11 Juni 2026

Bupati Lahat serta Para Kadis dan Kaban Panen Padi Bersama

0

LAHAT | Koranrakyat.co.id — Bupati Lahat H.Cik Ujang, SH bersama , Asisten II, para Kepala Dinas, Kepala Badan, melaksanakan panen padi Bersama dalam rangka kegiatan Perluasan AREA Tanam Baru (PATB) Senin (14-06-2021) bertempat di Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Lahat, Eti Listina, S.P., M.M., menyampaikan momen peningkatan produktivitas padi di Bumi Seganti Setungguan ini akan menjadi hal terbaik, dimana berdasarkan areal sampel KSA BPS 2020, produksi padi mencapai 70.278 ton, dengan produktivitas padi 49, 60 kuintal per hektar.

“Langkah produktivitas tersebut turun sekitar 0,83 kuintal per hektar dari tahun 2019, yang mencapai 50,40 kuintal per hektar dengan 4,36 kuintal dari tahun 2018 dengan jumlah 53,96 kuintal per hektar,” paparnya

Untuk mengembalikan angka produksi di 2021, salah satunya melalui kegiatan PATB padi, dimana menyasar pada 928 hektar bukaan baru, baik ladang maupun sawah yang terlantar.


“Setiap hektarnya diperbantukan benih padi unggul bersertifikat 40 gram per hektar, pupuk NPK non subsidi 200 KG per hektar, herbisida, peptisida, pupuk hayati, dan sumur bor khusus untuk wilayah tertentu,” terangnya

Kemudian Eti menambahkan, pada 2021, selain PATB dibantukan juga benih padi baru untuk lahan seluas 1.000 hektar dari Kementerian Pertanian, dimana bantuan tersebut dapat menjawab kelemahan padi Ciherang yang umum ditanam di Kabupaten Lahat.
“Karena produksinya terus mengalami penurunan, penerapan tanam padi jajar legowo giliran varietas tanaman serta pengendalian terus diupayakan,” ungkapnya seraya menuturkan, dengan melibatkan petugas penyuluh lapang yang ada disetiap desa, petugas pengawas hama. Setelah hataran sawah di Desa Tanjung Payang, Banjar Negara, Tanjung Tebat dan Nantal. Akan dicoba dengan tanaman biji kedelai,”Ucapnya

Sementara itu, Bupati Lahat, H. Cik Ujang, S.H., mengatakan , dalam kurang dua tahun semenjak palak Siring irigasi jebol hingga tertutup, baru satu kali panen, itupun dengan sistem padi tadah hujan.
Tidak bisa dibangun langsung karena anggaran sudah diketuk palu, maka, memanggil Dinas PUPR.

“Dana sebesar Rp 8 M telah dipersiapkan, kini masuk dalam proses tender pada tahun 2021. Memasukkan air Sungai Lematang ke sawah lebih kurang 300 hektar, maka penanganan dengan sebaik-baiknya, dan dikontrol oleh tokoh masyarakat,”jelasnya. (Safta)

Tinggalkan Balasan