Kasus ke 263 Yang Terpapar Covid-19, Natuna Butuh Logistik Tambahan

KR Natuna, hari ini Sabtu 22 September 2021 angka penambahan pasien Covid-19 Natuna mencatatkan penambahan sebanyak 30 Orang, sehingga total keseluruhan sejak Covid-19 masuk Natuna pada awal November 2020 hingga hari ini mencatatkan sebanyak 263 pasien, dan 3 orang pasien meninggal Dunia.
Sesuai data satgas penanganan Covid-19 Natuna hingga hari ini sebanyak 89 psien menjalani karabntina terpadu di Asrama haji komplek masjid agung Natuna, balita sebanyak 5 orang, anak-anak sebanyak 8 orang serta 76 dewasa. selain di Asrma haji, ada 7 orang pasien yang bergejala menjalani perawatan diruang perawatan isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Natunam sejumlah pasien juga menjalani karantina di pasilitas TNI AU, TNI AD dan karantina Mandiri di rumah.
” Peta sebaran pasien Covid 19 di natun saat ini meliputi Kecamatan Bunguran Timur, Kecamatan Bunguran Barat, Kecamatan Pulau Tiga dan kecamatan Midai dan kita tim satgas masih trus beriupaya melakukan pelacaan tarking dan tracing untuk mengantisipasi agar mata rantai penyebaran bisa diminimalisir.,” jelas Hikmat Alisnsyah selaku Jubir satgas dan Plt kadis kesehatan Natuna/
Menghadapi lonjakan penambahan kasusu terpapar covid-9 yang melanda Natuna Hikmat menjelaskan bahwa Natuna saat ini sangat membutuhkan tambahan dukungan logistik baik perlatan dan bahan tracing maupun tenga kesehatan.
” Saat ini kapasitas ruang rawat inap pasien isolasi di RSUD natuna hanya ada 10 bed (tempat tidur-red) dan hingga saat ini sudah terisi 7, sementara di RSUD hanya ada 3 unit ventilator, 1 unit ruang isolasi di UGD dan 1 unit ICU, dengan lonjakan jumlah pasien terpapar baik OTG maupun ynag bergejala Natuna juga ,embutuhkan tambahan alat Rapit test Antigen ynag setoknya juga sudah menipis, reagen dan peralatan filter tip untuk alat PCR (Swab) guna mendukung percepatan pelacakan kontak erat, saat ini di Natuna juga tidak ada dokter ahli penyakit dalam atau dokter ahli paru, ini juga menjadi kendala tantangan yanag harus segera dicarikan solusinya, ” jelas Hikmat menjawab konfirmasi media ini.
Sementara sekretaris satuan tugas percepatan penanganan Covid -19 Natuna sekaligusKepala dinas Pemadam Kebakaran dan penangulangan bencana Natuna Sawal SE yant dikonfirmasi terpisah menjelaskan bahwa pihak satgas terus berusaha mengevaluasi semua tahapan penanganan dan terus berupaya memnuhi kekurangan logistik yang dibutuhkan.
” Pihak satgas kabupaten Natuna sudah melaksanakan rapat tim, dan terus berkoordinasi dengan seluruh stake holder agar penannganan bencana non alam covid19 di Natuna ini bisa terus berjalan lancar, tentu kekurangan dilapangan terus kita evaluasi dan kita upayakan perbaikan semampu kita, tetapi kita juga berharap Natjna bisa dibantu pemerntah propinsi maupun pemerintah pusat agar logistik, baik APD, Rapit test, dan peralatan pendukung ynag dibutuhkan untuk penanganan pasien di RSUD Natuna bisa dibantu, Londisinya memang sudah emergency saat ini,” Jelas Sawal SE. Sabtu (22.04)
PLH Bupati Natuna sekaligus pejabat sekretaris Daerah Kab Natuna Hendra Kusuma SH kepada media ini menjelaskan bahwa satgas penanganan Covid-19 Natuna saat ini konsenmtrasi untuk mengantisipasi kebutuhan ruang inap untuk karantina terpadu seandainya asram,a haji full
” Saat ini kita pertimbangkan sejumlah tempat unutk mengantisipasi tempat karantina terpadu seandainya jumlahpasien OTG terus bertambah dan asrama haji full. kita meninjau mess kecamatan dan sejumlah penginapan, nanti kita putuskan dalam rapat satgas dimana yang terbaik, Insyaalah kita juga berupaya menyampoika kebutuhan logistik dan kekurangan di Natuna kepada Gubernur Kepri dan Presiden agar penannganan covid-19 di Natuna bisa berjalan lancar, kita akan evaluasi terus dan memperbaiki appun ynag kurang,” Jelas Hendra Kusuma disela penijauan asrama kecamatan.
Seperti diketahui Bupati Natuna dan seluruh jajaran mendapat kesempatan bertemu presiden RI Joko Widodo di Tanjungpinang bersama Gubenrur Kepri dan seluruh Bupati walikota se Kepri, dan mendapat arahan khusus dari Presiden terkait lonjakan angka pasien covid19 di Kepri yang melonjak Tajam pasca idul fitri. (red)
