4 Februari 2023

Yang Harus Dilakukan Jika Tinggal di Zona Merah Atau Tinggal  Bersama Orang Positif Corona

KR Natuna- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan Masyarakat yang tinggal di wilayah zona merah diharapkan untuk tidak berpergian ke luar kota, Kurangi aktifitas luar rumah yang tidak penting.

Wiku menjelaskan, selalu ada keterkaitan antara mobilitas masyarakat dan kenaikan kasus. Di tengah pandemi Covid-19, langkah paling ideal yang seharusnya diambil masyarakat adalah tidak melakukan perjalanan jarak jauh.

Apalagi untuk masyarakat yang tinggal di zona merah. Mereka disarankan untuk tidak berpergian dengan jarak jauh.

“Saya telah menyampaikan, masyarakat yang berasal dari zona merah, di mana tingkat penularannya tinggi tidak direkomendasikan melakukan perjalanan ke daerah lain. Karena berpotensi tinggi menularkan Covid-19,” jelas Wiku.

warga yang berada di Zona Merah  virus disease (Covid-19) tidak perlu sampai panik dan khawatir. Yang terpenting adalah melakukan antisipasi agar tidak tertular.

“Yang harus dipahami  Covid-19  itu hidup di inangnya yaitu manusia, virus ada di dalam saluran pernafasan dalam cairan, ketika ada yang batuk maka tutup mulut dengan tisu atau sapu tangan,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Natuna Hikmat Aliansyah

Masyarakat secara mandiri harus bisa melakukan pembatasan sosial, jaga kebersihan, berdiam diri di rumah tiga minggu ke depan maka penyebaran corona bisa ditekan, kata dia.

Ia mengakui jika dilakukan karantina wilayah secara penuh maka potensi penularan dapat ditekan akan tetapi terdapat sejumlah aturan soal ini.

 

Bagimana Jika Ada Anggota Keluarga Yang Terpapar Covid -19 ?

Isolasi sangat penting untuk membantu menekan penyebaran Covid-19. Semua pasien yang terkena virus ini harus diisolasi untuk menghindari penularan virus kepada orang lain.

Bagi mereka yang tidak mengalami gejala parah dan tidak dibawa ke rumah sakit, masa isolasi dilakukan di rumah.

Idealnya, pasien itu memiliki ruang yang cukup besar untuk menghabiskan rata-rata antara 10 hingga 14 hari sendirian

Tetapi kenyataannya adalah bahwa sebagian besar orang tinggal di tempat yang tidak memiliki akses ke kamar mandi yang terpisah untuk khusus digunakan oleh pasien itu.

Di sini, kami mengilustrasikan beberapa tindakan yang disarankan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), sebuah lembaga kesehatan masyarakat nasional di Amerika Serikat, untuk membuat lingkungan Anda lebih aman dan menjaga bagian-bagian lain dalam rumah bebas dari infeksi.

Kamar pasien

Pintu kamar tempat pasien tidur harus selalu ditutup. Penting juga untuk membuka jendela ruangan demi memastikan aliran udara yang baik. Anda juga dapat menyalakan kipas angin untuk membantu sirkulasi udara.

Orang yang sakit harus makan (atau diberi makan) di dalam ruangan itu, dan sampah pasien (tisu, masker dan lain-lain) harus dibuang ke tempat sampah terpisah yang telah dilapisi kantong plastik.

Jika tidak memungkinkan untuk memiliki kamar terpisah dan orang lain perlu berbagi ruangan itu dengan seseorang yang terinfeksi, letakkan tempat tidur dengan setidaknya jarak dua meter di antaranya, dan jika bisa, letakkan sebuah pembatas, misalnya tirai kamar mandi, layar lipat, papan karton besar atau bahkan selimut maupun sprei.

Jika hanya ada satu tempat tidur, sebaiknya tidur dengan posisi berlawanan arah, sehingga wajah orang yang terinfeksi bisa sejauh mungkin dari wajah orang lain.

Jaga jarak Anda

Idealnya, tidak ada yang boleh memasuki ruangan yang ditempati pasien yang mengidap Covid.

Namun, jika benar-benar diperlukan, keduanya harus memakai masker, dan orang yang masuk harus memakai sarung tangan sekali pakai saat menyentuh benda apa pun di dalam ruangan itu.

Makanan harus ditinggalkan di depan pintu, agar pasien dapat mengambilnya setelah orang yang membawanya telah pergi.

Kamar mandi

Idealnya, orang yang sakit sebaiknya menggunakan kamar mandi terpisah.

Jika ini tidak memungkinkan, yang terbaik bagi orang yang terinfeksi adalah menggunakan kamar mandi setelah orang lain menggunakannya, lalu bersihkan dan disinfeksi semua permukaan sambil menggunakan sarung tangan.

Jika Anda membutuhkan kamar mandi setelah seorang pasien menggunakannya, tunggu selama mungkin untuk memberi kesempatan agar udara di dalam bersirkulasi.

