15 April 2026

Shalat Idul Fitri di Garung, Desa Butuh, Wonosobo Kembali Digelar dengan Latar Gunung Sindoro

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Shalat Idul Fitri berjamaah akan kembali dilaksanakan di Lapangan Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan ini menjadi salah satu tradisi masyarakat setempat yang setiap tahun menarik perhatian karena dilaksanakan di ruang terbuka dengan latar Gunung Sindoro.

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, warga Dusun Garung mulai mempersiapkan pelaksanaan shalat Id yang dikenal luas, termasuk di media sosial. Lokasi ini kerap menjadi sorotan karena perpaduan antara kegiatan ibadah dengan suasana alam pegunungan yang sejuk.

Tahun ini, pelaksanaan Shalat Idul Fitri mengusung tema “Rayakan Kemenangan dengan Pemandangan Menawan”. Kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan suasana ibadah yang tenang sekaligus menjadi pengalaman berbeda bagi masyarakat.

Lapangan yang luas dengan latar pegunungan menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya diikuti warga setempat, kegiatan ini juga menarik minat masyarakat dari luar daerah yang ingin merasakan shalat Id di alam terbuka. Selain sebagai ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga.

Ketua panitia, Yakup Ari Wibowo, menyampaikan bahwa Shalat Idul Fitri akan dilaksanakan pada Jumat, 20 Maret 2026, pukul 06.00 WIB, di Lapangan Garung, yang berada di sekitar basecamp pendakian Gunung Sumbing via Garung.

Abdul Aziz Ma’arif dijadwalkan bertindak sebagai imam dan khatib, dengan menyampaikan khutbah tentang makna kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, panitia bersama Pemerintah Desa Butuh telah memperluas area shalat. Penambahan ini ditujukan untuk menampung jumlah jamaah yang diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Panitia juga akan memberlakukan sistem portal masuk yang ditutup tepat pukul 06.00 WIB. Masyarakat diimbau datang lebih awal. Jika area lapangan sudah penuh, jamaah dapat melaksanakan shalat di masjid sekitar, seperti Masjid Al Amin, Al Falah, dan Al Mansyur.

Camat Kalikajar, Aldhiana, mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“kami mengimbau seluruh jamaah shalat id untuk datang lebih awal dan tidak memaksakan masuk ketika portal sudah ditutup demi menjaga kekhusyukan ibadah,” ujarnya.

Ia juga mengajak pengunjung untuk memanfaatkan momentum ini dengan mengenal potensi wisata di wilayah Kalikajar, seperti kawasan Jalisu dan Curug Mangku Klowoh.

Rangkaian kegiatan Lebaran di wilayah tersebut juga akan dilanjutkan dengan pesta balon udara pada hari berikutnya. Kegiatan ini tidak hanya berlangsung di Garung, tetapi juga di beberapa desa lain di Kecamatan Kalikajar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa Lapangan Garung juga akan menjadi lokasi kegiatan dalam rangkaian Festival Mudik 2026.

“Pada tanggal 22–23 Maret 2026, Lapangan Dusun Garung akan menjadi salah satu lokasi Festival Mudik 2026, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di lapangan ini, dengan tema ‘Mabur Bareng Komunitas Balon Wonosobo’, yang menjadi daya tarik khas daerah sekaligus bentuk pelestarian tradisi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat memberi pengalaman berbeda bagi pemudik dan wisatawan.

“Momentum Idul Fitri ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata Wonosobo. Lapangan Garung menjadi contoh bagaimana ruang terbuka dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan sekaligus event pariwisata yang berkualitas,” tambahnya.

Fahmi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Kami berharap seluruh pengunjung dapat menikmati setiap momen dengan nyaman, serta ikut menjaga kelestarian lingkungan agar keindahan kawasan ini tetap terjaga,” pungkasnya. (Disparbud Wonosobo/Aris)