Museum Daerah Wonosobo Resmi Diluncurkan, Hadirkan Jejak Sejarah dan Kekayaan Budaya

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) resmi melakukan soft launching Museum Daerah Kabupaten Wonosobo pada Selasa (17/3/2026).
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Tourist Information Center (TIC) Kalianget sebagai langkah awal menghadirkan ruang edukasi sejarah bagi masyarakat.
Hadirnya museum ini menjadi upaya strategis pemerintah daerah dalam memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan sejarah dan budaya Wonosobo agar lebih mudah diakses publik.
Kepala Disparbud Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa selama ini banyak artefak bersejarah yang belum dapat dinikmati masyarakat secara luas karena hanya tersimpan di ruang penyimpanan.

“Wonosobo adalah kota pariwisata sekaligus kota budaya. Banyak sekali kekayaan budaya yang menceritakan perjalanan sejarah Wonosobo, bahkan sejak sebelum berdirinya wilayah ini. Selama ini artefak-artefak tersebut hanya disimpan, sehingga melalui museum ini kami ingin menghadirkannya untuk publik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, koleksi yang dipamerkan dalam museum tersebut berasal dari rentang waktu panjang, yakni mulai abad ke-7 hingga abad ke-10, yang memiliki nilai historis tinggi. Untuk tahap awal, ruang lantai 2 TIC Kalianget dimanfaatkan sebagai lokasi pameran, mengingat keterbatasan anggaran untuk pembangunan museum permanen.
“Meskipun masih sederhana, yang penting adalah bagaimana koleksi berharga ini bisa dinikmati dan dipelajari masyarakat,” tambahnya.
Dalam hal pengelolaan, Disparbud memastikan bahwa aspek perawatan koleksi menjadi prioritas utama. Selama ini artefak telah dirawat dengan baik meski masih berada di ruang inventaris. Ke depan, pemerintah akan terus mengalokasikan sumber daya guna meningkatkan kualitas perawatan, termasuk penanganan khusus bagi benda-benda yang rentan dan bernilai tinggi.
Pengembangan museum juga akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas budaya, pelaku pariwisata, hingga kalangan pendidik.
“kami mengajak operator wisata untuk memasukkan museum ini dalam paket kunjungan. Jadi wisatawan tidak hanya ke Dieng, tetapi juga mendapatkan pengalaman wisata edukasi tentang sejarah Wonosobo,” jelas Fahmi.
Sementara itu, Pegawai Disparbud, Andhika Dwi Nugroho, menjelaskan bahwa museum ini terbagi dalam tiga ruang utama dengan karakteristik berbeda.
Ruang pertama, yakni Ruang Dieng, menampilkan artefak dari masa klasik atau periode Hindu-Buddha. Ruang kedua, Ruang Sindoro, berisi koleksi dari era Islam, termasuk benda berbahan logam dan batu yang lebih tua dan memerlukan perlakuan khusus. Adapun Ruang Sumbing menghadirkan sepuluh objek pemajuan kebudayaan, seperti bundengan, wayang gedog, dan tari lengger yang merupakan bagian dari warisan budaya tak benda.
“Koleksi museum berasal dari berbagai sumber, seperti hibah masyarakat, program penyelamatan, hingga titipan dari pelaku budaya. Usia koleksi pun beragam, dari yang berusia lebih dari seribu tahun hingga karya budaya yang masih berkembang hingga saat ini,” terangnya.

Penataan ruang pamer dilakukan berdasarkan klasifikasi bahan serta periodisasi sejarah, mulai dari masa klasik, era Islam, hingga masa kemerdekaan. Ke depan, museum juga akan mengusung konsep tematik dengan pameran yang disesuaikan momentum tertentu, seperti hari arsitektur atau hari batik, lengkap dengan kegiatan edukatif seperti workshop.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap museum ini dapat menjadi pusat edukasi sekaligus ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami sejarah dan identitas daerah.
“Dengan mengetahui sejarah, kita akan lebih menghargai perjalanan para pendahulu. Museum ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran, rasa syukur, serta mendorong kreativitas dalam melestarikan budaya,” pungkas Fahmi.
Ke depan, pemerintah juga membuka peluang pembangunan museum permanen yang lebih representatif, sehingga seluruh kekayaan sejarah Wonosobo dapat tersimpan dan ditampilkan secara optimal dalam satu kawasan terpadu.
Dengan hadirnya Museum Daerah ini, Wonosobo diharapkan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai pusat wisata budaya dan edukasi yang semakin berdaya saing. (Disparbud Wonosobo/Aris)
