3 Mei 2026

Gubernur Kepri Minta Bupati dan Wabup Fokus Kembangkan Pariwisata Natuna

0
Gubernur Kepri melantik Wan Siswandi dan Rodial Huda sebagai Bupati dan wakil Bupati Natuna

KR Natuna- Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad  yakin kawasan Geopark Nasional Natuna mampu menjadi potensi terbesar pariwisata Kepri. Keyakinan ini disampaikan Ansar saat melantik Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Natuna masa jabatan 2021-2024 Wan Siswandi dan Rodhial Huda di Gedung Daerah, Senin (24/5).

“Saya yakin kawasan Geopark Nasional Natuna itu mampu menjadi potensi pariwisata yang besar,” tegas Ansar.

Atas  dasar ini Pemprov Kepri makan enjadikan Natuna sebagai salah satu tujuan pariwisata unggulan bagi turis mancanegara.

“Kita harapkan kedepannya Pemerintah daerah kabupaten Natuna dapat lebih serius dalam menarik investor guna pengembangan pariwisata Geopark Nasional Natuna ini,” jelas Ansar

Ansar berharap  pemerintah daerah Natuna bisa segera membuat payung hukum sesuai kewenangan untuk memberikan kemudahan perizinan usaha serta kepastian hukum bagi para investor.

” Pemda Natuna harus wegera benahi regulasi dan buat payung hukum sesuai kewenanngannya agar isvestor tak ragu untuk menanamkan modalnya untuk peningkatan pariwisata di Natuna,” tegas Ansar

Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad juga mengingatkan agar Bupati dan Wakil Bupati Natuna yang dilantik dapat segera bekerja membangun Natuna.

“Khususnya dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat yang ada di daerah, sektor pariwisata bisa menjadi salah satu fokus  unutk mencapai ini, ” jelas Ansar Ahmad.

Maka sebagai Guberur Kepri yang berpengalaman mengembangkan sektor pariwisata Bintan Ansar juga meminta Wan Siswandi dan Rodial Huda terus berkonsolidasi dengan pemenintah baik Provinsi maupun kabupaten kota lainnya.

“Tepati janji-janji kepada masyarakat saat pilkada lalu atasi permasalahan daerah yang terjadi,” tegas Ansar.

Ansar juga meminta Bupati dan Wakil Bupati Terlantik untuk segera meningkatkan pembangunan ekonomi sebagai penguatan pemulihan ekonomi masyarakat.

Kadisparbud Natuna Hardinansyah bersama tim kementerian Luar Negri saat meninjau kesiapan geopark natuna

” Pariwisata baharai Natuna bisa menjadi lokomotof pembuka lapangan kerja, pengembangan industri berbasis potensi lokal, Untuk mengurangi kesenjangan wilayah, jalin hubungan baik dengan negara-negara tetangga, menjadikan daerah ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Pusat untuk kedaulatan negara di perbatasan khususnya pengembangan jaringan komunikasi dan perikanan,” jelas Ansar.

Kadisparbud Natuna Hardinansyah kepada media ini menjelasan Geopark Natuna yang telah berstatus sebagai Geopark Nasional sejak tahun 2018 telah direncanakan untuk diajukan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) pada tahun 2019. Adapun alasan pengajuan Geopark Natuna sebagai UGGp dilatarbelakangi oleh alasan yang bersifat ganda dan strategis, yakni untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan memperkokoh international standing dari kedaulatan Indonesia di perairan Natuna.

” Pada tahun 2020, Geopark Natuna mengundurkan diri dari kandidat nominasi UGGp karena kendala internal. saat dikunjungi tim Kementrian luar negri bulan lalu, Geopark Natuna diminta  agar kembali mempersiapkan diri guna mengajukan nominasi sebagai UGGp pada tahun ini. Selanjutnya, diperlukan persiapan nominasi dengan sebaik-baiknya dengan merujuk pada Operational Guidelines UGGp, serta dilakukan peninjauan untuk menilai sejauh mana kesiapan Geopark Natuna untuk diajukan sebagai UGGp.” Tambah Hardinansyah.

Mengenal Natuna Sebagai Geopark Nasional

Pengangkatan status Kawasan Natuna menjadi Geopark Nasional yang ditandai dengan penyerahan sertifikat dari Komite Nasional Geopark Indonesia akhir November lalu memberikan angin segar bagi Natuna untuk terus melanjutkan program yang didukung oleh lintas sektoral pemerintahan ini. Dengan berbagai sosialisasi, kajian-kajian, dan berbagai rekomendasi, akhirnya secara administrasi dan teknis kawasan Natuna disetujui sebagai Geopark Nasional Indonesia.

Geopark merupakan sebuah konsep manajemen pengembangan suatu kawasan (dengan luas tertentu) secara berkelanjutan yang memadu-serasikan tiga keanekaragaman alam, yaitu geologi (geodiversity), hayati (biodiversity) dan budaya (culturaldiversity). Dalam pengembangannya, konsep ini berpilar pada aspek Konservasi, Edukasi, Pemberdayaan Masyarakat, dan Penumbuhan Nilai Ekonomi Lokal melalui geowisata.

