Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Inofatif Menggnakan Metode Koorperatif Berbasis Podcast Di Era Digital

Oleh : Prof Dr Hj Mardiah Astuti MPdI
Materi Orasi Disampaikan dalam Sidang Senat Terbuka Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Jum’at, 17 April 2026
Masalah (Isu-Isu Krusial Pendidikan Islam)
KoranRakyat.co.id —Perubahan bidang teknologi digital sangat cepat dan berpotensi semakin berkembang seiring dengan perjalanan waktu, bahkan ia melampaui teknik pembelajaran yang inovatif dan yang tradisional menjadi tertinggal (Qureshi et al., 2021). Selama ini penggunaan teknologi digital pada beberapa sekolah di Indonesia didominasi oleh sekolah unggul bertaraf nasional dan internasional, ataupun kelas unggulan. Penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran menjadi pembeda antara kelas unggul dan regular karena umumnya lebih sering digunakan pada kelas unggulan (Clark-Wilson et al., 2020). Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahaun di berbagai penjuru dunia maka setiap guru penting mengadopsi teknologi digital. Kemampuan menyerap teknologi telah membawa perbedaan distribusi sumber daya manusia di dunia pendidikan pada era globalisasi (Polónyi, 2022), dengan kata lain penggunaan teknologi digital dipengaruhi oleh perkembangan arus globalisasi (Skare & Riberio Soriano, 2021).
Semua informasi di era ini dapat diakses dengan mudah di internet, melalui perangkat komputer, labtop, tablet, dan bahkan melalui handphone kita. Anak-anak kita, mereka adalah Generasi Z dan bahkan generasi O telah akrab dengan teknologi informasi. Data survey terhadap pengguna media sosial di Indonesia 2019 menunjukkan pengguna media sosial berusia 15-19 tahun mengakses sosial media seperti youtube, instagram, facebook, snapchat, dan twitter hingga 195 menit per hari (Pujiono, 2021). Hal ini tidak berimbang dengan keterbatasan kompetensi digital dan kreativitas guru-guru kita dalam mengembangkan teknologi tersebut sebagai media pembelajaran inovatif (Wardana et al., 2023).
Kita juga menyaksikan masalah krusial pendidikan kita terdapat ketimpangan akses dan teknologi digital. Di tahun 2019, masyarakat perktotaan lebih 50% telah mengenal media digital sedangkan masyarakat pedesaan belum memiliki akses. Dari aspek infrastruktur ketimpangan tersebut terlihat jelas tidak merata, terutama di daerah pedesaan. Kita menyaksikan anak-anak di perkotaan bila digolongkan kategori miskin pun mampu mengakses teknologi, warnet tersedia dan bahkan memiliki handphone, sedangkan anak-anak di pedesaan yang tergolong desa terpencil tidak merasakan hal yang sama (Anita & Astuti, 2022).
Masalah lain seperti kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang belum menggembirakan baik dari aspek proses pembelajaran, maupun hasil belajar peserta didik menjadi permasalahan yang krusial yang harus dicari solusinya. Sebagai contoh materi PAI yang dikembangkan pada madrasah belum kontekstualisasi terhadap realitas kehidupan sosial, budaya, dan teknologi digital, sedangkan peserta didik mudah mendapatkan informasi dari internet yang terkadang tidak jelas sumbernya sehingga perlu inovasi dalam materi, metode dan pendekatan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Prihtin et al., 2025). Masih sedikit guru yang mengembangkan materi PAI yang relevan dan aktual dengan masalah sosial serta lintas bidang ilmu dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Begitu pula pada aspek hasil belajar, evaluasi pembelajaran dalam pendidikan Islam lebih berfokus pada aspek kognitif, sedangkan aspek afektif dan psikomotorik masih kurang (Ismail et al., 2022).
