Car Free Day dan GEMAR Jadi Langkah Wonosobo Bangun Budaya Hidup Sehat

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo resmi meluncurkan Car Free Day (CFD) sekaligus Gerakan Masyarakat Aktif Berolahraga (GEMAR) di Alun-Alun Wonosobo, Minggu (5/7/2026). Peluncuran tersebut menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam mendorong budaya hidup sehat, menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif, serta membangun kebiasaan masyarakat untuk beraktivitas fisik secara berkelanjutan.
Pelaksanaan Car Free Day dan GEMAR tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga dirancang sebagai strategi membangun ekosistem perkotaan yang lebih sehat, ramah lingkungan, sekaligus mendukung tumbuhnya interaksi sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat di ruang publik.
Dalam sambutan Bupati Wonosobo yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, disampaikan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang sehat, aktif, dan produktif.

Menurutnya, Car Free Day dihadirkan sebagai ruang bersama yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari mendorong aktivitas fisik, menciptakan lingkungan dengan kualitas udara yang lebih baik, hingga mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Car Free Day yang kita luncurkan hari ini merupakan ikhtiar menghadirkan ruang publik yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ruang untuk bergerak lebih aktif, menikmati udara yang lebih bersih, mempererat interaksi sosial, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo memandang kesehatan sebagai investasi jangka panjang yang menjadi fondasi keberhasilan pembangunan di berbagai sektor. Pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas pelayanan publik akan berjalan lebih optimal apabila didukung oleh masyarakat yang sehat.
Karena itu, budaya hidup sehat harus dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Budaya hidup sehat tidak dibangun melalui kegiatan yang dilakukan sesekali. Budaya hidup sehat lahir dari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten,” lanjutnya.
Melalui Car Free Day, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya memanfaatkan ruang publik untuk berolahraga, tetapi juga membangun gaya hidup yang lebih aktif, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan.
Peluncuran GEMAR pada kesempatan tersebut turut mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) sebagai bagian dari gerakan nasional dalam membudayakan olahraga di tengah masyarakat.
Analis Kebijakan Ahli Madya Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kemenpora RI, Een Ernawati, menjelaskan bahwa GEMAR dirancang agar olahraga menjadi aktivitas yang mudah diakses, menyenangkan, dan dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia maupun latar belakang.
Menurutnya, Car Free Day merupakan momentum yang tepat untuk menghadirkan ruang aktivitas fisik yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Berbagai aktivitas sederhana, seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, senam bersama, hingga kegiatan komunitas, dapat menjadi kebiasaan sehat apabila dilakukan secara rutin dan didukung partisipasi masyarakat.
Ia menambahkan, keberhasilan gerakan olahraga masyarakat tidak hanya diukur dari tingginya antusiasme pada saat peluncuran, tetapi juga dari kemampuan menjaga keberlanjutan program melalui kolaborasi berbagai pihak.
Selain menjadi ruang untuk berolahraga, Car Free Day juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Kehadiran pelaku UMKM lokal menjadi bagian penting dalam menghidupkan ruang publik sekaligus memperluas peluang pemasaran produk-produk unggulan daerah.

Ruang publik yang sehat dan aktif diharapkan dapat berkembang sebagai tempat berinteraksi, berekspresi, dan berkolaborasi bagi masyarakat, sekaligus menjadi penggerak ekonomi berbasis komunitas.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan selama pelaksanaan Car Free Day, termasuk dengan mematuhi aturan penggunaan ruang publik, tidak merokok di kawasan CFD, serta membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.
Melalui peluncuran Car Free Day dan Gerakan Masyarakat Aktif Berolahraga, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya membangun daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan ruang publik yang sehat, aktif, dan inklusif, diharapkan masyarakat Wonosobo semakin produktif, peduli lingkungan, dan memiliki budaya hidup sehat yang berkelanjutan. (Diskominfo Wonosobo/Aris)
