Kebakaran di Tieng Wonosobo Hanguskan 11 Rumah, Satu Warga Alami Luka Bakar

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (12/9/2026) pagi. Sebanyak 11 rumah warga dilaporkan ludes terbakar dalam kejadian tersebut.
Selain rumah warga, kebakaran juga mengakibatkan satu rumah mengalami rusak berat, dua gudang rusak berat, dua rumah rusak ringan, serta satu mushola mengalami kerusakan ringan.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Laporan kejadian diterima petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Wonosobo pada pukul 08.50 WIB dan tim langsung berangkat dua menit kemudian.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Proses pemadaman dan penanganan kebakaran berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB.
Kebakaran melanda dua wilayah RT, yakni RT 02 RW 07 dan RT 03 RW 06 Dusun Krajan. Api pertama kali diketahui warga setelah melihat kepulan asap yang berasal dari lantai dua rumah milik Kasoni.
Bangunan yang sebagian menggunakan material semi permanen membuat api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya. Warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mendapatkan penanganan.
“Api pertama kali diketahui warga dari kepulan asap yang berasal dari lantai dua rumah Bapak Kasoni. Karena bangunan semi permanen, api dengan cepat merambat ke bangunan lainnya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo, Sumekto Hendra Kustanto.
Proses pemadaman berlangsung cukup alot. Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah kepadatan kendaraan di jalur menuju kawasan Dieng yang terjadi pada akhir pekan.
“Kendala jelas pertama hari Sabtu banyak kendaraan wisata menuju Dieng otomatis memperlambat pemadaman. Ditambah lagi kondisi permukiman juga menjadi tantangan. Jarak antar rumah yang cukup berjauhan membuat petugas membutuhkan waktu dan selang yang cukup panjang untuk menjangkau titik api,” katanya.
Meski menghadapi kendala akses, ketersediaan air tidak menjadi persoalan utama dalam proses pemadaman. Petugas bersama unsur gabungan tetap melakukan penanganan hingga api berhasil dikendalikan.
“Meski demikian, untuk ketersediaan air tidak menjadi kendala utama selama proses pemadaman,” ujar Sumekto.
Dari hasil pendataan sementara, sebanyak 11 rumah mengalami kerusakan total atau terbakar habis. Rumah tersebut masing-masing milik Khasoni, Khusoyin, Rozaki, Pribadi, Budiyono/Arbangi, Tarjih Ahkam, Mahbub Rohman, Purnomo, Sidiq, Walmunar, dan Badawi.
Sementara itu, rumah milik Iwan Kuswantoro mengalami rusak berat. Dua gudang milik Umanaulloh dan Ibnu Majid juga mengalami kerusakan berat.
Adapun rumah milik Nurhuda dan Ali Mashar mengalami rusak ringan. Satu mushola di wilayah tersebut juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Data sementara BPBD mencatat sedikitnya 47 jiwa terdampak dari 14 kepala keluarga yang menempati rumah-rumah tersebut.
Selain kerusakan bangunan, seorang warga bernama M. Afif Marzuki (32) mengalami luka bakar sekitar 54 persen. Korban kemudian dibawa ke RSUD untuk mendapatkan penanganan medis.
“Untuk korban luka, satu orang mengalami luka bakar sekitar 54 persen dan telah dibawa ke RSUD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” kata Sumekto.
BPBD menyebut penyebab kebakaran sementara diduga berasal dari korsleting listrik. Sementara nilai kerugian akibat kebakaran hingga kini masih dalam proses pendataan.
Untuk membantu warga yang terdampak, BPBD Kabupaten Wonosobo juga menyiapkan posko pengungsian di Balai Desa Tieng. Posko tersebut disiapkan sebagai tempat penanganan dan pelayanan bagi warga yang rumahnya terdampak kebakaran.
Dalam penanganan kejadian, Damkar Wonosobo mengerahkan sejumlah armada, di antaranya unit Kajama, Thanos, Unit 58, dua unit tangki, unit Damkar dari batalyon, serta unit siaga.
Pemadaman turut melibatkan unsur Polri, TNI, Kecamatan Kejajar, Redkar Wonosobo, RPB Kecamatan Kejajar, Pemerintah Desa Tieng, PSC, Puskesmas Kejajar, relawan gabungan, dan warga setempat.
BPBD Wonosobo juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau panjang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi musim kemarau panjang. Pastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan segera laporkan apabila melihat tanda-tanda yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” pungkas Sumekto. (BPBD Wonosobo/Aris)