Setidaknya, ada 9 geoside yang masuk dalam Geopark Natuna yaitu Pulau Akar, Batu Kasah, Gunung Ranai, Pantai Gua dan Bamak, Pulau Senua, Pulau Setanau, Senubing, Tanjung Datuk serta Taman Batu Alif. Hal ini menjadikan potensi wisata yang luar biasa.

Sebelumnya, Indonesia telah berhasil memperjuangkan beberapa Geopark Nasional menjadi bagian dari Geopark Dunia, antara lain Danau Batur, Gunung Sewu, Gunung Rinjani, dan Ciletuh. Hal ini merupakan keuntungan karena ketika menjadi bagian dari ´milik dunia´ maka jaminan terjaganya kelestarian dan peningkatan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut dapat dikatakan signifikan.

Kini, bertambah satu lagi kawasan pemerintah yang masuk dalam Geopark Dunia. Kawasan tersebut adalah Natuna yang terletak di Kepulauan Riau. Natuna merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kekayaan tak terhingga. Selain itu ada pula berbagai budaya dan sejarah yang menarik, salah satunya adalah tradisi pantun yang diajukan sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Keindahan Alam

Peneliti geologi terkemuka indonesia Husnul Kausarian Ph.D Associate Professor di Universitas Islam Riau,  selama berada di Kabupaten Natuna selama kurang lebih satu minggu melakukan pekerjaan pemetaan geologi, menggambarkan tentang Natuna

“Geopark nasional natuna adalah Wow! What a great creation from the God! Di sini terhampar bentangan alam yang luar biasa indahnya, dilengkapi dengan bukti-bukti sejarah pembentukan bumi secara geologi. Hamparan keindahan alam yang diberikan Natuna sungguh luar biasa, dengan laut berwarna biru terang dan hijau, terasa semakin lengkap dengan tampilannya yang tembus pandang hingga menunjukkan morfologi dasar laut yang menjadi lantainya.  ” Jelas Husnul

Pemandangan alam luar biasa yang disuguhkan Natuna sesungguhnya bisa dijadikan nilai jual yang berujung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini jika dikemas dengan baik bisa menjadikan Natuna sebagai daerah yang maju, bukan hanya dalam skala lokal, regional, maupun nasional saja, tapi juga internasional. Tentunya dalam mempersiapkan Natuna menjadi daerah yang maju, perlu disiapkan dengan matang dan baik. Salah satu peluang internasional yang sangat mudah didapat oleh Natuna adalah menjadikan Natuna sebagai daerah Geopark.

Sebagai proyek internasional PBB di bawah UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), Geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi di mana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya. Geopark merupakan singkatan dari “Geological Park” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Taman Geologi atau Taman Bumi.

Menurut penjelasan UNESCO, unsur utama di dalam Geopark terbagi tiga yaitu Geodiversity, Biodiversity, dan Cultural Diversity. Konsep dasar Geopark menurut UNESCO adalah pembangunan ekonomi secara mapan melalui warisan geologi atau geotourism. Tujuan dan sasaran dari Geopark adalah untuk melindungi keragaman Bumi (geodiversity) dan konservasi lingkungan, pendidikan, dan ilmu kebumian secara luas.

Kelengkapan unsur-unsur yang ditetapkan oleh UNESCO secara lengkap telah dimiliki oleh Natuna. Hal ini menunjukkan bahwa Natuna saat ini telah siap untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan oleh UNESCO.

Geologi di Natuna

Ketua Jaringan Geopark Nasional Budi Martono juga  sangat memuji kekayaan bentang alam geopark Natuna

“Sebagai salah satu syarat penilaian yang diberikan oleh UNESCO untuk menjadikan suatu wilayah bisa diakui menjadi kawasan Geopark adalah lengkapnya informasi geologi yang terdapat di wilayah tersebut. Natuna menyediakan kelengkapan informasi tersebut. Di pulau ini, semua informasi geologi tersingkap dengan sempurna. ” Puji Budi martono menjawab Konfirmasi media ini.

Budi juga menjelaskan bahwa  Di Natuna tersaji bukti-bukti geologi yang terekam dengan sangat baik mulai dari jenis batuan hingga ke struktur geologi. Dalam ilmu geologi, terdapat tiga jenis batuan utama, yaitu batuan beku/igneous, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Kelengkapan bukti-bukti geologi disini dibuktikan dengan representasi seluruh batuan yang menjadi unsur penting dalam sebuah informasi geologi.

Di Natuna, semua jenis batuan geologi bisa ditemui. Mulai dari batuan tertua yang menjadi penyusun awal dan dasar Pulau Natuna, yaitu batuan mafik dan ultramafik yang dipresentasikan oleh batuan gabro (berbutir kasar) hingga basalt (berbutir halus). Batuan mafik dan ultramafik ini merupakan batuan dasar/lantai dari Pulau Natuna. Dari batuan ini jelas menggambarkan bahwa Pulau Natuna pada zaman purbanya merupakan daerah yang berada di laut dalam. Batuan jenis ini tersebar di kawasan selatan hingga ke barat Pulau Natuna dan juga tersingkap di Desa Air Lengit dengan usia perkiraan batuan ini adalah 200 juta hingga 100 juta tahun.

