13 Mei 2026

Herman Deru Dorong Hilirisasi dan Efisiensi Sawit melalui Andalas Forum VI  

Palembang|KoranRakyat.co.id –- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, mendorong penguatan hilirisasi dan efisiensi industri kelapa sawit melalui pelaksanaan Andalas Forum VI Tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan saat membuka forum yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sumsel di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (16/4/2026).

ist

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru mengapresiasi GAPKI atas terselenggaranya forum yang mengusung tema sinergi untuk tata kelola, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan.

Ia menilai forum ini memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah karena dihadiri pelaku usaha sawit dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Kita mengapresiasi GAPKI yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Seluruh anggota GAPKI se-Indonesia berkumpul di Palembang, tentu memberikan dampak bagi perekonomian Sumsel,” ujarnya.

ist

Menurutnya, Sumatera Selatan memiliki posisi strategis sebagai tuan rumah, mengingat sekitar 9 hingga 10 persen wilayahnya merupakan perkebunan kelapa sawit dalam skala nasional.

Herman Deru menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang diskusi dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan industri, baik dari sisi internal maupun eksternal, di tengah dinamika global yang terus berkembang.

“Saya berharap forum ini melahirkan rekomendasi yang bermanfaat agar langkah ke depan semakin mantap, apalagi luas perkebunan sawit di Indonesia mencapai 16,8 juta hektare,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi sektor kelapa sawit sebagai salah satu penopang utama ekspor Sumsel serta perekonomian daerah dan nasional.

ist

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa industri sawit terbukti tangguh menghadapi krisis. Ia berharap pemerintah terus memberikan dukungan, khususnya dalam hilirisasi, peningkatan daya saing, perpajakan, serta kepastian hukum lahan.

Eddy turut mengapresiasi langkah Gubernur Herman Deru dalam percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan menekan biaya logistik industri sawit di Sumsel.

“Kami sangat mengapresiasi inisiasi Pak Gubernur dalam percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. Ini akan menjadi kunci menurunkan biaya logistik dan produksi industri sawit di Sumsel,” ungkapnya.

Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa, Dida Gardera, juga menegaskan bahwa sektor kelapa sawit merupakan pahlawan perekonomian Indonesia yang perlu terus didorong hilirisasinya agar memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri.

Andalas Forum VI berlangsung selama dua hari dengan jumlah peserta lebih dari 500 orang, melampaui target awal. Kegiatan ini menghadirkan empat sesi seminar yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan standar ISPO untuk pasar global hingga inovasi teknologi dalam rantai pasok.

Selain itu, forum ini juga diramaikan pameran yang diikuti 48 stan dari 44 eksibitor yang menampilkan inovasi terbaru di industri kelapa sawit. Melalui forum ini, diharapkan lahir rekomendasi strategis untuk mendorong kemajuan petani dan pelaku usaha kelapa sawit di Indonesia. (*)