1 September 2026

590 WNA Masih Hilang Di Nepal, Ratusan Wisatawan Asing Ditelan Banjir Bandang  

KoranRakyat.co.id —-Setidaknya 590 warga negara asing (WNA) masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang  di Nepal dan ratusan wisatawan asing ditelan banjir. Kementerian Luar Negeri Nepal mengonfirmasi sebanyak 590 warga negara asing (WNA) dari 39 negara hingga kini masih dinyatakan hilang pascabencana.

Dilansir Inilah.com, terjangan banjir bandang  yang melanda wilayah utara Nepal menyisakan duka mendalam sekaligus kekhawatiran global. Pernyataan resmi pemerintah setempat menegaskan bahwa proses pencarian di lapangan masih terus diupayakan di tengah medan yang sulit dan tertutup material longsor.

Bencana mengerikan ini bermula pada Rabu pagi (26/8), ketika gelombang air bah berarus deras dari wilayah China menerjang dan meluapkan aliran Sungai Bhote Koshi.

Musibah banjir bandang tersebut datang tak lama setelah guncangan gempa bumi kuat melanda kawasan setempat, yang seketika memicu serangkaian tanah longsor hebat dan menutup rute-rute utama di wilayah utara Nepal.

Lebih dari 10 Ribu Orang Berhasil Selamat

Di tengah kepungan lumpur dan arus deras, tim SAR gabungan berpacu dengan waktu melakukan evakuasi massal. Sejauh ini, lebih dari 10.000 orang dilaporkan selamat dari maut, termasuk di antaranya lebih dari 323 warga negara asing.

Para turis dan WNA yang berhasil dievakuasi tersebut berasal dari berbagai negara, mulai dari India, China, Spanyol, Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Italia, Bulgaria, hingga Swiss.

Pencarian Dipacu, Angka Hilang Melonjak

Jumlah WNA yang belum ditemukan melonjak tajam dibanding pendataan awal. Pada Sabtu (29/8), Departemen Pariwisata Nepal mencatat ada 261 wisatawan asing yang berhasil diselamatkan, sementara 320 lainnya belum dapat dihubungi.

Data terbaru Kementerian Luar Negeri Nepal menunjukkan angka WNA yang hilang membengkak menjadi sekitar 590 orang. Pihak berwenang Nepal kini terus mengerahkan helikopter dan personel penyelamat ke lokasi-lokasi terisolasi sembari berkoordinasi intensif dengan perwakilan diplomatik negara-negara terdampak. (*)