BPDASL Akan Rehabilitasi 600 Ribu Hektar Lahan Kritis

BENGKULU | Koranrakyat.co.id – Balai daerah aliran sungai hutan lindung (BPDASHL) akan merehab 600 ribu hektar lahan keritis yang tersebar di seluruh Indonesia, kata dirjen pengelolaan daerah aliran sungai dan rehabilitasi hutan IR Hudoyo di Bengkulu, Senin (9/22/2020).

Dia mengatakan, Rehabilitasi kawsan rusak seluas itu sebagian nesa akan dilakukan melalui rogram Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Penanaman Mangrove (PKPM) di tengah pandemi COVID-19,

Khusus untuk provensi Bengkulu mulai tahun ini baru ujicoba seluas 50 ha dari seluruhnya 15 ribu hektar yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia dengan jenis tanaman kayu mangrove. Namun di kawasan pantai Bengkulu yang potensi akan dikembangkan hutan pantai dan rehabilitasi mangrove.

“Kita akan merehab 600 ribu hektare lahan kritis itu akan diselsaikan beberapa tahun ke depan, namun untuk era vandemik ini tetap melalui program padat karya, sekaligus mengembalikan ekonomi rakyat yang tengah sulit sekarang ini,” katanya.

Hudoyo, M.M menambahkan bahwa dalam perwujudan PEN kebijakan Kementerian LHK dilaksanakan dengan Padat Karya Penanaman Mangrove seluas 15.000 Ha tahun 2020, yang merupakan kegiatan yang benar-benar berorientasi untuk meningkatkan

Kondisi ekonomi masyarakat pesisir di 34 provinsi. Kegiatan PKPM ini telah melibatkan lebih dari 30 ribu orang dalam 50 hari kerja, atau bila dihitung dengan jumlah hari orang kerja (HOK) akan mencapai lebih dari 1,5 juta HOK, ujarnya.

Plt. Gubernur (Dedy Ermansyah, SE) menyampaikan data kondisi geografis Provinsi Bengkulu terletak di pesisir barat Pulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia.

Hal ini menyebabkan daerah ini mempunyai lingkungan pesisir pantai yang berhadapan dengan gelombang kuat dan dapat menimbulkan erosi alami pantai atau abrasi pantai.

Di Provinsi Bengkulu saat ini terdapat kawasan hutan mangrove total seluas 3.072,25 Ha, dengan klasifikasi mangrove lebat 1.949,10 Ha (63,4 %), klasifikasi mangrove sedang 587,05 Ha (19,1 %) dan klasifikasi mangrove jarang 539,09 Ha (17,4 %).ujarny.

Kepala BPDASHL Ketahun Bengkulu Ir Irvan nur s.hut menjelaskan pihaknya telah menyalurkan program kegiatan ke Provinsi Bengkulu PEN PKPM seluas 50 (lima puluh) Hektar, dengan jumlah Hari Orang Kerja (HOK) 4.432 yang dilaksanakan dengan melibatkan 4 kelompok pelaksana di wilayah Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu.

Penanaman perdana ini dengan bibit Mangrove sebagai rangkaian proses telah kegiatan PEN PKPM di Provinsi Bengkulu yang dihadiri oleh Plt. Gubernur Bengkulu, Dirjen PDASHL kementerian LHK, unsur Kepala Instansi di lingkup Provinsi Bengkulu dan kelompok pemerhati Mangrove di Provinsi Bengkulu.

Dia menjelaskan, anggota kelompok penerima PEN di Provinsi Bengkulu sebanyaj 88 orang, dimana kelompok dan anggota kelompok tersebut masing-masing dibuatkan rekening khusus secara terpusat melalui Dirjen. PDASHL Kementerian LHK bekerjasama dengan BRI Pusat.

”Untuk penyaluran aliran dana seluruhnya melalui account to account langsung ke kelompok dan masyarakat penerima,” ujarnya. (zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *