Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Kembangkan Galerti Buya Hamka di Padang Panjang

Padangpanjang|KoranRakyat.co.id —Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah, Dr. Derliana, MA menerima audiensi Efri Yoni Baikoeni (Dosen FKIP dan Peneliti UM Sumatera Barat) tanggal 25 Mei 2026 di Padang Panjang. Dalam kesempatan itu Mudir didampingi wakil mudir antara lain Ustad Drs. H. Amel Dahlan, Ustad Surya Bunawan, M.A dan Zainal Abidin, A.Md.
Menurut Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah, kedatangan dosen peneliti tersebut disambut baik karena dinilai penting dalam memberikan wawasan yang lebih luas terkait kajian Kemuhammadiyahan di Sumatera Barat. Selain itu, pertemuan itu dapat pula menggalang kerjasama dalam pengembangan pesantren yang dipimpinnya.

Sementara itu, Efri Yoni Baikoeni ketika dihubungi KoranRakyat.co.id menjelaskan bahwa saat ini sedang melakukan kajian untuk penyusunan buku biografi Buya Zainul Abidin Syu’aib (ZAS), salah seorang pimpinan Kuliyatul Mubalighien Muhammadiyah Padang Panjang yang pernah menjadi anggota Konstituante (1955-1959) dan Konsul Muhammadiyah di Bengkulu (1952-1955). Terakhir Buya ZAS terpilih sebagai Ketua PWM Sumatera Barat (1971-1983) yang berhasil menyelenggarakan Muktamar Muhammadiyah ke-39 tahun 1975 di Padang.
Penulis buku biografi sekaligus kolektor buku dan arsip langka ini juga menjelaskan kerjasama juga sedang dilakukan dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Padang Panjang dalam bentuk proyek digitalisasi manuskrip dan arsip langka tentang Muhammadiyah Minangkabau yang disimpan keluarga Buya ZAS. Proyek kerjasama ini dimulai dengan pertemuan Wali Kota Padang Panjang dengan keluarga Buya ZAS pada pertengahan bulan Juni 2026 di Pekanbaru.

Dalam kesempatan ini, Efri Yoni Baikoeni sebagai fasilitator turut mengundang kehadiran Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah dalam acara silaturrahmi ini sehingga hasil proyek digitalisasi ini dapat digunakan dalam pengembangan Gelri Buya HAMKA karena Buya ZAS merupakan sahabat karib Buya HAMKA.
Untuk itu, antara Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Padang Panjang perlu menandatangani MOU sehingga hasil penelitian mengenai sejarah Muhammadiyah di Padang Panjang dapat diakses oleh Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah dalam rangka mengembangkan Galeri Buya HAMKA.
Selain itu, Efri Yoni Baikoeni juga mengharapkan dengan penerbitan buku biografi Buya ZAS nantinya, pihak Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah dapat menyelenggaraakan kegiatan peluncuran dan bedah buku dengan menghadirkan para murid Buya ZAS dan alumni Kulliyatul Muballighien Muhammadiyah seperti Prof. Dr. Yunan Yusuf (kini Guru Besar Pemikirna Islam di UIN Jakarta dan UHAMKA).

Buku biografi Buya ZAS berjudul “MASJID BOLEH RUNTUH, IMAN TETAP TEGAK: Biografi Buya ZAS (1913-1983)” tersebut mendapat kata pengantar dari berbagai kalangan seperti Gubernur Sumatera Barat, Prof. Yunan Yusuf (Guru Besar Pemikiran Islam dari UIN Jakarta dan UHAMKA), Ketua PWM Sumatera Barat dan Rektor UM Sumatera Barat. Selain mendeskripsikan latar belakang keluarga dan pendidikan, buku biografi ini juga merefleksikan jejak perjuangan Buya ZAS sebagai aktivis Muhammadiyah yang militan. Diantara jejak perjuangannya adalah memimpin Muktamar Muhammadiyah ke-39 Tahun 1975 yang merupakan satu-satunya muktamar Muhammadiyah di Sumatera Barat era kemerdekaan. Jejak perjuangan lainnya adalah kiprah Buya ZAS memimpin proyek pembangunan kembali Masjid Raya Kota Padang yang runtuh menjelang Muktamar tepatnya tanggal 5 Januari 1975. Masjid ini berhasil dirampungkan dengan pembiayaan yang jauh lebih besar dari rencana semula. Masjid yang kemudian berganti nama dengan Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang ini berhasil dirampungkan setelah empat tahun wafatnya Buya ZAS tepatnya tahun 1987 dan menjadi simbol dan kebanggaan ummat Islam di Sumatera Barat. (*)
