30 April 2026

Puncak Festival Mudik 2026 Wonosobo Diserbu Ribuan Pengunjung, 45 Balon Hiasi Langit

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Puncak Festival Mudik 2026 yang digelar di Alun-Alun Wonosobo pada Minggu (29/3/2026) berlangsung meriah dan dipadati pengunjung.

Ribuan orang tumpah ruah menyaksikan atraksi balon udara tradisional yang menjadi ikon tahunan daerah tersebut.

Event ini menjadi penutup rangkaian Festival Balon Udara Tradisional Wonosobo tahun 2026. Tidak hanya menampilkan keindahan balon dengan berbagai motif unik dan kreatif, festival ini juga semakin mengukuhkan posisi Wonosobo sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah yang mulai dikenal hingga tingkat internasional.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan festival tahun ini. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, sektor swasta, hingga dukungan lintas instansi seperti Kementerian Perhubungan RI melalui Kantor Otoritas Bandara Wilayah 3 Surabaya, Kementerian Pariwisata RI, Badan Otorita Borobudur, AirNav Indonesia, AirNav YIA Yogyakarta, PLN, Disbudpar Provinsi Jawa Tengah, Polres Wonosobo, Kodim 0707/Wonosobo, dan berbagai pihak lainnya.

“Tahun ini merupakan tahun kelima penyelenggaraan Festival Balon Mudik pasca pandemi, dengan perkembangan yang sangat eksponensial. Festival Balon Udara Tradisional Wonosobo bukan sekadar atraksi, melainkan warisan budaya yang telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum RI sejak 2025. Dengan manajemen yang semakin matang, kami optimistis event ini layak naik kelas ke level dunia,” ungkap Fahmi.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan selama libur Lebaran mengalami peningkatan signifikan. Festival balon yang digelar di 23 lokasi selama 22–29 Maret 2026 menjadi faktor utama lonjakan tersebut.

Tercatat lebih dari 300.000 wisatawan hadir pada periode 22 hingga 28 Maret, sementara pada puncak acara diperkirakan mencapai 40.000 hingga 50.000 orang, termasuk ratusan wisatawan mancanegara dari berbagai negara.

Fahmi turut menjelaskan terkait absennya peserta dari luar negeri pada Festival Mudik tahun ini. Menurutnya, beberapa peserta dari Amerika Latin batal hadir akibat dampak konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memengaruhi jalur penerbangan, termasuk penutupan Bandara Qatar. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi kemeriahan acara secara keseluruhan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Wonosobo sekaligus Koordinator Festival Mudik 2026, Fatonah Ismangil, menegaskan bahwa keberhasilan festival tidak hanya dilihat dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari pengelolaan acara yang berjalan dengan baik.

Pada puncak acara, sebanyak 45 balon udara terbaik ditampilkan setelah melalui proses seleksi oleh Komunitas Balon Wonosobo. Balon-balon tersebut merupakan hasil kurasi dari festival yang sebelumnya digelar di berbagai desa.

“Rangkaian Festival Mudik 2026 telah tersebar di 23 titik lokasi di 9 kecamatan sejak 22 hingga 29 Maret 2026, dengan total sekitar 1.200 balon yang mayoritas merupakan balon baru bertema nusantara yang menghiasi langit Wonosobo. Balon-balon terbaik tersebut kemudian ditampilkan di Alun-Alun pada Puncak Festival Mudik 2026 hari ini,” jelasnya.

“Fokus kami adalah memastikan seluruh rangkaian kegiatan terkelola dengan baik, mulai dari rekayasa lalu lintas, kebersihan lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi melalui bazar UMKM dan PKL,” lanjut Fatonah.

Ia juga menyoroti pentingnya peran komunitas balon serta dukungan dari berbagai instansi dalam menyukseskan acara. Menurutnya, dampak ekonomi dari festival ini sangat dirasakan oleh masyarakat lokal.

“Dampak ekonomi bagi masyarakat lokal sangat nyata. Festival ini membuktikan bahwa dengan standar keselamatan dan ketertiban yang tinggi, pariwisata dapat menjadi lokomotif penggerak ekonomi yang luar biasa,” tambahnya.

Acara puncak ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, Direktur Utama AirNav Indonesia, serta perwakilan berbagai instansi terkait. Kehadiran wisatawan mancanegara dalam jumlah signifikan juga menjadi indikator meningkatnya daya tarik pariwisata Wonosobo di mata dunia.

Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari aparat keamanan, tenaga kesehatan, hingga relawan, yang telah menjaga kelancaran dan keamanan selama festival berlangsung.

Dengan suksesnya Puncak Festival Mudik 2026, Disparbud Wonosobo berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dalam pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan.

Upaya ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Wonosobo sebagai pusat agribisnis dan destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. (Diskominfo Wonosobo/Aris)