18 April 2026

Ada Kabar Bencana Tanah Longsor di Pulau Serasan, Jaringan Telekomunikasi Terputus

hingga 03/03/2023 Belum ada tanda-tanda meluruh, pusat pusaran yang tadinya di atas semenanjung Malaysia berpotensi mengalami pergerakan ke selatan semakin mendekati wilayah Indonesia. Semoga segera melemah. Yuk, waspada.

KR Natuna,- Ada kabar di sejumlah group medsos ynag ,enyebutkan te;ah terjadi bencana bankir dan tanah longsor di pulau Serasan, Kab Natuna, siang tadi,  bencana ini diduga akibat cuaca buruk yang melanda Serasan, Natuna, Senin, (6/03/ 2023). Natuan mennag sedang di lintasi badai vorteks Borneo sejak 28 Fabruari 2023, badai ini terus menguat dalam beberapa hari terakhir,

Ahli Klimatologi BRIN Dr Yustrianuingsih menyebut bahwa Vorteks Borneo yanag terbentuk awalnya di semenajung Malaya kini bergerak di sekitar Laut Natuna Utara, angin kencang sisanya dari utara kini mengarah ke Pulau Jawa.

“Inilah kondisi ekstrem yang sejak Desember saya khawatirkan bisa terjadi. Hujan deras dan angin kencang yang dipicu oleh badai vorteks. Semoga tidak ada lagi eskalasi ekstrem setelah Maret ini. Hati-hati semuanya. #SADEWA_BRIN,” tulis peneliti klimatologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin pada akun Twitternya, dikutip Kamis (2/3/2023).

Menurutnya saat ini dua fenomena utama tersebut tengah terjadi di Laut China Selatan. Pertama CENS, yaitu penguatan angin dari utara yang memiliki kecepatan rata-rata di atas 5 m/det di wilayah Laut China selatan bagian selatan dekat Laut Jawa.

Berdasarkan pantauan BRIN, indeks CENS mulai aktif sejak 21 Februari hingga sekarang. Angin dari utara yg kuat ini telah berperan memperkuat angin monsun hingga 2-3 kali lipat semula, sehingga memengaruhi angin kencang yang marak terjadi saat ini.

Kedua, vorteks Borneo. Vorteks adalah pusaran angin yang memiliki radius putaran pada skala meso, yaitu antara puluhan hingga ratusan kilometer.

Kepada media ini  Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Raja Darmika. mebenarkan jika , pihaknya menerima dua laporan kejadian longsor di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur.

“Dini hari tadi di Desa Air Nusa, siang ini informasinya di Desa Pangkalan,” ucapnya saat dihubungi Media, Senin, 6 Maret 2023.

Sampai saat ini pihaknya belum mengetahui jumlah korban dan kerugian akibat tanah longsor tersebut.

“Komunikasi susah kesana, cuma informasi yang diterima di Desa Pangkalan ada rumah warga yang tertimbun dan korban jiwa,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Natuna Wan Siswandi mengatakan, sekitar 50 orang tertimpa tanah longsor yang melanda Serasan, tadi siang sekitar pukul 12.00 WIB. datanya masih harus do korscek dan diverifikasi, saat ini komunikasi macet karena signal do serasan ,menghilang, sejak siang radi.

Sore ini Bupati Natuna bersama instansi terkait dijadwalkan bertolak ke Serasan untuk meninjau langsung di lokasi kejadian.

“Kita akan bertolak ke Serasan sore hari ini, menggunakan kapal Indra Perkasa dan Kapal Sasikirana milik Basarnas Natuna,” ucapnya di Kediamannya. (red)