2 Mei 2026

Tradisi Balon Udara Kian Mendunia di Festival Mudik Wonosobo 2026

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Puncak Festival Mudik Wonosobo 2026 berlangsung meriah di Alun-Alun Wonosobo pada Minggu (29/3/2026).

Pemerintah Kabupaten Wonosobo sukses menyelenggarakan agenda tahunan tersebut dengan menghadirkan ribuan pengunjung dari berbagai daerah hingga mancanegara. Mereka memadati kawasan alun-alun untuk menyaksikan tradisi balon udara yang telah menjadi ikon budaya khas Wonosobo.

Dalam sambutannya, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, komunitas balon, sponsor, aparat keamanan, hingga petugas kesehatan dan kebencanaan yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut.

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi merupakan wajah Wonosobo yang lahir dari tradisi dan tumbuh menjadi kekuatan budaya yang semakin dikenal luas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan Festival Mudik yang telah memasuki tahun kelima sejak bangkit dari pandemi menunjukkan perkembangan yang positif. Menurutnya, Wonosobo tidak hanya berhasil pulih, tetapi juga mengalami pertumbuhan signifikan, khususnya di sektor budaya dan pariwisata.

Kebanggaan masyarakat kian bertambah setelah tradisi balon udara Wonosobo pada 2025 resmi memperoleh pengakuan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Komunal dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Pengakuan tersebut menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

Selama sepekan penyelenggaraan festival, sebanyak 1.200 balon udara diterbangkan dan menghiasi langit Wonosobo. Balon-balon tersebut tersebar di 23 titik yang berada di 9 kecamatan.

Tingginya jumlah kunjungan wisatawan turut menjadikan Wonosobo sebagai salah satu destinasi unggulan selama periode mudik Lebaran tahun ini.

Bupati Afif menekankan bahwa kesuksesan festival tidak hanya diukur dari kemeriahannya, tetapi juga dari kualitas penyelenggaraan secara menyeluruh, termasuk pengelolaan keamanan, kebersihan, penataan pedagang, serta kelancaran lalu lintas.

“Kesuksesan festival harus diukur dari kualitas penyelenggaraan secara menyeluruh. Dari situlah wajah Wonosobo dinilai,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan AirNav Indonesia atas dukungan dalam memastikan pelaksanaan festival tetap memperhatikan aspek keselamatan penerbangan.

Tak hanya menampilkan atraksi balon udara, festival ini juga diramaikan dengan bazar kuliner, pameran UMKM, serta pertunjukan seni budaya yang semakin memperkaya pengalaman wisata pengunjung. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkomitmen mendorong Festival Balon menjadi ajang bertaraf internasional yang tidak hanya dikenal, tetapi juga dinantikan oleh masyarakat dunia.

“Dengan semangat kebersamaan, kita wujudkan Wonosobo sebagai pusat agribisnis dan pariwisata terkemuka di Jawa Tengah,” pungkas Bupati.

Sementara itu, Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno, menegaskan pentingnya menghentikan praktik balon udara liar yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.

“Tradisi budaya harus tetap dijaga, namun tidak boleh membahayakan keselamatan penerbangan. Solusinya adalah dengan menerbangkan balon secara ditambatkan,” jelasnya.

Data dari AirNav Indonesia mencatat hingga 28 Maret 2026 terdapat 27 laporan balon udara tidak terkendali di sejumlah wilayah, dengan ketinggian mencapai 35.000 kaki (FL350). Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu jalur penerbangan, baik domestik maupun internasional.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat, AirNav Indonesia juga menjalankan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui program “Kampung Kasanah” di Wonosobo.

Program ini difokuskan pada pengembangan sektor pertanian, peternakan, UMKM, serta ekonomi kreatif guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (Diskominfo Wonosobo/Aris)