Tontonan anak-anak kita juga perlu diseleksi. Kemajuan teknologi membawa pada kebebasan berkarya seni yang tanpa batas, atas nama seni, nilai-nilai moral dan etika sering diabaikan dan luput dari pengawasan orangtua, pendidik, dan pemuka agama. Hal ini menimbulkan masalah yang kita sebut sebagai degradasi karakter dan moral di era globalisasi. Tentu hal ini menjadi kekhawatiran kita semua. Menjawab permasalahan ini, guru PAI harus melek teknologi digital. Konten materi pembelajaran yang modern dan Islami perlu kita hadirkan pada ruang pembelajaran di kelas sehingga anak-anak kita di madrasah mendapatkan edukasi Islami yang lebih menarik dan lebih banyak daripada informasi dari media sosialnya.
Akan tetapi, permasalahan kurangnya dukungan lingkungan dan motivasi dari peserta didik itu sendiri menjadi problematika tersendiri dalam pengembangan strategi Pendidikan Agama Islam yang inovatif dirasakan oleh guru PAI kita. Hal ini menjadi tantangan tersendiri terutama bagi saya pribadi selaku guru besar pada rumpun Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, sehingga saya tidak dapat bekerja sendiri, saya membutuhkan kerjasama dari semua pihak, terutama guru-guru PAI dan peserta didik khususnya di Provinsi Sumatera Selatan yang merasakan secara langsung kondisi praktis di lapangan. Berbagai isu krusial tersebut menjadi kegelisahan saya dan kita semua untuk menjadi perlu mengkaji strategi pembelajaran PAI inovatif yang relevan dengan kehidupan era digital saat ini.
Masalah yang Dipilih (Fokus Masalah)
Menjawab isu-isu krusial dan strategis seperti yang saya sebutkan tadi, pada riset tahun 2025 yang lalu saya beserta tim peneliti menemukan kendala pembentukan akhlak peserta didik di era digital sebagai akibat masuknya tontonan yang jauh nilai Islam perlu dijawab dengan hal yang serupa. Kita perlu melawan tontonan dengan tontonan, informasi dengan informasi pula. Kita tidak bisa menjauhkan anak-anak kita, peserta didik kita dari teknologi digital, tetapi kita lah yang harus beradaptasi dengan teknologi digital. Menjawab isu tersebut maka strategi pembelajaran yang dipilih adalah memaksimalkan metode pembelajaran yang tepat dan inovatif, maka pada riset tersebut saya memilih mengkaji penggunaan Metode Podcast sebagai adaptasi teknologi dalam pembelajaran PAI.
Podcast merupakan media audio yang dapat diakses secara digital, memungkinkan peserta didik secara berkelompok untuk mendengarkan materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja. Podcast dapat digunakan untuk menyampaikan materi yang padat dan bersifat terbuka sehingga dapat disampaikan melalui episode-episode podcast yang menarik dan informatif. Melalui penggunaan Podcast, peserta didik dapat menemukan dan mengelola pembelajaran melalui cara belajar mereka sendiri (González Enríquez et al., 2023). Pada pelaksanaannya, peserta didik dapat mendengarkan diskusi antara guru dan narasumber, serta melakukan refleksi terhadap konten yang didengar. Podcast sebagai metode dalam pembelajaran dapat diakses oleh semua peserta didik, meningkatkan keterlibatan mereka secara aktif dalam proses pembelajaran, mengembangkan keterampilan sosial melalui kerja sama dengan saling berkomunikasi dan berkolaborasi dan menjadikan pembelajaran fleksibel dimana peserta didik dapat belajar sesuai dengan kecep
Kontribusi Dan Riset
Penerapan metode kooperatif berbasis podcast pada siswa jurusan Multimedia di SMK Ar-Rahman Palembang dilakukan dengan tahapan yaitu: (a) Guru merancang konten podcast yang relevan dengan kurikulum PAI dan menarik bagi peserta didik, (b) Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil untuk mendiskusikan episode podcast yang akan ditonton/didengarkan, (c) setiap kelompok diberikan tugas untuk membuat episode podcast mereka sendiri sebagai bentuk aplikasi dari materi yang telah dipelajari, dan (d) setelah diskusi, guru memberikan umpan balik terhadap pemahaman dan pengalaman peserta didik secara individu dan juga hasil tugas kelompoknya.
