Lewat RRI Sekretaris Daerah Sosialisasi Program Kerja Pemkab Natuna

example banner

KR, Natuna-  Sekda Natuna Wan Siswandi On Air perdana di RRi Ranai, Senin (4/03) sebagai narasumber sosilisasikan program kerja Pemkab Natuna disektor Pariwisata, Perikanan, Pertanian, Perhubungan dan beberapa sektor lainnya.

“Kelima sektor mulai terlihat tumbuh di Natuna yakni potensi perikanan, dimana dengan adanya fasilitas cold storage di Pusat Pengolahan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, contohnya komoditi Gurita yang sebelumnya memiliki harga jual rendah, saat ini berangsur meningkat, dimana komoditi tersebut ditampung dan kemudian akan dikirim keluar daerah.” jelas Wan Siswandi.

Selain itu, Wan Siswandi juga menjelaskan bahwa salah satu sumber anggaran pembangunan daerah Natuna bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 yang difokuskan pada peningkatan mutu fasilitas dan infrastruktur serta konektivitas agar segala aktivitas perekonomian masyarakat dapat berjalan lancar.

“Saya sangat berharap agar kegiatan dialog ini dapat menjadi wadah untuk menyerap aspirasi dari masyarakat berupa masukan dan saran bagi pembenahan dan peningkatan kualitas pembangunan daerah dan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN)  di Natuna harus selalu rendah hati dalam pelaksanaan tugas maupun pergaulan ditengah masyarakat, karena pada hakekatnya seluruh aparatur yang ada merupakan bentuk eksistensi negara dalam mewujudkan pelayanan kepada masyarakat.” tambah Wan Siswandi.

Sekda juga menyampaikan melalui program kerja yang konsisten dan fokus yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, Kabupaten Natuna berhasil meraih berbagai prestasi hasil kerja bersama semua pihak, diantaranya Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (Lakip), Pengelolaan DAK 2018 sehingga Natuna mendapatkan Dana Insentif Daerah untuk pelaksanaan DAK 2019.

“Kita patut merasa sangat bersyukur karena respon masyarakat sangat baik, dengan banyaknya penelepon masuk untuk menanyakan berbagai hal terkait proses pelaksanaan pembangunan, hal ini merupakan bentuk kepedulian dari masyarakat yang terkadang dirasa sulit untuk menyampaikan informasi arus bawah kepada para pemangku kepentingan maupun OPD terkait berbagai permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat.” je;as Wan Siswandi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *