Dituding Kelola 18 Paket Proyek, DPRD Ogan Ilir Minta agar Bukti Dibuka secara Transparan.

INDRALAYA|Koran Rakyat co.id – Kemarahan para anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir mencuat saat menerima aksi demonstrasi dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Serikat Pemuda dan Masyarakat (SPM) di Gedung DPRD Ogan Ilir, Rabu 30 September 2026.
Tuduhan yang menyebut adanya 18 paket pekerjaan yang diduga dikelola oleh anggota dewan memicu reaksi tegas dari para wakil rakyat tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Ogan Ilir, Rizal Mustapa, secara langsung menerima rombongan massa aksi di teras gedung DPRD.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa tuduhan yang disampaikan harus disertai dengan bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar asumsi atau opini.
Aksi demonstrasi tersebut digelar sebagai bentuk sorotan terhadap fungsi pengawasan DPRD terkait pelaksanaan pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.
Massa aksi menilai adanya dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD dalam pengelolaan sejumlah paket pekerjaan.
Menanggapi hal itu, Rizal Mustapa dengan tegas meminta LSM SPM untuk membuka secara terang benderang data yang dimaksud.
Ia bahkan mempersilakan pihak demonstran untuk menyampaikan langsung ke Komisi III agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kalau memang ada 18 paket yang dikelola oleh anggota DPRD, silakan dibuka seterang-terangnya. Kami minta pembuktiannya,” tegas Rizal di hadapan massa aksi.
Menurutnya, setiap tuduhan terhadap lembaga DPRD harus didasarkan pada data yang valid agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab dalam fungsi pengawasan, sehingga informasi dugaan penyimpangan harus disampaikan secara objektif. (ica)

