Hari Pramuka ke-65, Wagub Cik Ujang Ajak Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045

Palembang|KoranRakyat.co.id –– Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) sekaligus Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Sumsel, H. Cik Ujang, mengajak generasi muda, khususnya anggota Gerakan Pramuka, untuk berperan aktif mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Cik Ujang saat menghadiri Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Sumsel yang digelar di Aula SMK Negeri 6 Palembang, Senin (31/8/2026).

Peringatan Hari Pramuka ke-65 diawali dengan upacara yang mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut dinilai relevan dengan upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian nasional sekaligus mendorong peran generasi muda dalam mendukung pembangunan.
Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Menurutnya, 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka telah diwarnai berbagai bentuk pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kecintaan terhadap Tanah Air.
“Gerakan Pramuka telah melalui enam puluh lima tahun perjalanannya. Ini merupakan perjalanan yang cukup panjang, dipenuhi pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta Tanah Air yang kokoh dan kuat,” ujar Cik Ujang.

Ia mengatakan, dari generasi ke generasi, Gerakan Pramuka telah melahirkan berbagai tokoh dan sumber daya manusia yang mengabdikan kemampuan terbaiknya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma juga dinilai mampu menjadi pedoman dalam membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi perubahan zaman.
Karena itu, Cik Ujang menegaskan bahwa Hari Pramuka tidak sekadar menjadi peringatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. “Tema Hari Pramuka ke-65 Tingkat Daerah Sumatera Selatan Tahun 2026 merupakan wujud komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari penguatan ketahanan dan kemandirian nasional,” katanya.
Menurut Cik Ujang, konsep swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi pangan, tetapi juga mencakup pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungannya.
Melalui pendidikan kepramukaan, ia berharap tumbuh budaya produktif dan kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Selain itu, anggota Pramuka diharapkan semakin peduli terhadap lingkungan, mampu memanfaatkan teknologi tepat guna, serta memiliki semangat kewirausahaan sejak usia muda. “Inilah yang ingin saya tanamkan kepada generasi muda, khususnya anggota Pramuka, dalam memaknai dan mewujudkan Sumatera Selatan Mandiri Pangan menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Selain swasembada pangan, Cik Ujang juga menyoroti peran Gerakan Pramuka dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan dan kebencanaan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat menimbulkan kabut asap di wilayah Sumsel.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas udara, membatasi jarak pandang, serta mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, anggota Pramuka dinilai memiliki peran strategis dalam kegiatan kemanusiaan dan kebencanaan karena telah dibekali berbagai keterampilan serta memiliki semangat kepedulian sosial. Anggota Pramuka dapat membantu memberikan informasi mengenai bahaya kabut asap, mengedukasi masyarakat tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan, membantu pembagian masker, serta mendukung kegiatan evakuasi bagi masyarakat yang terdampak,” jelasnya.
Melalui semangat Tri Satya dan Dasa Darma, Cik Ujang berharap Pramuka mampu menjadi generasi yang tanggap, peduli, disiplin, dan siap membantu masyarakat. Di sisi lain, kepedulian terhadap lingkungan serta rasa tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat juga harus terus ditingkatkan.
Lebih lanjut, Cik Ujang menekankan bahwa keberhasilan pembinaan kepramukaan bukan merupakan hasil kerja individu, melainkan membutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama seluruh pihak.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten/kota, TNI dan Polri, camat, jajaran Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus), pembina, pelatih, orang tua, serta seluruh mitra strategis Gerakan Pramuka yang selama ini telah memberikan dukungan.
Cik Ujang juga meminta jajaran pengurus Gerakan Pramuka, mulai dari Kwarda, Kwartir Cabang (Kwarcab), Kwartir Ranting (Kwaran), hingga Gugusdepan, untuk terus melakukan berbagai inovasi dalam menyusun kegiatan kepramukaan. “Saya ingin kakak-kakak melakukan langkah kreatif, adaptif, dan kolaboratif dalam menyusun kegiatan kepramukaan, sehingga betul-betul menjadi wadah pembinaan dan semakin diminati oleh generasi muda,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Sumsel, Riza Pahlevi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Pramuka menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi Gerakan Pramuka dalam membina generasi muda sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi terhadap pembangunan daerah dan nasional.
“Gerakan Pramuka harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan, sehingga mampu menjadi wadah pendidikan karakter yang relevan bagi generasi muda,” tegasnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa, Ketua BKOW sekaligus Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang, Ketua Kormi Sumsel Hj. Samantha Tivani HD, Wakil Bupati OKU Selatan H. Misnadi, Wakil Bupati OKU Timur M. Adi Anugrah Purna Yudha, serta Plt. Bupati Muara Enim H. Sumarni. (*)
