20 April 2026

Rektor UIN Raden Fatah : Educonomi Inovatif untuk Generasi Kreatif

KoranRakyat.co.id| Palembang  —Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kembali menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar dengan tema “Educonomy Inovatif untuk Generasi Kreatif”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung PPG UIN Raden Fatah Kampus Jakabaring UIN Raden Fatah Palembang, Jumat (17/04/2026).

Pengukuhan Guru Besar ini merupakan wujud komitmen Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang dalam memperkuat kualitas akademik, meningkatkan kontribusi keilmuan, serta mendorong hilirisasi ilmu pengetahuan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran UIN Raden Fatah sebagai pusat pengembangan konsep educonomy inovatif dalam upaya mencetak generasi yang kreatif, unggul, dan berdaya saing global.

dok

Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., menyampaikan ucapan selamat kepada empat Guru Besar yang dikukuhkan. Dengan penambahan tersebut, jumlah Guru Besar di UIN Raden Fatah kini mencapai 39 orang.

Pengukuhan keempat  guru besar yang dilakukan  Rek,tor UIN Radem Fatah masing-masing: Prof. Dr. Ermis Suryana, S.Ag., M.Si sebagai guru besar dalam bidang kepakaran Inovasi Pembelajaran pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan; Prof. Dr. Heri Junaidi, M.A, sebagai guru besar dalam bidang kepakaran pengembangan Lembaga Mikro Syari’ah pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam; Prof. Dr. Hj. Mardiah Astuti, M.Pd.I, sebagai guru besar dalam bidang kepakaran Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan Prof. Dr. Maftukhatusolikhah, M.Ag. Sebagai Guru Besar Dalam Bidang kepakaran Ekonomi Pembangunan Syariah pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,

ist

Prof. Dr. Muhammad Adil menyebutkan bahwa pengukuhan  guru besar dilebeli dengan thema Educonomi Inovatif untuk Generasi Kreatif.  Menurut Muhammad Adi, konsep educonomi menegaskan pentingnya integrasi antara pendidikan dan ekonomi sebagai fondasi pembangunan masa depan. Indonesia tidak cukup hanya memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi harus diperkuat dengan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan produktif. Di sinilah peran Guru Besar menjadi krusial, yakni dalam mengembangkan riset-riset unggulan yang tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu dihilirisasikan menjadi produk, kebijakan, dan solusi nyata yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Untuk menuju Indonesia Emas 2045 jelas M Adil membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan global yang sangat cepat. Oleh karena itu, Guru Besar diharapkan menjadi penggerak dalam membangun ekosistem pendidikan yang transformatif, yang mampu melahirkan generasi kreatif, berdaya saing global, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin. Peran ini dapat diwujudkan melalui penguatan kurikulum berbasis masa depan, pengembangan kewirausahaan berbasis kampus, serta kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pemerintah, dan dunia industri.

ist

Lebih dari itu, Guru Besar juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga arah pembangunan agar tetap berlandaskan nilai-nilai etika, keadilan, dan keberlanjutan. Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang kemajuan ekonomi, tetapi juga tentang kualitas peradaban. Oleh karena itu, kontribusi keilmuan para guru besar harus mampu menghadirkan keseimbangan antara kemajuan material dan spiritual, antara inovasi dan nilai, serta antara globalisasi dan kearifan lokal.

Pencapaian guru besar ini bukan saja merupakan capaian pribadi sebagai seorang dosen, namun juga menjadi capaian universitas yang sangat penting. Dengan dikukuhkan empat guru besar baru pada hari ini, berarti UIN Raden Fatah memiliki tambahan sumber daya manusia (SDM) yang secara kapasitas sudah sangat teruji keilmuannya. Hal ini, tentu menjadikan eksistensi UIN Raden Fatah semakin diakui oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Sebab jabatan guru besar menunjukkan pengakuan akan kompetensi dibidang akademik kita.  Dengan demikian, semakin banyak pakar yang kita miliki, tentunya akan berdampak pada penilaian terhadap UIN Raden Fatah yang semakin baik, dan ini akan meningkatkan kualitas kita semua sebagai salah satu dari jajaran universitas islam terbaik di Indonesia bahkan di dunia. Saat ini berdasarkan pemeringkatan webometric 2026, alhamdulillah UIN Raden Fatah menduduki peringkat ke-8 Universitas Islam Negeri terbaik di Indonesia. Sedangkan berdasarkan Versi UniRank (UniRanks) 2026, UIN Raden Fatah Palembang menduduki TOP 4 PTKIN terbaik di Indonesia. Ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi UIN Raden Fatah Palembang.

ist

Suasana pengukuhan keempat guru besar UIN Raden Fatah yang juga disaksikan Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag (Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI) pada sidang senat terbuka yang dipimpin ketua senat diwarnai orasi ilmiah : Prof. Dr. Ermis Suryana, S.Ag., M.Si dengan  topik “Inovasi Pembelajaran Berdiferensial ; Mejemput Fitrah Dalam Keberagaman Menuju Pendidikan Islam yang Humanis dan Transformasi”;

Prof. Dr. Heri Junaidi, M.A, dengan topik Efiseiensi Berkeadilan dalam Pengembangan Lembaga Mikro Syariah: Refleksi Empiris dari Sumatera Selatan;

Prof. Dr. Hj. Mardiah Astuti, M.Pd.I, dengan topik “Srategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Inovatif Menggunakan Metode Koorperatif Berbasis Podcast di Era Digital”;

Prof. Dr. Maftukhatusolikhah, M.Ag. dengan topic: “Rekontruksi Paradigma Pembangunan  Peradaban Islam Melalui Ekonomi Syariah: Reaktualisasi Konsep Al-Irtifaqat Syah Waliullah Ad-dihlawi” .(*)