6 Oktober 2026

Anggota DPRD OI Hadiri “Groundbreaking” Pembangunan Jembatan Air di Sungai Pinang

SUNGAIPINANG|KoranRakyat co.id – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Ogan Ilir (OI) , Eko Satria Asnan, S.E, dan Anggota DPRD OI dari FPAN, Mulyadi Abdullah, menghadiri groundbreaking pembangunan jembatan air.

Kegiatan groundbreaking pembangunan jembatan air tersebut, dipusatkan di Desa Penyandingan Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut Anggota DPRD Ogan Ilir dari Daerah Pemilihan (Dapil) III itu, jembatan air Arisan Mendang ini akan menghubungkan wilayah Sungai Pinang dan Tanjung Raja.

“Mari kita doakan agar proses pembangunan jembatan air di Desa Penyandingan ini, berjalan lancar dari awal hingga selesai tanpa ada hambatan suatu apa pun,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eko juga berharap, Sang Maha Kuasa dapat memberikan kelancaran dan kemudahan dalam setiap langkah pembangunan jembatan air itu.

“​Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, kemudahan, dan kelancaran dalam setiap ikhtiar kita membangun daerah Ogan Ilir yang kita cintai ini. Aamiin Ya Robb,” lanjutnya lagi.

Peresmian groundbreaking pembangunan jembatan air Arisan Mendang yang menghubungkan dengan jembatan air Talang Peramuan tersebut, dihadiri Gubernur Sumsel, H Herman Deru.

Menurutnya, pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumsel dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

“Jembatan air Arisan Mendang juga terhubung dengan Jembatan air Talang Peramuan ini, yang menjadi akses penghubung Kecamatan Sungai Pinang dan Kecamatan Tanjung Raja,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemprov Sumsel atas perhatian yang diberikan terhadap pembangunan infrastruktur jembatan di wilayahnya setiap tahun.

“Akses jalan tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, tetapi juga menjadi jalur alternatif yang dilalui masyarakat dari kabupaten lain untuk menuju maupun meninggalkan Kota Palembang,” tutupnya. (ica)