FestFAS 2026 Jadi Ajang Jaring Bibit Unggul Futsal Wonosobo

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Festival Futsal Anak Sekolah (FestFAS) 2026 tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan antarsekolah. Turnamen yang digelar di GOR Indoor Wonosobo, Wonolelo, Kabupaten Wonosobo, tersebut menjadi bagian dari upaya Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Wonosobo menjaring bibit-bibit unggul untuk dikembangkan menjadi pemain potensial daerah.
FestFAS berlangsung 24–30 Agustus 2026 dan diselenggarakan AFK Wonosobo bersama KONI Kabupaten Wonosobo. Kompetisi ini diikuti 24 sekolah tingkat SMP, 24 sekolah tingkat SMA, serta enam sekolah tingkat SD. Setiap sekolah diperbolehkan mengirimkan satu tim, dengan kuota hingga 600 suporter untuk masing-masing sekolah.
Ketua Panitia FestFAS, Jati, mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut memang diarahkan untuk menemukan bibit-bibit futsal potensial yang tersebar di sekolah-sekolah di Wonosobo.
“Yang pertama, tujuannya untuk menjaring bibit-bibit yang ada di Wonosobo,” kata Jati saat diwawancarai pada Sabtu (29/8/2026).

FestFAS 2026 juga menjadi penyelenggaraan resmi pertama yang digelar AFK Wonosobo. Ke depan, kegiatan tersebut ditargetkan menjadi agenda tahunan sebagai wadah kompetisi sekaligus pembinaan pemain futsal usia sekolah.
Bidang Pembinaan FestFAS, Pamungkas, menjelaskan kompetisi ini menjadi upaya AFK Wonosobo untuk mengakomodasi pemain futsal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP hingga SMA.
Menurutnya, proses penjaringan tersebut penting karena para pemain yang menunjukkan potensi dapat dipersiapkan untuk memperkuat Kabupaten Wonosobo dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang digelar Asosiasi Futsal Provinsi Jawa Tengah.
“Hasil dari turnamen ini nanti ada kelompok U15, U17 dan U19. Nanti kita kirimkan untuk mengikuti event yang dari Asosiasi Futsal Provinsi,” ujar Pamungkas.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan FestFAS secara resmi oleh AFK Wonosobo merupakan langkah baru dalam pembinaan futsal usia sekolah. Dalam dua tahun sebelumnya, kompetisi serupa di antaranya Munusa dan Liga Pelajar Nusantara telah digelar oleh pihak swasta maupun mahasiswa.
Dengan adanya FestFAS, AFK Wonosobo ingin mengambil peran lebih besar dalam memantau sekaligus mengembangkan potensi pemain muda yang muncul dari kompetisi antarsekolah.
Tak hanya kemampuan pemain di lapangan, kemeriahan FestFAS juga terlihat dari antusiasme para pendukung sekolah. GOR Indoor Wonosobo dipenuhi pelajar yang datang memberikan dukungan kepada tim sekolah masing-masing.
Para suporter hadir dengan berbagai atribut sekolah, membawa flag atau bendera, melantunkan chant, hingga menampilkan koreografi. Besarnya dukungan tersebut membuat pertandingan berlangsung dalam atmosfer yang semarak dan menjadi daya tarik tersendiri dalam penyelenggaraan FestFAS.
“Antusias baik pemain maupun penonton juga sangat luar biasa,” kata Pamungkas.
Untuk menjaga kelancaran kegiatan, panitia turut berkoordinasi dengan kepolisian, termasuk dalam pengaturan perjalanan suporter dari sekolah menuju GOR. Sistem penonton juga diatur dengan tiket yang diprioritaskan bagi sekolah dan pembeliannya dilakukan melalui Bapak atau Ibu guru.
Sementara masyarakat umum tetap dapat menyaksikan pertandingan apabila kapasitas tribun masih memungkinkan.
Hingga menjelang hari terakhir pelaksanaan, Jati menyebut seluruh rangkaian FestFAS berlangsung kondusif. Meski sempat terdapat sejumlah kendala, panitia memastikan persoalan tersebut dapat ditangani.
“Ya, Alhamdulillah kondusif, lancar. Walaupun ada sedikit kendala, tapi Alhamdulillah bisa diatasi semuanya,” tuturnya.

Rangkaian FestFAS akan mencapai puncaknya pada Minggu, 30 Agustus 2026. Hari terakhir tersebut menjadi agenda final sekaligus penutupan turnamen.
Jati berharap FestFAS dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dengan penyelenggaraan yang semakin baik dan meriah. Lebih dari itu, turnamen tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan futsal Kabupaten Wonosobo.
“Dan selanjutnya event ini bisa berkelanjutan di tahun depan, bisa lebih bagus lagi penataannya, meriah lagi. Dan tentunya bisa menghasilkan sesuatu yang baik buat Wonosobo di bidang futsal khususnya,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Pamungkas dari sisi pembinaan. Ia berharap kompetisi tersebut menjadi pintu munculnya pemain-pemain muda yang mampu berkembang hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
“Yang pasti dari event ini nanti akan lahir pemain-pemain futsal Wonosobo yang potensial,” katanya.
Menurut Pamungkas, bukan tidak mungkin pemain yang ditemukan melalui kompetisi ini nantinya mampu memperkuat tim di tingkat provinsi, bahkan menembus kompetisi profesional dan tim nasional.
“Mungkin nanti akan gabung ke provinsi dan mungkin, namanya nasib juga barangkali, nanti anak-anak di sini ada yang bisa main di liga profesional. Mungkin ada yang tembus sampai tim nasional,” pungkasnya. (Aris)

