinergi Lintas Sektor dan Pakar

ist

Sebagai bagian dari komitmen tahunan PSGA LP2M UIN Raden Fatah Palembang dalam mendampingi masyarakat, kegiatan ini menghadirkan jajaran narasumber lintas sektor yang hli di bidangnya masing-masing, Eti Agustina, S.K.M., M.Kes. (Kepala Dinas P2KBP3A Kota Prabumulih), menyampaikan materi terkait dampak kesehatan reproduksi dan perlindungan anak. Fitriyani, M.Si. (Kepala Dinas Perpustakaan Pemprov Sumsel), menyoroti pentingnya akses literasi informasi dalam membuka wawasan generasi muda. Dr. Henny Yusalia, M.Hum. (Kepala PSGA UIN Raden Fatah), memaparkan peran institusi pendidikan dan keluarga dalam pencegahan pemaksaan pernikahan anak. dr. Delia Yusfarini, M.Kes. (Tim PPKS dan Gender Focal Point PSGA UIN Raden Fatah), memberikan pemahaman dari sudut pandang medis, kesetaraan gender, serta penanganan kekerasan seksual.

“Program desa binaan adalah rutin setiap tahun, dan kita selalu tambah lokasi desanya. Ini bentuk komitmen dan tanggungjawab UIN Raden Fatah terhadap masyarakat sekitar. Oleh sebab kita libatkan banyak pihak sebagai narasumber dan juga fasilitator. Harapan kita tentu ini akan berdampak positif dan bisa menekan angka pernikahan dini di masyarakat,” ujar Dr. Henny Yusalia, M.Hum.

Turut hadir mendampingi jalannya acara, Lurah Sungai Medang Febri Irawan, S.Psi., serta Kepala Desa Pangkul Jakaria Yadi, S.H., M.M. Melalui edukasi komprehensif ini, pemerintah setempat bersama akademisi optimistis dapat menekan angka pernikahan anak serta meningkatkan kualitas literasi masyarakat di Kota Prabumulih.

“Kalau memungkinkan, tahun depan ada lagi kegiatan ini, jadi bersifat rutin dan berkelanjutan. Kami tentu berterimakasih pada UIN Raden Fatah, apalagi beberapa waktu lalu juga ada kegiatan KKN di lokasi ini juga. Sangat penting kehadiran mahasiswa dan juga para dosen. Kami siap fasilitasi dan dukung penuh, “ujar Camat Kecamatan Cambai. (*)