7 Desember 2025

Peluang OI Meraih Juara Umum STQH Tingkat Provinsi 2023 Terbuka

INDRALAYA|KoranRakyat co.id – MEMPERHATIKAN para pemenang pertama/juara 1 pada STQH Kabupaten Ogan Ilir (OI), maka peluang OI untuk meraih juara umum pada STQH tingkat provinsi Sumsel tahun 2023 ini terbuka lebar.

Beberapa peserta yang pada MTQ Provinsi Sumsel tahun 2022, yang ikut STQH OI tahun 2023 ini, kembali meraih juara 1. Mereka antara lain Husni Mubarok (tilawah dewasa putra), Amelia Yulistina (tilawah dewasa putri), Maulana Aban Najwa (tahfiz 5 juz tilawah), Syahmi Rajih Qusoiyi ( tahfiz 1 juz tilawah), dan Fathurromadhoni (tahfiz 20 juz). Diperkirakan mereka ini akan berpeluang besar untuk menjuarai pada STQH tingkat provinsi nantinya.

Para pemenang atau juara ini diumumkan Dewan Hakim pada acara penutupan STQH OI tahun 2023 di Desa Betung II Kecamatan Lubukkeliat, Minggu sore 5 Februari 2023.

 

INDRALAYA JUARA UMUM
Diumumkan juga bahwa kecamatan yang berhasil menjadi juara umum pada STQH kali ini diraih oleh Kecamatan Indralaya dengan nilai 36. Lalu juara II diduduki dua kecamatan, yakni Indralaya Selatan (24) dan Indralaya Utara dengan nilai sama 24.

Sedangkan Juara III diduduki Kecamatan Payaraman dengan nilai 17. Lalu juara /rangking IV Kecamatan Lubuk Keliat sebagai tuan rumah dengan nilai 15, dan juara/rangking V Kecamatan Tanjung Raja dengan nilai 14. Sementara sebagai juru kunci ditempati Kecamatan Pemulutan Selatan dengan nilai 0 (nihil).

PLUS-MINUS
Berdasarkan pengamatan dan penilaian sejumlah pengunjung STQH OI, 1 – 5 Februari 2023, beberapa hal yang dinilai positif dari penyelenggaraan STQH kali ini yakni semangat peserta cukup baik untuk ikut STQH, terbukti beberapa cabang full peserta. Kemudian terjadi perbaikan sistem pendaftaran dengan penerapan pendaftaran secara online, dan tahapan waktu yang jelas.

Sementara yang dinilai terjadi penurunan (minus), yakni sistem penjurian tidak menggunakan IT live scoring, sehingga penilaian tidak bisa langsung disaksikan oleh masyarakat luas, seperti saat MTQ tahun 2022 lalu. Hal ini menimbulkan kesan kurang transparan. Terkait hal ini, Ketua LPTQ OI Ki Abdul Gofar Ruslan, menjelaskan tidak digunakannya penilaian dengan sistem live score, karena peralatannya rusak. Namun Abdul Gofar yang juga Koordinator Dewan Hakim menjamin, kerja dewan hakim tetap independen dan objektif.
Selain itu untuk job description Hakim Pengawas tidak ada panduan dan pembagian yang jelas seperti pada pelaksanaan MTQ 2022 lalu.

Di luar itu masih terlihat animo para penonton untuk menyaksikan lomba-lomba STQH masih kurang, terutama dari masyarakat setempat. Para penghadir umumnya hanya hakim, official dan peserta saja, terutama di lomba cabang non tilawah.
Kalau penonton pada cabang tilawah dewasa, terutama pada malam final cukup banyak. Begitu juga untuk konsumsi para dewan hakim, juga mengalami penurunan di banding tahun lalu. (ica)