12 Juli 2026

Santunan Anak Yatim dan Dhuafa Warnai Muharam di Pasar Induk Wonosobo

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Majelis Taklim Jumat Berkah Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPIW) kembali menggelar kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu dan Dhuafa di Atrium Pasar Induk Wonosobo, Selasa (7/7/2026). Bertepatan dengan bulan Muharam 1448 Hijriah, kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial para pedagang sekaligus upaya mempererat semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tahun ini, santunan diberikan kepada sekitar 175 anak yatim piatu dan dhuafa, meningkat dari target awal sebanyak 150 penerima. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari tradisi yang terus dijaga oleh Majelis Taklim Jumat Berkah PPIW sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015.

Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo sekaligus Ketua Panitia, Muhamad, mengatakan bahwa kegiatan santunan merupakan hasil kebersamaan para pedagang yang secara rutin menyisihkan sebagian rezekinya melalui program Kajian Jumat Berkah.

“Alhamdulillah, setiap tahun sejak 2015 kami rutin menyelenggarakan santunan anak yatim piatu dan dhuafa. Tahun ini awalnya kami menargetkan 150 penerima, tetapi berkat dukungan banyak pihak jumlahnya bertambah menjadi hampir 175 anak,” ujarnya.

Muhamad menjelaskan, apabila masih terdapat sisa dana setelah kegiatan berlangsung, bantuan akan kembali disalurkan kepada anak-anak yatim piatu di sekitar 15 pondok pesantren yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Wonosobo.

“Setelah kegiatan ini selesai, dua hari berikutnya kami akan mendistribusikan santunan ke pondok-pondok yatim piatu, mulai wilayah utara, barat, timur hingga selatan Wonosobo. Kami ingin manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” katanya.

Dana santunan berasal dari infak dan kotak amal jamaah Kajian Jumat Berkah yang dihimpun setiap pekan, serta dukungan para pedagang dan ibu-ibu pedagang di lingkungan Pasar Induk Wonosobo. Untuk pelaksanaan tahun ini, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp89 juta.

“Untuk kegiatan tahun ini kebutuhan anggarannya sekitar Rp89 juta. Hingga pelaksanaan acara telah terkumpul sekitar Rp86 juta dan masih terbuka kemungkinan bertambah. Jika ada tambahan donasi, insyaallah jumlah penerima santunan juga akan bertambah, bahkan bisa mencapai lebih dari 200 anak,” jelasnya.

Selain penyaluran santunan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan zakat dari Bank Wonosobo yang selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima sesuai ketentuan syariat.

Muhamad menambahkan, Majelis Taklim Jumat Berkah yang saat ini memiliki sekitar 500 jamaah berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berlanjut sebagai bagian dari ikhtiar menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Kami berharap kegiatan ini tidak pernah berhenti. Ini adalah bagian dari perintah Allah SWT untuk saling membantu sesama. Melalui wadah Majelis Taklim Jumat Berkah, kami ingin terus hadir membantu masyarakat, khususnya para pedagang dan masyarakat Wonosobo secara umum,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo, dr. Mohammad Riyatno, yang hadir mewakili Bupati Wonosobo, mengapresiasi konsistensi Majelis Taklim Jumat Berkah PPIW yang selama lebih dari satu dekade terus melaksanakan kegiatan sosial secara berkelanjutan.

Menurutnya, semangat berbagi yang ditunjukkan para pedagang menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Semangat gotong royong dan berbagi seperti ini perlu terus dijaga. Kepedulian kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi mereka, tetapi juga mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap semakin banyak komunitas, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, maupun kelompok masyarakat yang terinspirasi untuk menghadirkan kegiatan sosial secara berkelanjutan. Semangat berbagi di bulan Muharam diharapkan terus memperkuat nilai gotong royong, kepedulian, serta menghadirkan harapan bagi anak-anak yatim piatu dan keluarga dhuafa di Kabupaten Wonosobo. (Diskominfo Wonosobo/Aris)