Setiap inovasi baru, tentu tidak selalu berjalan dengan mulus sesuai dengan harapan. Pada penerapan tersebut, kami menemukan masalah yaitu (a) minimnya interaksi. Podcast bersifat satu arah, sehingga kurang memberikan ruang bagi peserta didik untuk bertanya atau berdiskusi, yang penting dalam pembelajaran fiqh, (b) keterlibatan perserta didik untuk aktif mendengarkan dan terlibat dengan materi podcast bisa menjadi tantangan, terutama jika mereka lebih terbiasa dengan metode pembelajaran tradisional, dalam hal ini ditemukan 90% pasif dalam pembelajaran karena kosentrasi menonton podcast, hanya 10% bertanya setelah podcast berlangsung, (c) evaluasi pembelajaran, menilai pemahaman siswa setelah mendengarkan podcast bisa sulit, karena tidak ada cara langsung untuk mengukur seberapa baik mereka menyerap informasi. ada beberapa materi yang lupa dicatat karena terlalu banyak disampaikan oleh narasumber, akan tetapi mereka mengakui mendapatkan bantuan salinan rekaman sehingga dapat dicari dengan membuka siaran ulang, dan (d) adaptasi Kurikulum, integrasi podcast ke dalam kurikulum pendidikan agama Islam memerlukan penyesuaian dan pengembangan materi yang sesuai dengan standar pendidikan. Penyesuaian ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik sebagai output pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitasnya yang relevan dengan perubahan zaman (Astuti et al., 2024).
Dari hasil riset di SMK Pondok pesantren Ar-Rahman Palembang tahun 2025 tersebut saya menemukan bahwa kebutuhan yang tinggi terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran melibatkan beberapa langkah strategis yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis podcast dengan cara bekerjasama dengan kelompoknya. Pada tahap perancangan, guru merancang konten podcast sesuai dengan kriteria PAI dan menarik bagi siswa, dengan fokus pada kompetensi dasar fiqh muamalah, termasuk transaksi jual beli, sewa sewa, dan kontrak. Materi ini dibagi menjadi tiga pertemuan, masing-masing membahas satu topik spesifik. Tahapaan selanjutnya adalah membagi kelompok diskusi menjadi kelompok kecil untuk mendiskusikan episode podcast yang telah ditentukan.
Pelaksanaan pembelajaran pada 15 peserta didik, mereka dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari lima orang, memfasilitasi diskusi yang lebih mendalam. Setiap kelompok diberikan tugas untuk membuat episode podcast mereka sendiri sebagai aplikasi dari materi yang telah dipelajari. Mereka juga diarahkan untuk menonton podcast dari channel YouTube yang relevan. Setelah diskusi, guru memberikan umpan balik terhadap pemahaman siswa secara individu dan kelompok. Diskusi mencakup prinsip jual beli dalam Islam dan contoh kasus jual beli online, serta refleksi manfaat pembelajaran menggunakan podcast. Melalui metode ini, diharapkan peserta didik tidak hanya memahami teori fiqh tetapi juga dapat menerapkannya dalam konteks nyata, terutama dalam situasi digital saat ini. Pembelajaran berbasis podcast ini menunjukkan potensi untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dan memperdalam pemahaman mereka terhadap materi fiqh.
Metode kooperatif berbasis podcast memiliki banyak kelebihan dalam memudahkan penyampaian materi pada peserta didik dengan menghadirkan sumber belajar langsung dari para pakar sehingga lebih banyak memiliki wawasan. Kegiatan yang menggabungkan metode kooperatif dan modifikasi media pembelajaran audiovisual dalam bentuk podcast ini dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan pada materi yang padat dan memerlukan pemahaman tinggi (Zulfizar, 2023). Akan tetapi, sejauh ini masih banyak ditemukan permasalahan dalam penerapannya di Indonesia, terutama pada sekolah-sekolah di daerah terpencil.
