25 April 2024

Kelewat Keji dan Biadab! Militer Israel Usir Para Medis dan Pengungsi dalam Keadaan Setengah Telanjang

Istanbul, KoranRakyat.co.id —Militer Israel kembali melancarkan operasi militer baru di kota Khan Younis di Jalur Gaza Selatan, dengan menembaki RS Al-Amal dan mengusir para petugas medis.

Dan serangan itu sudah bisa bisa dikategorikan keji dan sangat biadab.

Seperti diwartakan  tvOnenews.com rumah Sakit (RS) Al-Amal ditembaki dengan membabi buta.

Menurut pernyataan militer Israel itu, ada sekitar 40 target yang diserang dalam operasi tersebut di lingkungan Al-Amal di bagian selatan kota.

Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa.

Namun, Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, pasukan Israel telah menyerbu Kompleks Medis Nasser dan Rumah Sakit Al-Amal di kota itu dengan tembakan membabi buta.

Organisasi itu mengatakan pasukan Israel menembakkan bom-bom asap ke RS Al-Amal hingga memaksa para petugas medis, pasien, dan pengungsi Palestina yang mencari perlindungan di fasilitas itu meninggalkan tempat.

Satu orang warga Palestina dilaporkan terluka dalam serangan itu.

Tentara Israel geruduk Rumah Sakit al-Shifa Gaza/ VIVA Militer

Menurut kelompok bantuan tersebut, pasukan Israel memaksa mereka yang berada di dalam rumah sakit “untuk meninggalkan tempat itu dalam keadaan setengah telanjang.”

Israel terus melancarkan serangan militer mematikan di Jalur Gaza usai serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel.

Sejak itu, lebih dari 32.200 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas di Gaza.

Selain itu, sedikitnya 74.500 lainnya terluka di tengah kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok.

Perang Israel telah memaksa 85 persen penduduk Gaza mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Israel Makin Brutal Selama Ramadhan, Kemenkes Gaza Lapor 92 Warga Palestina Mati Syahid dalam 24 Jam Terakhir/ tvOnenews.com

Sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) dituduh melakukan genosida. ICJ pada Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan aksi tersebut serta dan mengambil tindakan yang menjamin bantuan kemanusiaan bisa sampai kepada warga sipil di Gaza.(*/Sar)