Press "Enter" to skip to content

Wan Siswandi Pimpin Rapat Focus Group Diskussion (FGD) bersama Tim Peneliti Universitas Bina Nusantara

Sekdakab Natuna Wan Siswandi bersama Fransisca dari Univ.Bina Nusantara

KR,Natuna- Tim Kajian /Peneliti Universitas Bina Nusantara Jakarta  bahas hasil penelitian strategi pengembangan Daerah Perbatasan di Kepulauan Riau, dalam rangka Implementasi Indonesia sebagai poros Maritim Dunia.

“Tujuan dari penelitian tersebut untuk memetakan permasalahan di sektor kelautan dan kemaritiman di Kabupaten Natuna, serta untuk mengembangkan model kebijakan penguatan kerjasama Pemerintah Daerah dengan kalangan pebisnis dan investor disektor kelautan dan kemaritiman dikawasan perbatasan. khusunya di Natuna,” Jelas Sekdakab Natuna Wan Siswandi.

Menurut Wan Siswandi, untuk menyukseskan kegiatan ini dibutuhkan ide atau pemikiran bersama, dengan harapan hasil dari penelitian itu dapat terealisasi sesuai harapan bersama.

“Pemerintah Daerah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada pihak swasta untuk membangun dan mendukung wisata Natuna. Apalagi sektor pariwisata di Natuna sudah berjalan baik, dan Natuna sekarang sudah ditetapkan sebagai Geopark Nasional dan akan diteruskan ke UNESCO.” Jelas Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Wan Siswandi, S.Sos. M.Si. saat membuka Rapat Focus Group Discussion (FGD) bersama tim peneliti Hikom Kemenristek Dikti Universitas Bina Nusantara, di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna,Senin (11/11).

Tampak hadir pada rapat tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Natuna, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta Tim peneliti Hikom Kemenristek Dikti Universitas Bina Nusantara.

Selaku Sekdakab Natuna Wan Siswandi berharap melalui Diskusi ini terdapat sinergitas antara hasil penelitian dengan pengembangan sektor pariwisata yang ada di Natuna.

“Penelitian ini sudah dilakukan selama 3 tahun. Hasil penelitian ini diperoleh melalui penelitian langsung ke pihak-pihak yang terkait untuk mencari data yang mendukung hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini akan disumbangkan ke Pemerintah Daerah untuk menjadi bahan pembelajaran atau untuk mendukung pembangunan daerah di Natuna. ” Jelas  Fransiska, selaku perwakilan Tim Peneliti dari Universitas Bina Nusantara. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *