Bakal Panas Final UCL PSG vs Arsenal: Ada Ambisi Menyamai Rekor Magis Madrid di Era Modern

KoranRakyat.co.id —Perseteruan sepak bola Eropah bakal panas setelah liga di masing–masing Negara usai sudah dan dilanjutkan dengan liga champion –mempertemukan klub unggulan dari masing-masing Negara Minggu malam (31/5).
Dilansur Inilah.com, Winger andalan Parischa Saint-Germain (PSG), Khvicha Kvaratskhelia, menyuarakan optimisme tinggi jelang laga pamungkas liga champion 2025/26. Pemain asal Georgia itu meyakini bahwa Les Parisiens memiliki kualitas dan mentalitas juara untuk mempertahankan trofi “Si Kuping Besar” saat menantang Arsenal di Puskas Arena pada Sabtu (30/6) mendatang.

Bagi PSG, laga final ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan panggung untuk mengukir sejarah emas. Jika sukses membungkam Arsenal, raksasa Prancis itu akan menjadi tim pertama—selain Real Madrid—yang mampu menjuarai Liga Champions secara beruntun (back-to-back) sejak era modern kompetisi ini digulirkan pada musim 1992/93.
Ambisi Menyamai Rekor Real Madrid
Kvaratskhelia menegaskan bahwa skuad asuhan Luis Enrique sangat menyadari bobot sejarah dari pertandingan ini. Real Madrid adalah satu-satunya tim yang pernah melakukan pencapaian serupa saat mencetak hattrick juara pada periode 2016 hingga 2018.
“Semua ini sangat penting, dan kami memahami bahwa kami adalah juara bertahan serta bisa menang lagi,” tegas Kvaratskhelia dalam wawancaranya bersama UEFA.
Secara rekor pertemuan, PSG patut percaya diri. Final nanti akan menjadi bentrokan keempat antara kedua tim di pentas Liga Champions sejak awal musim lalu. Les Parisiens mengantongi catatan impresif dengan memenangi dua duel terakhir, termasuk saat menyingkirkan Arsenal di babak semifinal musim sebelumnya.
Bangkit dari Keterpurukan Awal Musim

Dominasi PSG di Eropa dalam beberapa tahun terakhir memang tak terbantahkan. Sejak 2020, mereka telah tampil di final Liga Champions sebanyak tiga kali, lebih banyak dibandingkan klub elite Eropa lainnya. Musim lalu, mereka keluar sebagai kampiun usai mencukur Inter Milan 5-0 di Allianz Arena.
Meski berstatus juara bertahan, Kvaratskhelia mengakui bahwa perjalanan timnya musim ini sempat tersendat. Jadwal kompetisi yang padat dan minimnya waktu pemulihan sempat membuat performa tim ibu kota Prancis itu goyah di fase awal kompetisi.
“Awalnya kami kesulitan, tetapi di tengah musim kami sadar bisa melakukan apa yang kami kuasai. Kami bermain selaras, terus menang, dan berhasil mencapai final,” ungkap mantan bintang Napoli tersebut.
Meski memuji daya juang Arsenal, ia menegaskan bahwa PSG telah membuktikan kapasitasnya untuk menaklukkan tim mana pun.
Rekor Pribadi Mentereng Kvaratskhelia
Optimisme PSG tidak lepas dari performa fenomenal Kvaratskhelia di atas lapangan. Sang penyerang sayap menjadi aktor krusial di balik kelolosan timnya ke partai puncak musim 2025/26 ini.
Sepanjang fase gugur, pemain internasional Georgia tersebut telah mencatatkan keterlibatan langsung dalam 10 gol PSG (tujuh gol dan tiga assist), sebuah angka tertinggi dibandingkan pemain mana pun di kompetisi ini.
Lebih spektakuler lagi, Kvaratskhelia baru saja mengukir rekor bersejarah sebagai pemain pertama yang selalu mencetak gol atau assist dalam tujuh penampilan beruntun di fase gugur Liga Champions dalam satu musim.
Fokus Penuh ke Panggung Eropa
Meski berpeluang mencetak sejarah di Eropa, PSG dipastikan tidak bisa mengulangi pencapaian treble winners sensasional yang mereka raih musim lalu (menjuarai Liga Champions, Ligue 1, dan Coupe de France).
Harapan untuk kembali menyapu bersih gelar domestik harus pupus lebih awal setelah Kvaratskhelia dkk. secara mengejutkan tersingkir di babak 32 besar Coupe de France. Kini, seluruh fokus dan tenaga skuad racikan Luis Enrique dipastikan hanya tertuju untuk menaklukkan Meriam London di Puskas Arena. (*)
