18 Agustus 2022

DPRD Lahat Bentuk Pansus, Sikapi Keluhan Masyarakat Soal Debu Barubara dan Jalan Rusak

LAHAT | Koranrakyat.co.id — DPRD Kabupaten Lahat akhirnya membentuk Panitia Khusus (Pansus) Angkutan Batubara, untuk menjawab keluhan panjang masyarakat terkait permasalahan debu dan kerusakan jalan umum yang tidak kunjung selesai, terutama di ruas Merapi area.

Ketua DPRD Lahat, Fitrizal Humizi ST melalui wakil ketua DPRD Lahat, Gahru SE, menyampaikan bahwa Pansus Batubara DPRD, diketuai Drs Ghozali Hanan, Wakil Ketua Edward dan anggotanya terdiri dari para sejumlah anggota fraksi dan komisi

DIkatakan, DPRD Lahat juga telah melaksanakan audiensi dengan Bupati Lahat Cik Ujang SH, guna mencari solusi mengenai persoalan ini. ”Permasalahan ini tidak kunjung selesai. Berulangkali laporan masyarakat diterima, bahkan seringkali aksi demo karena masalah debu batubara serta kemacetan jalan. Tapi tidak juga selesai,” ujar Gahru.

Disebutkan Pasnus sudah meninjau beberapa lokasi tambang, seperti area PT Batubara Manunggal Sakti (BMS) dan PT. Servo, sekaligus mengamati keberadaan tambang dan kegiatan operasinya. Termasuk angkutan truk-truk yang mereka operasikan ketika menggunakan jalan umum. Tujuan pansus ini dibentuk agar masyarakat tenang, sementara pemerintah daerah mendapatkan income dan perusahaan juga bisa beroperasi tanpa hambatan.

”Kita sangat setuju adanya tambang ini, tetapi mereka harus ada kewajiban dan memenuhi aturan yang ada. Terutam mengenai transportasi angkutan yang digunakan. Pansus ini dapat berjalan dengan baik bila ada kerjasama sinergi dengan pemerintah daerah,” kata Gahru.

Pejabat Humas PT. BMS

Terpisah humas PT BMS, Darmawansyah didampingi Susilo, ketika dikonfirmasi media di kantornya tambang bara manunggal sakti (BMS) mengatakan pihaknya mengapresiasi dibentuknya panitia khusus batubara DPRD Lahat ini.

Mengenai ketentuan angkutan batubara, sesuai Surat Nomor 55 12/4151/5/Dishub tanggal 8 November tahun 2018 yang ditandatangani Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan, Darmansyah menjelaskan selama ini PT BMS memang menggunakan jalan lintas propinsi. Namun pihaknya juga selalu melakukan perbaikan pada ruas jalan yang rusak dengan mengaspalnya kembali.

Mengenai dampak debu dari angkutan truk, lanjut Darmasnyah, pihak BMS juga telah memberikan kompensasi untuk warga setiap bulan. Selain itu ada juga penyaluran yang lain seperti tali asih yang diberikan melalui pemerintah setempat.

”Harapan ke depan BMS selalu bersinergi dengan pemperintah dan masyarakat, dan adanya BMS dapat bermanfaat dalam menunjang perekonomian masyarakat khususnya di kabupaten Lahat,” tuturnya. (Destri)

Lewat ke baris perkakas