Bukti batuan beku lain yang bisa ditemui adalah batuan igneous atau batuan beku yang bersifat asam; dengan mudahnya bisa ditemui di sini, di Gunung Ranai. Gunung ini merupakan representasi dari magma yang membeku di dalam perut bumi pada waktu 70 juta tahun yang lalu hingga 300 ribu tahun yang lalu. Batuan hasil dari pembekuan magma ini dulunya berada di dalam perut bumi hingga kemudian terangkat ke permukaan bumi seperti yang bisa kita lihat saat sekarang ini.

Batuan beku ini juga memberikan pemandangan alam yang luar biasa, seperti wujudnya bongkahan-bongkahan granit raksasa yang memberikan fitur yang sangat menarik seperti yang bisa dilihat sepanjang Gunung Ranai hingga ke arah pantai; Alif Stone, Batu Sindu, Air Terjun di Ceruk, dan lain-lain.

Jenis batuan geologi berikutnya yang bisa ditemui adalah batuan sedimen. Di Natuna, jenis batuan ini sangat banyak ditemui; ada sekitar 4 jenis formasi utama yang mewakili kewujudan batuan jenis ini di Natuna. Batuan sedimen yang terdapat di Natuna memberikan interpretasi geologi yang sangat menarik. Wujudnya batuan sedimen di pulau ini menunjukkan bahwa dulunya pulau ini terendam di dalam laut, lalu dengan adanya proses pengangkatan tektonik dan juga surutnya air laut, akhirnya pulau ini kini menjadi daratan secara utuh.

geosite Tanjung datuk Natuna

Selain itu turut serta kita temui batuan sedimen jenis tuf, batuan ini terbentuk karena pengikisan batuan gunung api yang kemudian teralterasi menjadi batuan sedimen. Kewujudan batuan sedimen memberikan pemandangan yang luar biasa karena turut serta membawa struktur geologi yang indah. Di batuan sedimen yang terdapat di Natuna, kita bisa menemukan berbagai macam strutktur geologi. Beberapa struktur geologi yang menarik adalah adanya kontak antar-setiap formasi yang ditunjukkan dengan struktur ketakselarasan. Struktur-struktur ini tersingkap jelas pada batuan yang bisa kita lihat di sepanjang jalan yang telah dibuat oleh pemerintah.

Di batuan jenis ini juga ditemukan struktur lapisan yang sangat baik. Ada lapisan yang sangat menarik di sini, yaitu lapisan awal pembentuk perangkap minyak bumi. Saat menemukannya, saya sungguh takjub; lapisan perangkap minyak bumi ini seharusnya berada di dalam perut bumi, namun di Natuna tidak, justru ia tersingkap dengan baik di permukaan bumi, dan bisa dilihat dengan mata telanjang, sungguh luar biasa! Ini menjadi suatu penemuan penting tentang lapisan perangkap minyak bumi yang bisa diamati di permukaan.

Jenis batuan geologi terakhir yang bisa diamati di pulau ini adalah batuan metamorf. Batuan metamorf memiliki pengertian sebagai batuan yang terjadi karena pertemuan batuan yang sudah ada yang dipengaruhi oleh suhu dan tekanan. Batuan jenis ini bisa kita temukan akibat adanya kontak antara batuan mafik yang mengalami kontak dengan magma yang membeku yang merupakan bagian dari batuan pembentuk Gunung Ranai. Kontak antara magma dengan batuan yang sudah ada tersebut menghasilkan batuan yang baru yang dikenali dengan batuan metamorf.

Konsep Wisata Baru

Georpark atau Taman Bumi menjadi konsep wisata baru yang saat ini tengah dikembangkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Tentunya peran aktif Pemerintah Kabupaten Natuna sangat memegang kunci demi terciptanya Natuna Geopark.

Untuk menjadi anggota Global Geopark Network (GGN) UNESCO ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi. Wilayah tersebut sudah ditetapkan sebagai Geopark Nasional terlebih dahulu oleh Pemerintah RI, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dengan memiliki batas-batas yang ditetapkan oleh pemerintah setempat secara jelas dan memiliki kawasan yang cukup luas untuk pembangunan ekonomi lokal serta minimal ada tiga kegiatan yang berlangsung disana yaitu konservasi, pendidikan, dan geowisata.

Saat ini telah ada 35 negara yang bergabung dalam GGN dengan jumlah geopark yang paling banyak ada di negara China. Sedangkan geopark di Indonesia saat ini memiliki dua taman geologi yang diakui GGN, yaitu Batur Global Geopark dan Gunung Sewu Geopark. Harapan kita tentunya Natuna menjadi bagian dari jaringan geopark sehingga kesejahteraan masyarakat Natuna juga ikut semakin maju. (red)

 

Tinggalkan Balasan