14 Juli 2026

Tiga Bandara di Indonesia Resmi Berstatus Internasional di Antaranya Bandara SMB II Palembang

KoranRakyat.co.id, Jakarta –Status Bandar Udara (Bandara) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II kembali berstatus bandara Internasional setelah beberapa waktu lalu diturunkan sebagai Bandara Domestik oleh Kemenhub RI.
Dilansir suaramerdeka.com, tiga Bandara di Indonesia resmi ditetapkan sebagai bandara Internasional.
Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 26 Tahun 2025 yang ditandatangani pada 25 April 2025 oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Adapun ketiga bandara tersebut adalah:
Bandara S M Badaruddin II di Palembang, Sumatera Selatan
Bandara H A S Hanandjoeddin di Bangka Belitung
Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang
Penetapan status ini didasarkan pada pertimbangan strategis nasional.
Yaitu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses investasi, perdagangan, dan pariwisata, serta mendukung pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK).
Dalam dokumen resmi, dijelaskan bahwa ketiga bandara tersebut wajib memenuhi syarat sebagai bandara internasional.
Termasuk standar keselamatan dan keamanan, ketersediaan unit pelayanan kepabeanan, keimigrasian, dan kekarantinaan, serta koordinasi yang efektif melalui Komite Fasilitasi (FAL) Bandara.
Kemenhub juga menegaskan bahwa jika dalam waktu 24 bulan tidak ada penerbangan internasional di bandara yang telah ditetapkan, maka statusnya akan dievaluasi ulang oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Selain itu, keputusan ini sekaligus mencabut status sebelumnya dari kedua bandara S M Badaruddin II dan Jenderal Ahmad Yani yang sebelumnya hanya dapat melayani penerbangan luar negeri untuk kepentingan terbatas seperti umrah atau perdagangan.
Penetapan ini juga didukung oleh surat permohonan dari masing-masing pemerintah daerah.
Termasuk Pj Gubernur Sumatera Selatan, Pj Gubernur Bangka Belitung, dan Gubernur Jawa Tengah yang mengajukan peningkatan status bandara sebagai langkah strategis daerah dalam mendorong konektivitas internasional.

Terbaik Asia Fsifik

Sebelumnya diberitakan meski mendapat berbagai penghargaan sebagai bandara terbaik  di kawasan  Asia Fasifik, anehnya status Bandara Internasional Bandara Sultan Mahmud Badaruddin  (SMB) II masih saja berstatus Bandara Domestik sejak status internasionalmya dicabut Kemenhub beberapa waktu lalu.

Dilansir SRIPOKU.COM, sebuah prestasi membanggakan diraih Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Bandara kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini menyabet tiga penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Airport Service Quality (ASQ) Awards 2024 yang diselenggarakan oleh Airport Council International (ACI).

Penghargaan ini menjadi bukti nyata transformasi pelayanan yang terus ditingkatkan oleh Bandara SMB II.

General Manager Bandara SMB II, R. Iwan Winaya Mahdar, menyatakan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran bandara dalam melayani setiap pengguna jasa dengan sepenuh hati.

“Komitmen untuk terus melayani dengan hati, memberikan pengalaman terbaik bagi para penumpang dan berupaya untuk terus meningkatkan performa baik dari sisi fasilitas, pengembangan infrastruktur hingga sumber daya manusia yang kompeten, membuahkan hasil yang membanggakan ini,” ungkap Iwan Winaya Mahdar, Jumat (18/4/2025).

Adapun tiga penghargaan yang berhasil diraih Bandara (SMB) II Palembang.adalah:

Best Airport of 2 to 5 Million Passengers in Asia-

Pacific: Penghargaan ini diberikan kepada bandara terbaik di kawasan Asia-Pasifik yang melayani antara 2 hingga 5 juta penumpang per tahun.

Airport with the Most Dedicated Staff in Asia-Pacific: Penghargaan yang mengakui bandara di Asia-Pasifik dengan staf yang dinilai paling berdedikasi dalam memberikan layanan profesional, ramah, cepat, dan sepenuh hati kepada penumpang.

Most Enjoyable Airport in Asia-Pacific: Penghargaan bagi bandara di Asia-Pasifik yang dianggap paling menyenangkan bagi penumpang berdasarkan pengalaman keseluruhan selama berada di bandara, mencakup kenyamanan, daya tarik, dan kepuasan.

ASQ Awards merupakan program penilaian global yang mengukur pengalaman pengguna jasa bandara melalui survei langsung di seluruh dunia.

Prestasi Bandara SMB II ini menjadi tolok ukur peningkatan layanan yang signifikan terhadap kepuasan pengguna jasa.

Secara keseluruhan, 10 bandara yang dikelola oleh InJourney Airports berhasil meraih total 27 penghargaan, menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat Indonesia.

Ironi Status Domestik di Tengah Pengakuan Internasional

Di tengah kebahagiaan atas raihan prestasi gemilang ini, terselip sebuah ironi.

Bandara SMB II Palembang yang diakui sebagai yang terbaik di kelasnya di Asia-Pasifik, nyatanya masih berstatus bandara domestik.

Pemerintah Kota Palembang pun menyambut baik rencana pemerintah pusat untuk mengembalikan status Bandara SMB II sebagai salah satu bandara internasional di Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Kgs Sulaiman Amin, mengungkapkan dampak signifikan penurunan status bandara terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Palembang.

“Pada waktu status Bandara SMB II tingkat internasional, jumlah wisatawan mancanegara berkunjung ke Kota Palembang mencapai 10 ribu orang. Namun, sejak status internasionalnya ini dicabut, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Palembang sekitar 900 orang,” jelas Kgs Sulaiman Amin.

Penurunan status ini memaksa wisatawan mancanegara untuk transit melalui Jakarta sebelum mencapai Palembang, berbeda dengan sebelumnya di mana mereka bisa langsung terbang ke Palembang.

Kondisi ini tidak hanya menurunkan jumlah kunjungan wisman, tetapi juga berdampak signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang, terutama dari sektor pajak.

Rata-rata lama tinggal wisman yang lebih panjang dibandingkan wisatawan domestik juga mempengaruhi perputaran ekonomi di sektor pariwisata, termasuk UMKM dan kuliner.

Kgs Sulaiman Amin berharap pengembalian status internasional Bandara SMB II akan kembali mendongkrak kunjungan wisman ke Palembang, yang memiliki potensi besar di sektor wisata budaya dan sejarah.

Wisatawan dari negara-negara ASEAN seperti Malaysia dan Singapura, serta negara lainnya seperti Tiongkok, Jepang, Amerika, Eropa, dan Timur Tengah, diharapkan dapat kembali menikmati akses langsung ke Palembang, sehingga meningkatkan PAD dan menggairahkan sektor pariwisata secara keseluruhan. (*)