14 September 2026

HAORNAS 2026 Jadi Momentum Pemkab Wonosobo Perkuat Budaya Olahraga

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 di Kabupaten Wonosobo menjadi momentum untuk mendorong olahraga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Tidak hanya mengejar prestasi atlet, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya membangun masyarakat yang sehat, aktif, bugar, dan produktif.

Pesan tersebut disampaikan dalam upacara peringatan HAORNAS 2026 yang digelar di Halaman Pendopo Bupati Wonosobo, Jumat (11/9/2026). Upacara dipimpin Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan diikuti jajaran pemerintah daerah, atlet, pelatih, insan olahraga, serta peserta upacara lainnya.

Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang dibacakan Afif, olahraga disebut memiliki posisi penting dalam pembangunan manusia Indonesia. Olahraga tidak semata-mata dipandang sebagai aktivitas untuk menjaga kesehatan, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia.

“Olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya. Investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh: membentuk karakter yang disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki daya juang,” ungkapnya.

Mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”, peringatan HAORNAS tahun ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut didorong menjadi bagian dari gerakan untuk membangun kebiasaan berolahraga di tengah masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan.

Dalam amanat tersebut, terdapat lima arah utama pembangunan olahraga. Pertama, olahraga perlu ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kedua, pemerintah daerah didorong menjadi motor penggerak masyarakat agar lebih aktif dan bugar dengan menyediakan ruang publik, fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki, jalur bersepeda, serta berbagai program olahraga yang mudah, murah, aman, dan inklusif.

Ketiga, olahraga diharapkan hadir dalam aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, tempat kerja, desa dan kelurahan, ruang publik maupun keluarga. Kegiatan Car Free Day juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk membangun budaya masyarakat aktif.

Sementara itu, keberhasilan pembangunan olahraga tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan maupun event olahraga yang digelar. Perubahan perilaku masyarakat, seperti meningkatnya jumlah warga yang aktif berolahraga dan tingkat kebugarannya, menjadi bagian penting dalam melihat keberhasilan tersebut.

Pembangunan olahraga juga harus dilakukan secara inklusif dan berkeadilan. Anak-anak, pemuda, perempuan dan laki-laki, lansia, masyarakat perdesaan maupun perkotaan, hingga penyandang disabilitas perlu mendapatkan kesempatan yang sama untuk berolahraga.

Afif menilai olahraga juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, berbagai nilai yang ditanamkan dalam olahraga dapat menjadi bekal penting dalam kehidupan.

“Olahraga bukan hanya tentang menang dan kalah. Di dalam olahraga, kita belajar kedisiplinan, menghargai aturan, bekerja sama, dan bangkit ketika mengalami kegagalan. Nilai-nilai inilah yang penting untuk membentuk generasi Wonosobo yang tangguh,” ucapnya.

Karena itu, olahraga diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kesehatan. Lebih dari itu, olahraga dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, berproses, membangun kebersamaan, sekaligus menempa diri untuk meraih prestasi.

Pada kesempatan tersebut, Afif juga memberikan apresiasi kepada para atlet, pelatih, dan seluruh insan olahraga di Kabupaten Wonosobo yang selama ini telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan kemampuan untuk mengembangkan olahraga sekaligus mengharumkan nama daerah.

“Kepada para atlet, pelatih, dan seluruh insan olahraga Wonosobo, saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan perjuangannya. Teruslah menjadi teladan bahwa prestasi lahir dari ketekunan, kerja keras dan keberanian untuk terus berjuang,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Wonosobo melalui masyarakat yang sehat secara fisik, kuat secara karakter, dan memiliki mental juara.

“Mari kita bangun Wonosobo dengan manusia-manusia yang sehat raganya, kuat karakternya, dan bermental juara,” pintanya.

Rangkaian peringatan HAORNAS kemudian dilanjutkan dengan pelepasan kontingen Kabupaten Wonosobo yang akan berlaga pada PORPROV 2026. Pelepasan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo kepada para atlet yang akan membawa nama daerah dalam ajang olahraga tingkat provinsi.

Melalui HAORNAS ke-43, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya untuk terus mendorong budaya olahraga di tengah masyarakat. Semangat tersebut diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan prestasi atlet, tetapi juga melalui semakin banyaknya masyarakat yang aktif bergerak, berolahraga, dan menjaga kebugaran.

Masyarakat yang aktif dan bugar dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, berkarakter, dan mampu membawa Wonosobo semakin maju. (Diskominfo Wonosobo/Aris)