15 April 2026

Disparbud Wonosobo Cek Kesiapan Wisata, Pastikan Layanan Aman dan Nyaman

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo mengintensifkan kegiatan monitoring dan pemantauan di sejumlah destinasi wisata serta usaha pariwisata menjelang libur Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan wisata di tengah potensi lonjakan kunjungan wisatawan.

Monitoring telah berlangsung sejak 11 Maret 2026 dengan menyasar berbagai sektor, mulai dari daya tarik wisata, akomodasi, hingga usaha jasa makanan dan minuman. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pelayanan wisata selama periode libur panjang.

Pada 16–17 Maret 2026, Disparbud Wonosobo juga menggandeng Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan pemantauan lanjutan di sejumlah titik strategis.

Lokasi yang dipantau antara lain kawasan wisata Telaga Menjer, kawasan wisata Dieng, kawasan wisata Blembem, serta sejumlah usaha perhotelan dan jasa makan minum seperti Horison Resort Dieng dan Tambi Tea Resort.

Kepala Disparbud Wonosobo, Fahmi Hidayat, Selasa (17/3/2026), menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan pengelola destinasi dan pelaku usaha dalam menghadapi meningkatnya mobilitas wisatawan saat libur Lebaran.

“Libur Lebaran merupakan salah satu periode dengan tingkat mobilitas masyarakat yang sangat tinggi, termasuk wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo. Oleh karena itu, kami melakukan monitoring lapangan untuk memastikan kesiapan destinasi dan usaha pariwisata agar mampu memberikan pelayanan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, monitoring tersebut juga merupakan implementasi dari Surat Edaran Bupati Wonosobo terkait penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama masa libur Lebaran.

Menurut Fahmi, sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Kami berharap seluruh pengelola destinasi wisata, pengusaha pariwisata, hingga desa wisata dapat menjalankan standar operasional yang berlaku, mulai dari aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan, hingga keberlanjutan lingkungan. Hal ini penting agar wisatawan merasa aman dan nyaman selama berkunjung ke Wonosobo,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparbud Wonosobo, Hapipi, menjelaskan bahwa dalam kegiatan monitoring tersebut tim juga memberikan sejumlah imbauan kepada para pengelola agar memperhatikan standar operasional serta mitigasi risiko.

Fokus pemantauan meliputi penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE), kesiapan fasilitas wisata, ketersediaan informasi bagi pengunjung, serta pengelolaan kebersihan lingkungan.

“Kami memastikan bahwa pengelola destinasi telah menjalankan SOP yang berlaku, melakukan pengecekan fasilitas wisata, serta menyiapkan petugas pelayanan dan keamanan bagi wisatawan. Selain itu, pengelola juga kami imbau untuk memperhatikan daya dukung dan daya tampung destinasi agar tidak terjadi kelebihan kapasitas,” jelas Hapipi.

Selain itu, pelaku usaha pariwisata juga diminta menyediakan fasilitas pendukung seperti area parkir yang memadai, tempat istirahat bagi pengemudi transportasi wisata, serta tempat sampah yang cukup guna menjaga kenyamanan dan kelestarian lingkungan.

Disparbud Wonosobo turut mengajak masyarakat dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan destinasi selama libur Lebaran.

Melalui monitoring yang dilakukan secara sampling di berbagai lokasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap seluruh destinasi wisata dan pelaku usaha dapat memberikan pelayanan optimal, sehingga pengalaman berwisata selama libur Lebaran 2026 tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para pengunjung. (Diskominfo Wonosobo/Aris)