Pasien harus menggunakan handuk sendiri.

Orang yang sakit harus membersihkan kamar mandi setelah menggunakannya, tetapi jika ini tidak memungkinkan dan orang lain perlu melakukannya, kenakan masker dan sarung tangan sekali pakai.

Kemudian buang peralatan tersebut ke tempat sampah berlapis kantong plastik dan segera cuci tangan Anda.

Menyentuh benda

Hindari berbagi benda atau barang dengan pasien.

Siapkan piring, peralatan makan, gelas, dan lain-lain, yang terpisah untuk digunakan secara khusus oleh pasien.

Setelah digunakan, semua peralatan itu harus dicuci dengan deterjen dan air panas sambil menggunakan sarung tangan sekali pakai. Setelah selesai, lepas sarung tangan dan cuci tangan dengan sabun setidaknya selama 20 detik.

Sedangkan untuk pakaian atau sprei kasur kotor, harus ditangani juga dengan mengenakan sarung tangan dan jangan dikibaskan saat masih belum dicuci.

Benda-benda tersebut bisa dicuci dengan air panas bersama dengan pakaian anggota rumah tangga lainnya. Jika memungkinkan, keringkan dengan mesin pengering dengan suhu tinggi.

Setelah itu cuci tangan Anda

 

Ini Daftar Vitamin untuk Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri

 

Asupan gizi yang dikonsumsi serta vitamin merupakan hal yang patut diperhatikan bagi pasien yang terinfeksi virus Corona untuk mempercepat proses pemulihan dan penyembuhan.

Pasien Covid-19 bergejala ringan dan tanpa gejala pada umumnya tak perlu dirawat di rumah sakit untuk proses penyembuhan. Meski demikian, harus disertai juga dengan asupan vitamin dan makanan bernutrisi agar tubuh cepat pulih dari infeksi virus Corona.

 

Lantas, apa rekomendasi vitamin untuk pasien Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri?

 

Nah bagi Anda yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, ada beberapa rekomendasi vitamin yang bisa dikonsumsi nih agar imunitas tubuh maksimal melawan virus corona.

Berdasarkan Pedoman Tatalaksana Covid-19 Edisi 3, seperti dikutip dari detik.com, yang disusun oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada sejumlah rekomendasi vitamin untuk penderita Covid-19 yang dibagi per kategori, antara lain:

Rekomendasi vitamin untuk pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG):

Vitamin C:

– Tablet vitamin C non acidic 500 mg per 6-8 jam sekali (untuk 14 hari).

– Tablet hisap vitamin C 500 mg per 12 jam sekali (selama 30 hari).

– Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet per hari (selama 30 hari).

– Dianjurkan multivitamin yang mengandung C, B, E, Zink.

Vitamin D:

– Suplemen 400-1000 UI per hari.

– Obat 1000-5000 IU per hari.

Pasien Covid-19 tanpa gejala diharuskan untuk menjalani isolasi mandiri selama 10 hari sejak terkonfirmasi positif Corona. Kemudian, pedoman tersebut juga menjelaskan jika pasien memiliki komorbid atau penyakit penyerta, maka dianjurkan untuk tetap melanjutkan pengobatan yang rutin dikonsumsi.

“Apabila pasien rutin meminum terapi obat antihipertensi dengan golongan obat ACE-inhibitor dan Angiotensin Receptor Blocker perlu berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis jantung,” tulis pedoman tersebut, dikutip detik.com, Selasa (18/5/2021).

Rekomendasi vitamin untuk pasien Covid-19 bergejala ringan:

Vitamin C:

– Tablet vitamin C non acidic 500 mg per 6-8 jam sekali (untuk 14 hari).

– Tablet hisap vitamin C 500 mg per 12 jam sekali (selama 30 hari).

– Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet per hari (selama 30 hari).

– Dianjurkan multivitamin yang mengandung C, B, E, Zink.

Vitamin D:

– Suplemen 400-1000 IU per hari.

– Obat 1000-5000 IU per hari.

Azitromisin 1 x 500 mg per hari selama 5 hari.

Antivirus:

– Oseltamivir (Tamiflu) 75 mg per 12 jam diminum selama 5-7 hari, terutama jika diduga ada infeksi influenza.

– Favipiravir (Avigan sediaan 200 mg) loading dose 1600 mg per 12 jam pada hari pertama dan selanjutnya 2 x 600 mg pada hari ke 2-5.

Selain mengonsumsi vitamin, pasien Covid-19 bergejala ringan juga dapat melakukan terapi simtomatik. Misalnya, jika mengalami demam, pasien dianjurkan untuk meminum paracetamol.

Pasien Covid-19 bergejala ringan pun diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri selama 10 hari sejak gejala Corona muncul, kemudian ditambah tiga hari setelah bebas gejala. (red)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas