Antisipasi Corona Imigrasi Muara Enim Rakor Bersama Pemkab Muara Enim, Lahat dan Pali

MUARA ENIM | Koranrakyat.co.id – Terkait merebaknya wabah Virus Corona yang menjadi perhatian dunia saat ini, Imigrasi Kelas ll Non TPI Kabupaten Muara Enim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Pemkab Muara Enim, Pemkab Lahat serta Pemkab Pali, dalam rangka Rakor Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora), bertempat di Balroom Hotel Griya Sintesa, Kamis (27/02/2020).

Hadir pada kesempatan itu, Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH, Kepala Imigrasi kelas ll Non TPI Muara Enim Made Nur Hepi Juniartha Amd.im SH MAP, Kadispora Drs Rusdi Khairullah MSi, Plt Kadis Disdukcapil Untung Susilo SSi, Kemenag Muara Enim H Abdul Haris SAg, Kadis Ketenagakerjaan Hj Herawati, Pasi Intel Kodim 0404 Muara Enim Kapten Inf Sujarwo, Kasi Intel Kejaksaan Muara Enim, serta tamu undangan pemkab Lahat serta Pemkab Pali.

Dalam sambutannya Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH mengatakan, dirinya menyambut baik atas pelaksanaan Rakor ini dan terbentuknya tim PORA di Wilayah Pemkab Muara Enim dalam pengawasan orang Asing keluar masuk di wilayah Muara Enim pada khususnya.

lanjut Juarsah mengatakan, pengawasan orang asing ini adalah tugas seluruh lintas sektoral, dengan kata lain bukan hanya Imigrasi saja tapi semua lintas sektoral wajib mengawasi keluar masuknya Orang Asing khususnya di Muara Enim.

“Saya berpesan jika ada orang asing yg mencurigakan langsung kita laporkan ke Imigrasi, kita semua harus pro aktif terhadap orang asing”, Pesannya.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Non ll TPI Imigrasi Made Nurhepi Juniartha SH senada dengan Plt Bupati Muara Enim mengatakan, meminta untuk melaporkan kepada pihaknya apabila ada orang asing masuk ke wilayah hukum Imigrasi Non ll TPI Muara Enim yang patut di mencurigakan.

“Check Paspor Cap stempel dari Imigrasi di paspornya, apa bila tidak ada cap stempel dari Imigrasi langsung laporkan kita,
Agar kita tindak lanjuti,” tegasnya.

Menyangkut Virus Corana dalam Perniagaan dan Barang Barang yang dibeli secara online, khususnya dari China yang jelas Tim Bea Cukai lebih selektif dalam pengawasannya keluar masuknya barang.

Lanjut Made mengatakan, Jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) maupun izin tinggal di Muara Enim kurang lebih 400 orang, dan tidak menutup kemungkinan pula pihaknya akan sidak ke perusahaan-perusahaan untuk memastikan jumlah data ke valitan orang asing yang ada di Muara Enim Khususnya, supaya untuk mempersamakan persepsi.

“Apabila ada TKA Maupun WNA menyalahi izin tinggal tidak menutup kemungkinan kita akan panggil dahulu, lalu kita deportasi,”
pungkasnya. (Deri Zulian).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *