17 April 2026

Cen Sui Lan & Jarmin Siapkan Ekonomi Biru Agar Natuna Naik Kelas

Bupati Natuna Cen Sui Lan serahka Bnatuan JKM di Serasan
Bupati Natuna Cen Sui Lan serahka Bnatuan JKM di Serasan

KR-Natuna, Pulau Serasan yang terbagi menjadi 2 kecamatan, memilikipotensi ekonomi biru yang masih belum dikembangkan secara maksimal,  potensi di sektor kelautan dan perikanan. baik budidaya maupun sektor perikanan tangkap, selama 16 tahun terakhir sektor ini minim perhatian dari pemerntah Daerah. Padahal pemerintah Pusat selalu memberi program, sayangnya tak berjalan seperti yang diharapkan. bagaimana dengan Bupai Natuna Cen Sui Lan dan Wabup  Jarmin menyikapinya?

Sejak 2007 pada masa MenKP fredy Numberi , potensi ini sudah mulai dikembangkan dan diteliti,

(baca;https://media.neliti.com/media/publications/296064-aplikasi-sistem-informasi-geografis-dala-c6752a30.pdf ),

sayangnya perhatian pemerintah pusat untuk mengembangkan potensi Tumut Laut jenis cottoni ini kandas karena kurang seriusnya perhatan pemerntah daerah, Proyeknya banyak dikorupsi dan programnya tak dijalankan serius, pemerintah pusat mengelontoran proyek pengadaan bibit, pendampingan, membangunkan gudang peyimpanan bahkan memberikan fasilitas kridit kelompok budidaya rumput laut lewat Bank Riau masa itu lebih 40 Milyar.

Kemudian pada tahu 2016 kembali Pemrintah melaui Kementiaran KKP kembali mencanangkan Natuna sebagai daerah yang masuk sebagai sentra pengembangan potensi rumput laut berkelanjutan, sayangnya program ini  juga kembali kandas.

Menurt .AE Hermawan selaku direktiur Yayasan Pembangunan Kepulauan Natuna (YPKN), dipilihnya Kabupaten Natuna, tidak lain karena daerah tersebut masuk dalam daftar 15 kawasan terdepan yang masuk dalam prioritas pembangunan PSPKT tahun 2016. Itu membuat Natuna menjadi daerah prioritas untuk pengembangan kawasan terdepan, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.

Adapun, sebagai kawasan pesisir yang menjadi daerah terdepan di Indonesia, potensi lahan budidaya rumput laut di Kab. Natuna mencapai 4.757,5 ha. Dan menurut data yang berhasil dihimpun YPKN , hingga sekarang potensi tersebut baru dimanfaatkan sekitar 56 ha atau 0,01 %.

“Padahal apabila lahan tersebut dimanfaatkan secara optimal maka produksi rumput laut dari Kab. Natuna akan mencapai sekitar 150 ribu ton basah atau 22 ribu ton kering per tahun, atau senilai Rp176 miliar per tahun,” jelas A.E Hermawan direktur YPKN.

Cen Sui Lan dan Jarmin Mulai Benahi Ekonomi Biru

Jajaran Pemkab Natuna bersama Masyarakat Serasan

Beruntunglah Natuna memiliki Bupati Cen Sui Lan dan Wabup Jarmin Sidik, pasangan kepala daetah ini saat ini memberikan perhtian serius terhadap potensi Rumput laut Natuna.

Baru di era Bupati Natuna ke-7 ini nelayan Budidaya yang lebih dari  15 tahun lebih menunggu akhirnya bisa mendapat perhatian. Rencana besar ini menandai langkah naik kelas Natuna. Dari wilayah pesisir yang selama ini mengandalkan perikanan tradisional, kini Natuna menatap peluang sebagai pemasok rumput laut berkualitas ke pasar dunia

Permintaan global terhadap rumput laut membuka peluang baru bagi Natuna untuk naik kelas sebagai pemain ekspor sektor kelautan.

“Minat investor terhadap rumput laut lokal terus menguat, Naytuna punya ootensi, ini menjadi momentum penting untuk membawa komoditas ini ke pasar internasional ” jelas Cen Sui Lan  saat ramah tamah bersama warga Kecamatan Serasan dan Serasan Timur di Gedung Serbaguna Serasan Timur, Kamis (27/11/2025) malam.

Sejumlah pelaku usaha telah menyatakan keseriusan untuk menanamkan modal dalam pengembangan rumput laut Natuna.

“Sudah ada pelaku usaha yang serius. Kita harus menyambutnya dengan kesiapan,” ujar Cen, disambut antusias warga.

Peningkatan permintaan dunia terhadap rumput laut untuk industri pangan, kosmetik, hingga farmasi membuat Natuna berada di posisi strategis sebagai pemasok baru.

Untuk menjawab peluang ekspor, Bupati Cen menyiapkan tiga titik sentra percontohan  budidaya rumput laut, yakni Serasan, Desa Kerdau, Pulau Tiga Barat.

Ketiga kawasan tersebut dinilai paling potensial karena telah memiliki pondasi budidaya berbasis inisiatif lokal. Namun, agar bisa masuk pasar dunia, produksi harus ditingkatkan dengan standar kualitas ekspor.

