19 Juli 2024

Setelah Dipecat Sebagai Dekan FK, Rektor Unair Kembali Angkat Budi Santoso

Surabaya, KoranRakyat.co.id – Sempat viral perihal dipecatnya Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga karena diduga mengeluarkan statement penolakan inport dokter dari China, Rektor mengembalikan posisinya sebagai dekan.

Rektor Universitas Airalangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, Prof M Nasih mengembalikan posisi Prof dr Budi Santoso alias Bus ke posisi Dekan Fakultas Kedokteran (FK).
Hal itu diumumkan Nasih, dan didampingi Budi di Kampus C Unair, Surabaya, Selasa (9/7) sebagai dilansir CNN Indonesia sebelumnya.

Dia mengembalikan posisi Budi setelah menerima surat klarifikasi dan keberatan dari yang bersangkutan.
“Kami sudah menerima surat dari Prof Bus, intinya kami sudah paham apa yang disampaikan oleh Prof Bus dan karena ada alasan bagi kami untuk mengangkat beliau sebagai dekan, ya kami angkat,” kata Nasih usai salat di Masjid Ulul Azmi.

Saat disinggung soal dasar pemecatan Budi, Nasih enggan menjawabnya. Ia menganggap hal itu adalah masa lalu.
“Itu masa lalu, sekarang kita fokus ke depan untuk Unair yang kita cintai secara bersama-sama,” ucapnya.
Nasih juga enggan menjawab apakah dasar pemecatan Budi sebelumnya dikarenakan pendapatnya yang menolak dokter asing ke Indonesia.
“Saya enggak tahu soal pendapat soal apa, yang saya tahu ini sahabat saya,” ujar Nasih.
Pada kesempatan itu walau kembali ditanya wartawan, Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu masih tertutup soal apa masalah yang sebenarnya menjadi dasar pemecatan Budi.

Dia mengatakan hal itu merupakan urusan internal lembaganya.
“Lo kok tanya saya. Jadi ini urusan internal kami di sini. Dan hanya di Unair Iho posisi dekan jadi heboh seperti sekarang,” kata Nasih.

Respons Menkes usai Dikritik Dekan FK Unair

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (CNN Indonesia)Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku tak masalah dengan pernyataan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Budi Santoso, yang menolak rencana pemerintah mengimpor dokter asing ke Indonesia.
“Terus terang saya sendiri enggak terlalu masalah juga dengan komentar beliau ya, karena lebih banyak komentar jelek mengenai saya,” kata Menkes Budi di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (8/7).

Namun, ia menyebut perihal wacana mendatangkan dokter asing ke Indonesia itu diperbolehkan secara aturan.
Dengan begitu, menurutnya diskursus soal itu juga telah rampung mengingat hukum positif Indonesia memang mengizinkan.
“Kalau misalnya ada publik enggak setuju ya itu sama saja seperti kitanya bilang, pemilihan presiden sudah ditentukan yang menang beliau, ‘oh saya enggak setuju’, ya kan sudah diputuskan,” ujarnya.
Pada saat yang sama, BGS menegaskan perihal pemberhentian Budi sebagai Dekan FK Unair itu merupakan kewenangan Rektor Unair.
Ia menekankan Kemenkes tak memiliki kewenangan perihal itu.
“Dan kita juga tidak tahu pertimbangannya apa, mengapa diberhentikan saya juga tidak ada komunikasi sama rektor,” ucap dia.
Dekan FK Unair, Budi Santoso, dicopot tak lama usai lantang menolak rencana pemerintah mendatangkan dokter asing ke Indonesia.
Budi menolak rencana itu karena menurutnya, hampir semua dari 92 fakultas kedokteran yang ada di Indonesia mampu meluluskan dokter berkualitas yang tak kalah dengan dokter asing.
“Secara pribadi dan institusi, kami dari fakultas kedokteran tidak setuju,” kata Budi.
Tak lama setelah pernyataan itu, Budi dipanggil pimpinan kampus hingga akhirnya dipecat sebagai Dekan FK Unair. Ia mengonfirmasi pemberhentiannya pada Rabu (3/7).
Budi mengaku sempat dipanggil Rektor Unair pada Senin (1/7) untuk dimintai keterangan. Ia menduga, alasan pemberhentiannya bertalian dengan penolakan atas rencana pemerintah mendatangkan dokter asing.
Rektor Unair, M. Nasih masih irit bicara soal pemecatan tersebut. Ia justru mempertanyakan mengapa media menulis pemecatan itu meski belum mendapatkan salinan Surat Keputusan (SK) Rektor perihal pemecatan Budi. (*/Sar)