16 Juni 2024

Sekda OI Ingatkan Kembali Tentang Netralitas ASN dalam Pemilu

INDRALAYA|KoranRakyat co.id – BUPATI Ogan Ilir (OI) yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), H Muhsin Abdullah, ST, MT, MM mengingatkan kembali tentang netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pemilu. Ia berharap sikap netral tersebut ditaati oleh semua ASN yang bekerja di Ogan Ilir.

Penegasan tersebut disampaikan Sekda Muhsin Abdullah saat menghadiri Apel Siaga Patroli Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ogan Ilir (OI) di Lapangan ITC, Indralaya, Sabtu 10 Februari 2024.

Apel siaga yang dilaksanakan menjelang hari tenang ini diikuti oleh Bawaslu, Panwascam, serta Pengawas Desa dan Kelurahan (PKD) se Kabupaten Ogan Ilir. Untuk diketahui jumlah kecamatan yang ada di OI sebanyak 16 kecamatan, serta 241 desa/kelurahan.

Selain itu hadir juga Anggota Bawaslu Sumsel, Ketua dan Anggota Bawaslu OI, Ketua dan Anggota KPUD OI, Kapolres OI, AKBP H Andi Baso Rahman, Dandim 0402 OKI, serta Staf Ahli Bupati Bidang Pemkumpol, Dr Yohannas, dan sejumlah Kepala OPD.

Menurut Ketua Bawaslu OI, Dewi Alhikmah Wati, apel siaga tersebut untuk mengechek dan mengingatkan para jajaran pengawas Pemilu agar tetap bersikap sigap dan siap, dalam tugas pengawasan selama masa tenang, hari pencoblosan serta di saat penghitungan dan rekapitulasi suara Pemilu 2024.

DITERTIBKAN

Di awal hari tenang, Bawaslu OI bekerjasama dengan aparat terkait, akan membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK) milik capres/cawapres, caleg, dan partai.

Berdasarkan pengamatan media ini, Minggu pagi 11 Februari 2024, tim gabungan dari Bawaslu bekerjasama dengan Pol-PP, Dishub, Polres dan Kodim, telah melakukan penertiban dan pembersihan APK, seperti terpantau di Indralaya. Mereka melepas dan merobohkan APK yang masih terpajang di sepanjang jalan. Beberapa jurnalis terlihat ikut memantau dan meliput kegiatan tersebut, antara lain Barkat (TV One), Sardinan (Ogan Ilir Co), dan Henny.

Kepada pers, Ketua Bawaslu menyampaikan sebanyak 15.000 APK yang mereka bersihkan, baik yang berada di ibukota OI maupun yang berada di kecamatan, desa dan kelurahan.

Menurut Dewi Alhikmah Wati, pihaknya juga akan terus memantau kemungkinan peserta pemilu, caleg atau timnya, yang melakukan money politic (politik uang).

Dari pengamatan selama ini, di setiap Pemilu terutama sejak tahun 2009, di saat hari tenang adalah kesempatan para caleg atau timnya bagi-bagi uang, yang dikenal dengan istilah serangan fajar.

Isu yang berkembang saat ini, kisaran besaran politik uang ini mencapai Rp 200.000 – Rp 300.000,- per kepala. “Itu suara- suara yang berkembang di masyarakat,”ujar Edi warga Indralaya, sembari menambahkan, kalau di bawah itu khawatir tidak dipilih masyarakat, ujarnya dengan nada prihatin.

Terkait dengan kemungkinan maraknya permainan money politic menjelang hari pencoblosan ini, Ketua Bawaslu OI tersebut, meminta jajaran pengawasan Pemilu untuk terus bergerak melakukan pengawasan. Ia juga mengimbau agar para Caleg tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan hukum ini.

Sementara Kapolres OI, AKBP H Andi Baso Rahman menyatakan, kesiapan aparat kepolisian untuk membantu di bidang pengamanan Pemilu, supaya dapat berjalan tertib dan aman.

Kapolres juga meminta para petugas Linmas yang bertugas di tiap-tiap TPS, agar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Sedangkan kepada masyarakat, Kapolres minta agar ikut menjaga pemilu damai, sehingga pemilu berjalan sukses.

Sementara terhadap informasi ada lokasi TPS yang tergenang air, seperti di kecamatan Indralaya Utara, Sekda Muhsin Abdullah, minta kepada KPUD dapat menggeser ke tempat yang lebih aman, namun jangan terlalu jauh dari lokasi semula. (ica)