Muhammadiyah Buka Suara Terkait Khamenei Tewas Dirudal : AS-Israel Langgar HAM dan Hukum Internasional!

KoranRakyat.co.id —-PPMuhammadiyah buka suara terkait Tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei karena dirudal Amerika dan menilai AS-Israel langgar HAM dan hukum internasional!
Dilansir Inilah.com, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengecam keras agresi militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Muhammadiyah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah nyata dengan menjatuhkan sanksi tegas kepada AS dan Israel.
Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq Mughni, menyatakan bahwa serangan mematikan tersebut merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia, hukum internasional, serta pengabaian total terhadap resolusi-resolusi PBB.
“Kami menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan korban lainnya. Kami menyerukan agar PBB memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran tersebut dan mewujudkannya dengan langkah yang nyata,” tegas Syafiq dalam pernyataan resminya, Selasa (3/3/2026).
Selain menuntut sanksi, Muhammadiyah juga mendorong PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera bermanuver menghentikan eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Syafiq mengingatkan agar krisis terbaru ini tidak mengalihkan fokus dunia dari urgensi mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina.
Imbauan Meredam Ego Sektoral
Di tengah memanasnya tensi kawasan pasca-serangan balasan Teheran ke sejumlah markas AS di negara Teluk, Muhammadiyah secara khusus menyerukan agar Iran dan negara-negara Arab mengedepankan rasionalitas.
Organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia ini meminta seluruh negara anggota OKI untuk menahan diri, mengutamakan jalur diplomasi, dan mencegah pecahnya konflik terbuka yang lebih luas di antara sesama negara Muslim.
“Kami mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh-tokoh agama, dan kekuatan masyarakat pada umumnya untuk ikut menciptakan kedamaian dan keadilan global. Serta mengecam segala bentuk tindakan semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi,” pungkas Syafiq. (*)