Bupati Natuna menegaskan bahwa tantangan utama bukan pada kemampuan budidaya, melainkan koordinasi lintas kelompok di lapangan. Selama ini, budidaya tumbuh organik tanpa sistem kontrol mutu yang seragam.

Untuk itu, Bupati Natuna menugaskan camat Serasan dan Serasan Timur menjadi komando pengendali lapangan. Mereka akan mengoordinasikan kelompok-kelompok budidaya bersama Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D)** agar rantai produksi lebih rapi, standar kualitas panen terpenuhi, volume hasil konsisten dan layak

Strategi berikutnya adalah memperkuat infrastruktur ekspor. Pemerintah memastikan Pelabuhan Selat Lampa—yang telah mengantongi izin ekspor–impor dari Kementerian Perhubungan—menjadi gerbang logistik internasional Natuna.

Peningkatan fasilitas pelabuhan akan dilakukan bertahap hingga 2026 agar siap menjadi jalur ekspor rumput laut, sehingga rantai pasok dari kebun laut hingga kapal pengangkut dapat berjalan mulus.

“Peluang ini harus berjalan seimbang. Kebun laut tumbuh, rantai pasok kuat, dan pintu ekspor siap,” tegas Cen.

Direktur YPKN A.E.Hermawan yakin jiila strategi Cen Sui Lan $ Jarmin ini berjalan mulus—investor masuk, produksi terkoordinasi, dan pelabuhan berfungsi optimal—Natuna berpeluang menjadi salah satu pemain ekspor rumput laut paling menonjol di kawasan perbatasan NKRI.

Natuna Butuh Sentra Bibit

Pengembangan usaha budidaya rumput laut di Natuna bisa berjalan baik, langkah pertaman adalah membuat  kebun bibit maupun budidaya rumput,

” Natuna punya rumput laut Cottoni yang tumbuh dialam (endemi Natuna) tingkat karagenannya cukup tinggi, dulu di tahun 2007 sempat kita uji sucofindo malah masukkategori  terbaik di indonesia, Untuk kebun bibit rumput laut, lahan yang dibutuhkan untuk kebun bibit luasnya mencapai 2,5 ha selai cottoni lokal, bibit juga bisa gunakna bibit unggul kultur jaringan (kuljar) yang terbukti bisa tumbuh lebih cepat, tahan terhadap perubahan salinitas dan kadar caragenannya lebih tinggi.” jelas Hermawan

Berdayakan Kopdes Merah Putih

Natuna bisa buat Blue Print atau peta jalan sektor Ungulan rum[ut Laut untuk Kopdes Merah Putih Desa yang memiliki Potensi ini, desa-desa pesisir di kecamatan Serasan, serasan timu, Kecamatan Midai, kecapatan Pulau Pnjnag, Kecamatan pupau Tiga, Kecamatn Pulau Tiga Barat, Kecamatan Sluan, Kecamatn Pulau laut, memiliki potensi pantainya bisa digunakan sebagai sentra rumut Laut.

” Hampir disemua kecamatn dari 17 kecamatn sekabupaten Natuna memiliki daerah yang cocok untuk budidaya rumput laut, daerah ynag jauh dari muara sungai atau daerah yang tidak memiliki kawasan bakau, air laut jernih, arus  memadai pasang surut tidak kering, daerah ini merupakan daerah potensial, banyak pulau kecil yang kosong, ini juga daerah potensial, ” Jelas Hermawan

lebih jauh Hermawan mnelakan bahwa untuk menggerakkan produktifitas rumput aut di Natuna, bisa berdayakan Kopdes Merah Puih yang sudah dibentuk, baik pembentukan kelompok budidaya, pembiayaan, pelatihan hingga penanganan selama budidaya, Budidaya rumput laut bisa dijadikan industri milik Kopdes MP setempat .

Selain Kopdes MP Pemerintah daerah perlu mengandeng NGo yang selama ini konsen mengedukasi dan menggarao sekor budidaya rumput laut, agar pelaku budidaya bisa mendapatkan informasi dan ilmu yang uptudate,seputar budidaya dan produk turunan ynag bisa digarap UKM .

6 Kunci Sukses Budidaya Rumput Laut di Natuna

Uagar Pengembangan sntra rumput Laut sukses  Pemerintah dareah perlu mnegikuti 6 langkahini.

1. Pengembangan usaha budidaya rumput laut di Natuna bisa berjalan baik, kebun bibit digarap serius dan menggunakna bibit unggul cootoni lolal maupunn bibit kultur jaringan. (kuljar) yang terbukti bisa tumbuh lebih cepat, tahan terhadap perubahan salinitas dan kadar caragenannya lebih tinggi.

2. Ddisiplin panen pada usia 40-45 hari.

3. Tidak menggunakan pupuk/probiotik/bahan pemacu pertumbuhan.

4. Mengupayakan mencari kawasan budidaya yang baru untuk rotasi penanaman.

5. Menjaga lingkungan pantai dari sampah seperti plastik, pencemaran, dan lai

6.Tidak menjemur  rumput laut di pasir dan dijaga dari bahan-bahan yang menempel lainnya

7. Segera menutup rumput laut yang sedang dijemur dengan plastik atau terpal jika turun hujan. Dengan menerapkan jurus ini, dia yakin budidaya rumput laut akan berhasil dan berlanjut untuk mendukung peningkatan produksi dan kualitasnya.  (red)