WNFC 2026 Buktikan Kreativitas dan Budaya Mampu Gerakkan Pariwisata Wonosobo

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Wonosobo Night Fashion Carnival (WNFC) 2026 kembali memukau ribuan masyarakat yang memadati kawasan Alun-Alun Wonosobo, Sabtu (13/6/2026) malam.
Mengusung tema “Swarna Mahardhika Wanasaba”, ajang karnaval kostum yang menjadi bagian dari Festival Muda Berbudaya 2026 sekaligus rangkaian Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo tersebut menampilkan beragam karya kreatif yang memadukan unsur budaya, seni, dan kearifan lokal.
Ratusan peserta tampil memukau dengan kostum-kostum unik dan penuh imajinasi yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara serta identitas lokal Wonosobo. Antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute parade hingga venue utama menjadi bukti bahwa WNFC telah menjelma menjadi salah satu agenda unggulan yang dinantikan setiap tahun.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengatakan bahwa Wonosobo Night Fashion Carnival tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi wadah ekspresi kreativitas masyarakat yang mampu mendukung kemajuan daerah.
Menurutnya, Wonosobo tidak hanya memiliki keunggulan berupa panorama alam dan kekayaan budaya, tetapi juga sumber daya kreatif yang terus berkembang dan berpotensi menjadi kekuatan pembangunan.
“Melalui gelaran ini, kita menegaskan bahwa kreativitas masyarakat juga menjadi kekuatan penting yang dapat menggerakkan kemajuan dan daya saing daerah,” ungkap Bupati.
Afif menambahkan, WNFC telah berkembang menjadi atraksi wisata kreatif yang mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Selain menjadi ruang ekspresi bagi pelaku seni dan ekonomi kreatif, kegiatan tersebut juga berkontribusi dalam memperkuat daya tarik sektor pariwisata Kabupaten Wonosobo.
Momentum Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo, menurutnya, semakin memperkuat makna penyelenggaraan WNFC sebagai perwujudan semangat kebersamaan, kecintaan terhadap daerah, serta kebanggaan terhadap budaya dan identitas lokal.
Bupati juga menilai tema “Swarna Mahardhika Wanasaba” sejalan dengan semangat pembangunan daerah. Kekayaan budaya, potensi, dan kearifan lokal yang dimiliki Wonosobo, kata dia, harus mampu dirangkai menjadi kekuatan yang menghadirkan kesejahteraan dan kemajuan bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Afif menyampaikan apresiasi kepada para desainer dan perancang kostum yang telah mencurahkan ide, kreativitas, serta dedikasi dalam menghasilkan karya-karya berkualitas.
Menurutnya, kostum yang ditampilkan dalam WNFC bukan sekadar busana pertunjukan, melainkan media untuk menyampaikan cerita, identitas, dan kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh peserta, baik dari Kabupaten Wonosobo maupun berbagai daerah lain, yang telah menghadirkan semangat kolaborasi dan kreativitas dalam satu panggung yang inspiratif.
Bupati berharap kualitas penyelenggaraan WNFC terus meningkat sehingga mampu menarik lebih banyak peserta dari berbagai daerah dan berkembang menjadi event kreatif yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, M. Kristijadi, menjelaskan bahwa WNFC 2026 menjadi bagian dari Festival Muda Berbudaya 2026 yang digagas oleh generasi muda kreatif Wonosobo melalui kolaborasi Paguyuban Mas Mbak Wonosobo (PAMMBOS), Around Me, dan Wonosobo Extravaganza Costume Association (WECA).
Festival bertema “Swarna Mahardhika Wanasaba” tersebut telah masuk dalam Kalender Event Kabupaten Wonosobo Tahun 2026 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo.
Menurut Kristijadi, kolaborasi berbagai kegiatan yang berlangsung pada 12–13 Juni 2026 di kawasan Alun-Alun Wonosobo merupakan strategi untuk memperkuat promosi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif daerah.
“Event ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisata, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.
WNFC 2026 diikuti oleh 82 peserta yang terdiri dari 53 peserta utama dan 29 delegasi dari luar daerah. Dengan kehadiran kostum pendamping, jumlah performer yang tampil mencapai lebih dari 120 orang.
Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Surakarta, Kota Semarang, Grobogan, Kebumen, Banjarnegara, Salatiga, hingga Jember. Sementara peserta lokal berasal dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, BUMD, RSUD, pelaku wisata, institusi pendidikan, seniman, budayawan, pelaku ekonomi kreatif, perancang busana, hingga peserta perorangan.

Parade WNFC 2026 mengambil rute dari halaman Sekretariat DPRD Kabupaten Wonosobo menuju Alun-Alun Wonosobo melalui sejumlah ruas jalan utama kota sebelum berakhir di halaman Pendopo Kabupaten Wonosobo.
Dalam kesempatan tersebut turut ditampilkan tiga kostum ikon WNFC 2026 hasil karya komunitas perancang busana Wonosobo Extravaganza Costume Association (WECA), yang merupakan hasil pelatihan pembuatan kostum karnaval oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo.
Pada malam puncak acara, panitia juga mengumumkan para pemenang dari tiga defile yang diperlombakan. Para peserta terbaik berhasil menyita perhatian dewan juri melalui kreativitas, konsep, serta kualitas kostum yang ditampilkan.
Melalui semangat Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo yang mengusung tema “Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi”, Wonosobo Night Fashion Carnival diharapkan terus menjadi etalase kreativitas daerah yang mampu memperkuat posisi Wonosobo sebagai destinasi pariwisata dan pusat pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya yang semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. (Diskominfo Wonosobo/Aris)

