Riparian Ramadhan di Wonosobo, Jalan Pintas Ajak Warga Peduli Ekosistem Sungai

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Komunitas Jalan Pintas menggelar kegiatan bertajuk Riparian Ramadhan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini mengajak puluhan peserta berjalan menyusuri kawasan Pagude–Wonosari sambil belajar mengenal lingkungan alam serta melakukan refleksi batin di bulan suci Ramadan.

Rute kegiatan dimulai dari halaman Masjid SD Al Adzkia yang berada di Dusun Pagude, Desa Pagerkukuh, Kecamatan Wonosobo. Para peserta kemudian berjalan menyusuri jalur di sekitar permukiman dan aliran sungai hingga mencapai titik akhir di Tropical Garden yang berada di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosobo.
Ketua Komunitas Jalan Pintas, Pratika Indah, menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar tersebut mengusung tajuk Riparian Ramadhan. Konsep kegiatan dirancang sebagai ruang pertemuan antara manusia dengan alam, pengetahuan, serta refleksi batin di bulan Ramadan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar agenda komunitas untuk berjalan-jalan, tetapi juga menjadi pengalaman belajar bagi para peserta. Selama perjalanan, peserta diajak berjalan secara perlahan di lanskap alam yang berdekatan dengan permukiman manusia modern, mengamati kehidupan yang tumbuh di tepian sungai, sekaligus merefleksikan kembali hubungan manusia dengan lingkungan yang selama ini menopang kehidupan.
“Dalam suasana Ramadhan yang sarat makna, kegiatan ini menjadi semacam pengingat bahwa merawat alam pada dasarnya juga merupakan bentuk merawat kehidupan itu sendiri,” ujarnya.

Selain berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan, peserta juga mengikuti kegiatan kreatif membuat flower bucket yang menjadi salah satu aktivitas menarik dalam rangkaian acara.
Dalam pelaksanaannya, Komunitas Jalan Pintas juga berkolaborasi dengan Tropical Garden melalui My Momments Space Cafe yang menyediakan lokasi kegiatan dengan suasana yang dekat dengan alam. Area tersebut juga dilengkapi mini zoo sehingga peserta dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan lingkungan.
“Berkolaborasi dengan Tropical Garden melalui My Momments Space Cafe kami disuguhkan tempat yang nyaman, dekat dengan alam serta mini zoo yang menarik, terasa lebih dekat dengan alam,” kata Pratika.
Sebanyak 48 peserta mengikuti kegiatan tersebut, mulai dari generasi Alpha hingga generasi Milenial. Selain bertujuan mempererat hubungan antaranggota komunitas, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bertemu teman baru yang memiliki minat serupa terhadap kegiatan berbasis alam.

Melalui kegiatan ini, Komunitas Jalan Pintas juga berupaya membuka kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga biodiversitas serta ekosistem riparian. Ekosistem riparian merupakan kawasan yang berada di sepanjang tepi sungai atau badan air yang menjadi zona peralihan antara daratan dan perairan. Wilayah ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, seperti menyaring air, mencegah erosi tanah, serta menjadi habitat berbagai jenis tumbuhan dan satwa.
Selain fungsi ekologisnya, kawasan riparian juga memiliki hubungan historis yang erat dengan kehidupan manusia. Sejak dahulu, banyak permukiman berkembang di sekitar sungai karena air menjadi sumber utama kehidupan, mulai dari kebutuhan domestik, sumber pangan, hingga berkembangnya aktivitas ekonomi dan peradaban.
Ke depan, Komunitas Jalan Pintas berencana terus mengembangkan konsep kegiatan serupa dengan pendekatan yang lebih luas. Tidak hanya sebagai aktivitas berjalan bersama, tetapi juga sebagai perjalanan pengetahuan yang mengajak masyarakat memahami alam, sejarah lokal, kesehatan mental, serta praktik hidup yang lebih berkelanjutan.

“Agenda Jalan Pintas selanjutnya akan dirancang tidak hanya sebagai kegiatan komunitas jalan-jalan, tetapi sebagai perjalanan pengetahuan yang mengajak masyarakat memahami alam, sejarah lokal, kesehatan mental, dan praktik hidup yang lebih berkelanjutan,” pungkas Pratika. (Aris)