Saya menemukan permasalahan yaitu: pertama, ada keterbatasan akses teknologi bagi peserta didik di daerah terpencil yang tidak memiliki akses internet yang stabil untuk mengakses podcast. Kedua, adanya perbedaan latar belakang pendidikan dan pemahaman agama peserta didik dalam podcast mungkin tidak mudah dipahami oleh semua peserta didik. Ketiga, tingkat kualitas konten, tidak semua podcast memiliki kualitas konten yang baik; ada risiko informasi yang disampaikan tidak akurat atau tidak sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, guru sebagai pendidik perlu memahami budaya dan teknologi yang berkembang serta memahmi materi pelajaran dengan baik untuk mengatasi masalah tersebut. Pendekatan yang digunakan dapat berupa pendidikan lintas budaya, sistem pendidikan digital dan komunikasi karena ada hubungan antara budaya, penggunaan teknologi, dan komunikasi dalam pendidikan digital selama ini (Chen, 2022).
Pada penerapan metode kooperatif berbasis podcast dalam pembelajaran PAI di era digital ini menemukan permasalahan, yaitu tidak semua peserta didik memiliki akses ke perangkat dan internet. Oleh karena itu, pihak madrasah mesti menyediakan akses untuk menggunakan media alternatif seperti CD. Solusi ini dapat diterapkan dengan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris yang baik sehingga dapat menerapkan teknologi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang relevan dengan kebutuhan peserta didik (Ansyah, 2022). Selain itu, guru perlu dilatih menggunakan teknologi dan merancang konten yang efektif sehingga podcast dapat berguna meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengarkan (Chaves-Yuste & de-la Peña, 2023) Pelatihan berkala dapat membantu meningkatkan keterampilan guru. Pelatihan ini penting, teruatama terkait perkembangan AI yang semakin canggih yang menunjukkan kebutuhan pembelajaran berbasis digital sangat penting (Alkeraida, 2024). Selain itu, pembelajaran digital menyajikan materi sebagai informasi yang lebih banyak bagi peserta didik (Liu, 2023). Pelatihan bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan digital guru, tetapi bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman, wawasan terhadap teknologi, sikap dan tindakan serta penggunaannya yang tepat dalam kegiatan pembelajaran (Beno et al., 2022), termasuk pula memadukan metode pembelajaran dan media berbasis podcast untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam pendidikan Agama Islam.
Inovasi Pembelajaran PAI
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya sampaikan dua inovasi dari riset tersebut, yaitu pertama, metode podcast sebagai strategi baru dalam inovasi pembelajaran PAI di era digital. Kedua metode podcast menarik minat peserta didik dalam pembelaajran PAI, mendorong keberanian peserta didik, dan menjangkau peserta didik tanpa ruang dan waktu (Astuti et al., 2025).
Di luar bahasan riset, kami menemukan kebutuhan dalam mengembangkan komponen pembelajaran yang lain seperti bahan ajar, materi, penilaian, serta modifikasi metode dan media pembelajaran. Inovasi pada pembelajaran PAI mendesak dalam menjawab tantangan zaman dan isu-isu krusial. Untuk mencapai keberhasilan tidak hanya penggunaan metode yang perlu dikembangkan, melainkan juga materi, penilaian, dan modifikasi media. Pengembangan pada semua komponen pembelajaran menjadi strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di masa depan.
Melalui hasil dan temuan riset ini, saya percaya keunggulan metode kooperatif berbasis Podcast pada pembelajaran PAI mampu menjawab kendala ketimpangan infrastruktur teknologi digital pendidikan di daerah perkotaan dan pedesaan. Maka temuan ini menjadi gagasan orisinal yang saya tawarkan untuk diimplementasikan pada madrasah sebagai Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Digital di era ini.
Kesimpulan dan Implikasi
Metode kooperatif berbasis podcast memiliki potensi besar untuk meningkatkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital. Melalui pemanfaatan teknologi secara efektif, pendidikan agama dapat menjadi lebih menarik dan relevan bagi generasi muda. Penerapan metode ini memerlukan kerjasama antara guru, siswa, dan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan inklusif.
Semoga orasi ilmiah ini menjadi sumbangsih kecil bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam khususnya pada rumpun ilmu, Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai bidang keahlian saya. Selain itu, juga diharapkan berkontribusi dalam kemajuan institusi pendidikan yang kita semua banggakan, UIN Raden Fatah Palembang dalam menyongosng visi UIN 2030 dan Indonesia emas 2045. Aamiin. (*)

