23 Mei 2026

Purbaya Bongkar 10 Skandal Raksasa CPO Seludupkan via Singapura: Bisa Naikkan Pendapatan Negara Dua Kali Lipat

Jakarta|KoranRakyat.co.id Menkeu Purbaya Berhasil  membongkar habis borok sistemik yang dilakukan oleh korporasi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) raksasa di Indonesia  10 skandal Raksasa CPO selundupkan pajak via Singapura sehingga dampaknya bisa naikkan pendapatan negara dua kali l.ipat

Dilansir Inikah.com, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membongkar habis borok sistemik yang dilakukan oleh korporasi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) raksasa di Indonesia. Praktik manipulasi berjamaah ini tidak hanya menggerogoti pendapatan negara   secara masif, tetapi juga membuat devisa hasil ekspor bernilai miliaran dolar terparkir aman di luar negeri.

Skandal besar ini diungkapkan langsung oleh Menkeu Purbaya dalam forum Jogja Financial Festival 2026 yang digelar di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).

Purbaya membeberkan, tabir gelap ini mulai terkuak setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melayangkan laporan merah kepada Presiden Prabowo Subianto terkait maraknya aksi under invoicing atau pemalsuan penurunan nilai faktur dagang oleh para eksportir. Menerima laporan tersebut, Presiden Prabowo langsung memberikan titah tegas kepada Menkeu untuk mengusut tuntas.

Modus Antara Singapura-AS: Lapor Harga Cuma Setengah

Guna menindaklanjuti perintah kepala negara, Purbaya bergerak cepat melakukan audit mendalam terhadap para penguasa pasar kelapa sawit di tanah air. “Jadi saya periksa 10 perusahaan CPO terbesar di Indonesia. Saya random pengapalannya ke luar negeri seperti apa. Rupanya biasanya ekspor ke AS enggak langsung, mereka lewat pedagang perantara di Singapura,” beber Purbaya di hadapan peserta festival.

Hasil investigasi acak tersebut mengejutkan. Purbaya menemukan pola culas di mana perusahaan sengaja mempermainkan harga jual dengan mencantumkan nilai yang jauh lebih murah, bahkan menyusutkan laporan volume barang di dokumen resmi.

“Harganya dimainin lebih rendah dibandingkan dari harga dijual atau kadang-kadang volume diturunkan. Jadi mereka bisa dibilang sebagian diselundupkanlah,” tukasnya tajam.

Ilustrasi Kapal CPO/redaksi satu

Modus operandi yang berjalan menahun ini kian rapi karena perusahaan perantara yang berada di Singapura ternyata masih milik oknum eksportir itu sendiri. Di atas kertas, mereka melaporkan harga jual dari Indonesia ke Singapura hanya setengah dari harga asli saat komoditas tersebut dijual kembali dari Singapura ke Amerika Serikat. “Pedagang perantara perusahaannya dia juga. Harga ke Singapura, setengah dari harga dari Singapura ke Amerika. Jadi saya sebagai Menteri Keuangan saya rugi. Pajak ekspor yang saya peroleh hanya separuhnya. Pajak pendapatan juga separuhnya. Devisa lebih sedikit dan parkir di luar negeri,” cecar Purbaya kesal.

Alasan Prabowo Bentuk PT DSI: Bea Cukai Gampang Bocor!

Melihat kebocoran yang begitu terstruktur, Purbaya sempat menyusun rencana untuk memperketat benteng pengawasan di sektor kepabeanan. Namun, ia mengakui bahwa celah di lapangan terlalu rawan.

“Kita tahu di Bea Cukai gampang terjadi kebocoran. Jadi Pak Presiden pikir, ya sudah kita bereskan saja sekalian. Kita buat badan pengekspor, namanya DSI, Danantara Sumberdaya Indonesia. Semua ekspor hanya bisa lewat situ. Yang jual hanya DSI itu ke pasar-pasar dunia,” jelasnya menerangkan asal-usul lahirnya kebijakan satu pintu tersebut.

Pendapatan Negara Berpotensi Naik Dua Kali Lipat

Purbaya optimistis, radikalnya pendekatan satu pintu lewat PT DSI ini akan menjadi obat penawar bagi penyakit kronis penyelewengan komoditas nasional. Begitu rantai under invoicing diputus paksa oleh negara, kantong kas fiskal diproyeksikan bakal langsung melonjak drastis.

“Untuk saya, saya untung. Income (pendapatan) saya bisa naik dua kali lipat, mungkin lebih. Karena dari income tax (pajak penghasilan), penghasilan lain-lain, export tax (pajak ekspor). Yang penting barang kita tidak diselundupkan ke luar negeri,” tegas Bendahara Negara tersebut.

Menutup penjelasannya, Purbaya memastikan tambahan dana segar dari hasil pembersihan mafia ekspor CPO ini akan dialokasikan penuh guna membiayai program-program strategis yang bersentuhan langsung dengan rakyat, mulai dari sektor pendidikan hingga percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.(*)