15 Mei 2026

Rudal Iran Hantam RS Israel, Netanyahu Marah!

Jakarta|KoranRakyat.co.id – Akibat gempuran pihak Iran terhadap Israel yang tidak kunjung melunak sebagai dampak gempuran Israel yang juga meningkat Benjamin Netanyahu mengungkapkan kemarahannya setelah sebuah rudal Iran menghantam sebuah rumah sakit (RS).

Dilansir detikNews Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan kemarahannya setelah sebuah rudal Iran menghantam sebuah rumah sakit (RS) di wilayah selatan Israel. Dia mengancam bahwa Iran akan “membayar harga yang mahal” atas serangan pada Kamis (19/6) tersebut.

“Pagi ini, para diktator teroris Iran menembakkan rudal ke Rumah Sakit Soroka di Beer Sheva dan ke warga sipil di pusat negara. Kami akan membuat para tiran di Teheran membayar harga yang mahal,” tulis Netanyahu dalam sebuah posting di media sosial X, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (19/6/2025).

SERANGAN IRAN - Sebuah rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan Israel dan menghantam sebuah bangunan. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan Operasi Janji Sejati 3 telah melumpuhkan pertahanan udara Israel dengan menggunakan taktik canggih, dengan rudal Iran mengenai target jauh di dalam wilayah Israel/Tribunnews.com/X. Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Israel Sharren Haskel menyebut serangan Iran terhadap rumah sakit itu sebagai “disengaja” dan “kriminal”. Hal ini disampaikannya setelah Iran kembali menembakkan rentetan rudalnya, termasuk rudal balistik, ke Israel.
“Iran baru saja menyerang Rumah Sakit Soroka di Be’er Sheva dengan rudal balistik. Bukan pangkalan militer. Sebuah rumah sakit. Ini adalah pusat medis utama untuk seluruh wilayah Negev di Israel. Disengaja. Kriminal. Sasaran sipil. Dunia harus bersuara,” tulis Sharren Haskel di X.
Layanan penyelamatan Israel, Magen David Adom (MDA) mengatakan bahwa sedikitnya 32 orang terluka setelah serangan rudal terbaru Iran tersebut. Menurut seorang pejabat militer Israel, serangan Iran itu melibatkan “puluhan rudal balistik”.
Dalam sebuah pernyataan, seorang juru bicara MDA mengatakan bahwa para petugas medis “memberikan perawatan medis dan mengevakuasi dua orang dalam kondisi serius ke rumah sakit… serta 30 orang dalam kondisi luka-luka ringan akibat ledakan dan pecahan peluru”.
Ditambahkan pula bahwa tim MDA tambahan sedang merawat “beberapa orang yang terluka di beberapa lokasi kejadian.”  (*)